{"id":493159,"date":"2026-02-26T06:11:00","date_gmt":"2026-02-25T23:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/26\/kenangan-terakhir-nizam-syafei-sebelum-tewas-dianiaya-ibu-tiri-sarung-tanda-terima-kasih\/"},"modified":"2026-02-26T09:10:16","modified_gmt":"2026-02-26T02:10:16","slug":"kenangan-terakhir-nizam-syafei-sebelum-tewas-dianiaya-ibu-tiri-sarung-tanda-terima-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/02\/26\/kenangan-terakhir-nizam-syafei-sebelum-tewas-dianiaya-ibu-tiri-sarung-tanda-terima-kasih\/","title":{"rendered":"Kenangan Terakhir Nizam Syafei Sebelum Tewas Dianiaya Ibu Tiri: Sarung Tanda Terima Kasih"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; <a title=\"Nizam Syafei\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nizam-syafei\/\">Nizam Syafei<\/a> (13), bocah yang tewas diduga akibat penganiayaan <a title=\"ibu tiri\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ibu-tiri\/\">ibu tiri<\/a>nya di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggalkan kenangan terakhir yang menyayat hati.<\/p>\n<p>Sekitar sebulan sebelum wafat, ia memberikan sebuah sarung kepada Pitasari (36), ibunda teman sekamarnya di pondok pesantren, sebagai tanda terima kasih.<\/p>\n<p>Pitasari mengenang, NS datang ke rumahnya dan menyerahkan sarung itu dengan alasan sederhana.<\/p>\n<p>\u201cDia ngasih sarung, saya tanya buat apa. Katanya buat kenang-kenangan, tanda terima kasih,\u201d ujar Pitasari di Kampung Cidahu, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (25\/2\/2026).<\/p>\n<p>Air mata Pitasari tak terbendung saat menceritakan kembali momen tersebut. Ia merasa NS berterima kasih karena selama sering menginap di rumahnya, selalu diurus dan diperlakukan layaknya anak sendiri.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Pertemuan Terakhir<\/h3>\n<p>Pitasari masih ingat jelas pertemuan terakhir dengan NS sehari sebelum libur panjang pesantren. Saat itu, NS berpamitan pulang ke rumah orangtuanya.<\/p>\n<p>Ia terlihat sehat, bahkan makan dengan lahap.<\/p>\n<p>\u201cMakannya lebih banyak dari anak saya, lahap banget. Tidak ada tanda-tanda sakit,\u201d kenang Pitasari.<\/p>\n<p>Kabar kematian NS membuatnya syok.<\/p>\n<p>\u201cSaya kaget, masa anak baik-baik saja bisa secepat itu meninggal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Sosok Pendiam dan Lugu<\/h3>\n<p>Di mata Pitasari, NS adalah anak lugu, sopan, namun pendiam. Ia sering melihat NS melamun, seolah memendam beban hidup.<\/p>\n<p>\u201cDia jarang bicara, sering melamun. Sepertinya banyak beban,\u201d kata Pitasari.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kasus Penganiayaan<\/h3>\n<p>Polres Sukabumi telah menetapkan TR, ibu tiri NS, sebagai tersangka dugaan kekerasan fisik dan psikis.<\/p>\n<p>NS meninggal pada Kamis (19\/2\/2026) di RSUD Jampang Kulon.<\/p>\n<p>Sebelum meninggal, ia sempat mengaku disuruh minum air panas oleh TR, yang menyebabkan luka bakar di tubuhnya.<\/p>\n<p>TR membantah tudingan penganiayaan maupun pembunuhan, menyebut kematian NS sebagai takdir.<\/p>\n<p>Ia mengaku terpukul atas kepergian anak yang telah dirawat sejak kelas 3 SD, dan menilai respons publik di media sosial berlebihan.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 238px; top: 72px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nizam Syafei (13), bocah yang tewas diduga akibat penganiayaan ibu tirinya di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggalkan kenangan terakhir yang menyayat hati<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":493160,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,37413,274908,368521],"series":[],"class_list":["post-493159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-kasus-penganiayaan","tag-berita","tag-ibu-tiri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/493159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=493159"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/493159\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/493160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=493159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=493159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=493159"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=493159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}