{"id":495191,"date":"2026-03-10T17:41:00","date_gmt":"2026-03-10T10:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/10\/remaja-main-petasan-di-jalanan-picu-laka-pedagang-tempe-tewas-oleng-hindari-ledakan\/"},"modified":"2026-03-10T19:25:11","modified_gmt":"2026-03-10T12:25:11","slug":"remaja-main-petasan-di-jalanan-picu-laka-pedagang-tempe-tewas-oleng-hindari-ledakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/10\/remaja-main-petasan-di-jalanan-picu-laka-pedagang-tempe-tewas-oleng-hindari-ledakan\/","title":{"rendered":"Remaja Main Petasan di Jalanan Picu Laka, Pedagang Tempe Tewas Oleng Hindari Ledakan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Seorang pedagang tempe di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tewas dalam kecelakaan. Sepeda motornya bertabrakan dengan motor lain setelah diduga menghindari lemparan petasan.<\/p>\n<p>Peristiwa itu terjadi di Jembatan Kali Duwan, perbatasan Desa Pliken dan Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8\/3) sekitar pukul 06.25 WIB.<\/p>\n<p>Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami, mengatakan kecelakaan itu melibatkan Honda Revo R 4453 EL yang dikendarai SW (67), seorang pedagang tempe; dan Honda BeAT R 3365 XH yang dikendarai KR (55), seorang wanita.<\/p>\n<p>\u201cSepeda motor Honda Revo yang dikendarai SW datang dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang,\u201d ujar Metri saat dihubungi, Selasa (10\/3).<\/p>\n<p>Namun sesampainya di lokasi, motor yang dikemudikan SW oleng ke kanan. Pada saat bersamaan, datang motor yang dikendarai KR melaju dari arah berlawanan.<\/p>\n<p>\u201cKarena jarak sudah dekat dan tidak dapat menghindar lagi sehingga terjadi laka lantas,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Akibat insiden itu, SW tewas di lokasi kejadian. Sementara pengendara Honda Beat, KR, menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo.<\/p>\n<p>\u201cKorban SW meninggal dunia di lokasi kejadian dan pengendara Honda BeAT dirawat di rumah sakit karena mengalami luka,\u201d ungkap Metri.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Soal Petasan Diusut<\/h2>\n<p>Terkait dugaan korban tewas karena menghindari lemparan petasan oleh anak-anak dari pinggir jalan, pihaknya masih melakukan pendalaman.<\/p>\n<p>\u201cKami masih melakukan penyelidikan apakah betul karena menghindari petasan atau bukan, namun dari hasil pendalaman terhadap korban selamat, KR, yang kami temui di rumah sakit, dia tidak mendengar suara petasan,\u201d ungkap Metri.<\/p>\n<p>Selain itu, berdasarkan keterangan saksi atau warga di sekitar lokasi juga tidak mendengar adanya suara petasan.<\/p>\n<p>\u201cKami juga mencari info terkait petasan itu terhadap anak-anak dan beberapa warga. Namun belum ada yang mengatakan dan melihat bahwa menghindari petasan,\u201d sebut Metri.<\/p>\n<p>Namun, berdasarkan kesaksian KR di lokasi kejadian memang ramai anak-anak yang berkumpul di sisi kiri dan kanan jalan. Ia sempat memberikan tanda klakson sebelum kecelakaan itu terjadi.<\/p>\n<p>\u201cSaat kejadian lalu lintas sepi, namun kondisi jalan ramai anak-anak dari dua arah hampir memenuhi badan jalan. KR sudah memberikan tanda klakson, tiba-tiba tertabrak dari depan dan tidak sadar,\u201d kata Metri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Seorang pedagang tempe di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tewas dalam kecelakaan. Sepeda motornya bertabrakan dengan motor lain setelah diduga menghindari lemparan petasan. Peristiwa itu terjadi di Jembatan Kali Duwan, perbatasan Desa Pliken dan Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8\/3) sekitar pukul 06.25 WIB. Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":495192,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-495191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/495191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=495191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/495191\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/495192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=495191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=495191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=495191"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=495191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}