{"id":494430,"date":"2026-03-06T11:29:00","date_gmt":"2026-03-06T04:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/06\/india-dicap-pengkhianat-usai-as-tenggelamkan-kapal-fregat-iran-di-lepas-pantai-sri-lanka\/"},"modified":"2026-03-07T01:03:15","modified_gmt":"2026-03-06T18:03:15","slug":"india-dicap-pengkhianat-usai-as-tenggelamkan-kapal-fregat-iran-di-lepas-pantai-sri-lanka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/06\/india-dicap-pengkhianat-usai-as-tenggelamkan-kapal-fregat-iran-di-lepas-pantai-sri-lanka\/","title":{"rendered":"India Dicap \u201cPengkhianat\u201d Usai AS Tenggelamkan Kapal Fregat Iran di Lepas Pantai Sri Lanka"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0<\/b> Insiden penenggelaman fregat milik Angkatan Laut Iran, IRIS Dena, oleh kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia, sekitar 75 km lepas pantai selatan Sri Lanka, pada Rabu (4\/3\/2026) pagi, memicu gelombang kecaman keras terhadap India. Banyak pihak, termasuk netizen, media sosial, dan beberapa kalangan di Iran, menuding New Delhi sebagai \u201cpengkhianat\u201d karena kapal tersebut baru saja menjadi tamu Angkatan Laut India dalam latihan multilateral.<\/p>\n<p>Menurut konfirmasi resmi dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, sebuah kapal selam serang bertenaga nuklir AS menembakkan torpedo berat Mark 48 ke fregat kelas Moudge IRIS Dena. Hegseth menyebut serangan itu sebagai \u201ckematian senyap\u201d dan menjadi penenggelaman pertama kapal musuh oleh torpedo AS sejak Perang Dunia II. Rekaman video serangan tersebut telah dirilis oleh Departemen Pertahanan AS.<\/p>\n<p>IRIS Dena, yang membawa sekitar 130\u2013180 awak, tenggelam setelah mengikuti latihan MILAN 2026 di Teluk Benggala, Visakhapatnam, India, pada akhir Februari 2026. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke Iran ketika mendapat serangan di perairan internasional. Angkatan Laut Sri Lanka yang merespons panggilan darurat berhasil menyelamatkan 32 pelaut, sementara 87 jenazah telah ditemukan hingga Kamis pagi, dan lebih dari 100 lainnya masih dinyatakan hilang.<\/p>\n<p>Iran langsung mengecam keras aksi AS. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutnya sebagai \u201ckekejaman di laut\u201d dan menegaskan bahwa fregat tersebut \u201cdiserang tanpa peringatan di perairan internasional, sekitar 2.000 mil dari pantai Iran\u201d. Ia juga menyoroti fakta bahwa IRIS Dena baru saja menjadi \u201ctamu Angkatan Laut India\u201d.<\/p>\n<p>Kecaman paling keras justru tertuju pada India. Di media sosial, terutama di platform X dan Instagram, tagar seperti #IndiaBetrayal dan #PengkhianatIndia ramai digunakan. Banyak netizen menuding bahwa India telah memberikan informasi intelijen kepada AS mengenai rute dan posisi kapal Iran, sehingga memudahkan serangan. Beberapa akun bahkan menyebut insiden ini sebagai \u201cpengkhianatan tingkat rendah yang keji\u201d karena India mengundang kapal Iran sebagai tamu, lalu \u201cmembiarkannya dibantai di dekat wilayahnya sendiri\u201d.<\/p>\n<p>Duta Besar Iran untuk India dilaporkan menyatakan kekecewaannya karena pemerintah Modi \u201ctidak memberikan sepatah kata pun\u201d atau komunikasi resmi pasca-insiden. \u201cKapal kami dijamu, diparadekan, lalu dibunuh di perairan dekat India. Tidak ada pesan dari New Delhi. Ini perbudakan modern kepada Washington,\u201d ujarnya kepada wartawan.<\/p>\n<p>Oposisi di India, termasuk juru bicara Kongres Jairam Ramesh, juga mengecam keras. Ia menyebut kejadian ini sebagai \u201cpengkhianatan terhadap nilai dan kepentingan nasional India\u201d. Beberapa analis menilai posisi India kini sangat dilematis: di satu sisi menjalin hubungan erat dengan AS dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/israel\/\">Israel<\/a> di tengah konflik Timur Tengah yang memanas, di sisi lain kehilangan kepercayaan dari Iran\u2014mitra penting dalam perdagangan minyak dan proyek Chabahar.<\/p>\n<p>Pemerintah India hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan pengkhianatan tersebut. Kementerian Luar Negeri India hanya menyatakan \u201cmenyesali hilangnya nyawa\u201d dan mendukung upaya pencarian serta penyelamatan oleh Sri Lanka.<\/p>\n<p>Insiden ini semakin memperluas zona konflik AS-Israel melawan Iran ke Samudra Hindia, jauh dari Timur Tengah. Sri Lanka sendiri menuntut penjelasan penuh dan menegaskan bahwa perairan internasional di dekatnya tidak boleh menjadi arena perang.<\/p>\n<p>Peristiwa penenggelaman IRIS Dena diprediksi akan semakin memperkeruh hubungan India-Iran dan memicu perdebatan panjang tentang netralitas serta komitmen India di kawasan Indo-Pasifik yang semakin tegang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Insiden penenggelaman fregat milik Angkatan Laut Iran, IRIS Dena, oleh kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia, sekitar 75 km lepas pantai selatan Sri Lanka, pada Rabu (4\/3\/2026) pagi, memicu gelombang kecaman keras terhadap India. Banyak pihak, termasuk netizen, media sosial, dan beberapa kalangan di Iran, menuding New Delhi sebagai \u201cpengkhianat\u201d karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":494431,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1216,1420,269154,274908],"series":[],"class_list":["post-494430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-sri-lanka","tag-peristiwa","tag-kapal-fregat","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/494430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=494430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/494430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/494431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=494430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=494430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=494430"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=494430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}