{"id":494910,"date":"2026-03-09T10:31:00","date_gmt":"2026-03-09T03:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/09\/bikin-ketar-ketir-ini-ramalan-nostradamus-soal-perang-indonesia-vs-australia\/"},"modified":"2026-03-09T20:36:15","modified_gmt":"2026-03-09T13:36:15","slug":"bikin-ketar-ketir-ini-ramalan-nostradamus-soal-perang-indonesia-vs-australia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/09\/bikin-ketar-ketir-ini-ramalan-nostradamus-soal-perang-indonesia-vs-australia\/","title":{"rendered":"Bikin Ketar-ketir! Ini Ramalan Nostradamus soal Perang Indonesia vs Australia"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Ramalan kontroversial dari peramal legendaris abad ke-16, Michel de Nostredame atau lebih dikenal sebagai <a title=\"Nostradamus\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nostradamus\/\">Nostradamus<\/a>, kembali menjadi topik perbincangan di media sosial dan berbagai platform daring.<\/p>\n<p>Salah satu interpretasi yang paling sering dibahas adalah prediksi tentang potensi konflik bersenjata antara Indonesia dan Australia yang disebut-sebut akan terjadi pada tahun 2037.<\/p>\n<p>Menurut tafsiran dari buku <i>The Complete Prophecies for The Future<\/i> karya Mario Reading (yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai &#8216;Ramalan yang Mengguncang Dunia&#8217;), Nostradamus meramalkan adanya konflik besar di wilayah selatan Asia-Pasifik sebelum terjadinya gerhana matahari total pada 13 Juli 2037.<\/p>\n<p>Beberapa quatrain (bait puisi ramalan) yang ditafsirkan antara lain menyebutkan elemen seperti &#8220;konflik sebelum matahari terbenam&#8221;, &#8220;jembatan dan makam di dua tempat asing&#8221;, serta pertarungan supremasi di lautan.<\/p>\n<p>Banyak netizen dan konten kreator di TikTok, YouTube, serta X (Twitter) mengaitkan ramalan ini dengan potensi rebutan pengaruh di Laut Hindia, sumber daya alam di wilayah perbatasan seperti Timor, serta dinamika geopolitik pasca-pembentukan aliansi AUKUS (Australia, Inggris, Amerika Serikat) yang memberikan akses kapal selam nuklir bagi Australia.<\/p>\n<p>Beberapa interpretasi ekstrem bahkan menyebut Indonesia akan &#8220;kalah telak&#8221; dalam konflik tersebut, meskipun hal ini murni spekulasi pribadi dan bukan pernyataan langsung dari teks asli Nostradamus.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Tidak Ada Penyebutan Nama Negara Secara Eksplisit<\/h3>\n<p>Para ahli dan skeptis menekankan bahwa Nostradamus tidak pernah secara spesifik menyebut nama &#8220;Indonesia&#8221; atau &#8220;Australia&#8221; dalam quatrain-nya.<\/p>\n<p>Ramalan-ramalan tersebut ditulis dalam bahasa Prancis kuno yang penuh metafor, simbol, dan bahasa ambigu, sehingga sangat terbuka untuk berbagai penafsiran.<\/p>\n<p>Tahun 2037 sendiri berasal dari perhitungan Mario Reading berdasarkan fenomena astronomi (gerhana matahari), bukan dari teks Nostradamus secara langsung.<\/p>\n<p>Fenomena ini bukan hal baru. Ramalan serupa sempat viral pada 2022\u20132024, di mana banyak video YouTube dan TikTok membahas &#8220;Indonesia vs Australia 2037&#8221; dengan klaim sensasional.<\/p>\n<p>Di 2026 ini, diskusi kembali muncul secara sporadis, terutama di kalangan pengguna X yang mengaitkannya dengan isu-isu terkini seperti persiapan Olimpiade 2036 oleh Indonesia atau ketegangan regional di Indo-Pasifik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Konteks Geopolitik Saat Ini<\/h3>\n<p>Hingga Maret 2026, hubungan diplomatik Indonesia-Australia tetap stabil dan bahkan semakin erat melalui berbagai kerja sama pertahanan, ekonomi, dan keamanan maritim.<\/p>\n<p>Tidak ada indikasi konflik terbuka yang mendekati ramalan tersebut. Pemerintah kedua negara justru fokus pada dialog dan kerjasama di forum seperti ASEAN dan Quad Plus.<\/p>\n<p>Banyak pengamat menilai ramalan ini lebih sebagai bentuk &#8220;cocoklogi&#8221; atau penyesuaian fakta dengan teks ambigu untuk menarik perhatian. Nostradamus sendiri dikenal karena ramalannya yang sering ditafsirkan ulang setelah peristiwa terjadi, seperti prediksi tentang Perang Dunia, bencana alam, atau tokoh <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> besar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kesimpulan<\/h3>\n<p>Meski ramalan Nostradamus tentang &#8220;perang Indonesia-Australia&#8221; terus menjadi bahan obrolan menarik, tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan prediksi tersebut akan menjadi kenyataan.<\/p>\n<p>Di era informasi cepat seperti sekarang, narasi semacam ini mudah menyebar, terutama ketika dikemas dengan elemen dramatis dan visual.<\/p>\n<p>Masyarakat diimbau untuk tetap kritis terhadap klaim ramalan semacam ini dan lebih memprioritaskan fakta geopolitik aktual daripada interpretasi spekulatif dari teks berusia ratusan tahun. Bagaimanapun, masa depan hubungan Indonesia-Australia sangat ditentukan oleh diplomasi, bukan oleh quatrain kuno.<\/p>\n<p>Apakah Anda percaya ramalan ini? Atau hanya hiburan semata? Share pendapat Anda di kolom komentar!<\/p>\n<p><em>*(Sumber: Berbagai tafsir Mario Reading, arsip berita 2022-2024, dan diskusi publik di media sosial hingga 2026)*<\/em><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/494910?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ramalan kontroversial dari peramal legendaris abad ke-16, Michel de Nostredame atau lebih dikenal sebagai Nostradamus, kembali menjadi topik perbincangan di media sosial dan berbagai platform daring<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":494911,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"nostradamus","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[36,356],"tags":[31594,256787,274908,1420,10981],"series":[],"class_list":["post-494910","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-asia","tag-ramalan","tag-nostradamus","tag-berita","tag-peristiwa","tag-perang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/494910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=494910"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/494910\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/494911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=494910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=494910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=494910"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=494910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}