{"id":495655,"date":"2026-03-14T13:15:00","date_gmt":"2026-03-14T06:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/14\/sedang-ada-pembusukan-di-dalam-diri-prabowo\/"},"modified":"2026-03-14T15:33:27","modified_gmt":"2026-03-14T08:33:27","slug":"sedang-ada-pembusukan-di-dalam-diri-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/14\/sedang-ada-pembusukan-di-dalam-diri-prabowo\/","title":{"rendered":"Sedang Ada Pembusukan di Dalam Diri Prabowo"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Analis Komunikasi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mencermati pernyataan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> yang memperingatkan jajarannya tidak membuat dan memberikan laporan akal-akalan atau hasil manipulasi yang tujuannya hanya untuk menyenangkan atasan.<\/p>\n<p>Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini, pernyataan Presiden tersebut menunjukkan ada pembusukan dari dalam tim pemerintahan sendiri. Bawahan justru memanipulasi data dan laporan demi terlihat \u201csukses\u201d di mata Presiden, bukan untuk menyelesaikan masalah rakyat. Akibatnya, Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> terpaksa turun tangan langsung mengoreksi dan menjelaskan setiap isu, karena tidak lagi bisa sepenuhnya percaya pada laporan bawahannya.<\/p>\n<p>\u201cPresiden sendiri sudah memperingatkan soal laporan akal-akalan ini, tapi kenyataannya peringatan itu justru membuktikan bahwa pembusukan sudah merajalela di lingkaran dalam. Para bawahan seharusnya membantu Presiden, bukan malah membebani dengan data palsu yang akhirnya membuat presiden harus membersihkan sendiri,\u201d ujar Hendri Satrio menanggapi laporan tersebut di Jakarta, Sabtu (14\/3\/2026).<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Darurat Komunikasi<\/h2>\n<p>Ia pun berpendapat soal pola komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo yang dinilainya sedang mengalami \u201cdarurat komunikasi\u201d. Menurutnya, segala permasalahan selalu berujung pada sosok Prabowo, sehingga muncul fenomena pembusukan karakter presiden dari dalam.<\/p>\n<p>\u201cSaya heran, kenapa harus selalu Prabowo yang pasang badan, menjelaskan ini, menjelaskan itu. Semuanya balik lagi ke dia, ini semacam pembusukan memang,\u201d kata Hensa, sapaan akrabnya.<\/p>\n<p>Hensa lantas mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menuai banyak penolakan dari sejumlah sekolah.<\/p>\n<p>Alih-alih pejabat terkait di kabinet yang turun menjelaskan, justru Presiden Prabowo yang kembali menjadi pihak yang menengahi dan memberikan penjelasan langsung.<\/p>\n<p>\u201cIni semacam pembusukan yang dilakukan oleh orang-orang Prabowo sendiri, sampai akhirnya apa pun yang terjadi, Prabowo yang disalahkan,\u201d ujarnya menekankan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Harus Hati-hati<\/h2>\n<p>Lebih lanjut menurut Hensa, situasi ini membuat Presiden harus lebih hati-hati mengatur performa, kemunculan publik, ekspresi, dan pesan-pesan yang disampaikan. Jika Presiden terus menjadi satu-satunya yang bicara, publik akan lupa bahwa masih ada banyak pejabat dan lembaga yang seharusnya bertanggung jawab.<\/p>\n<p>\u201cKita jadi lupa bahwa orang lain yang seharusnya mengurus permasalahan seperti MBG itu, dan kemunculan Prabowo ini menurut saya akan membuat pembusukan karakternya makin besar karena lama-lama orang nggak percaya lagi, terus-terusan dia yang ngomong dan orang akan beranggapan bahwa ini Presiden bekerja sendirian,\u201d paparnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Dimanfaatkan Lawan Politik<\/h2>\n<p>Lebih jauh Hensa menambahkan, pola seperti ini justru menguntungkan lawan politik Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menyarankan agar Presiden tidak lebih sering muncul daripada pejabat kabinetnya. Sebab, menurutnya, tugas Presiden seharusnya membenarkan kesalahan atau mengevaluasi kabinet, bukan turun tangan langsung menyelesaikan setiap polemik.<\/p>\n<p>\u201cMeski Presiden memang pekerjaan one man show\u2019, tapi kalau dia semuanya turun tangan sendiri ini membuat semua beban ditumpuk di pundaknya,\u201d jelas Hensa.<\/p>\n<p>Selanjutnya dia kembali menegaskan bahwa yang terjadi saat ini bukan sekadar darurat komunikasi, melainkan pembusukan terhadap citra Presiden itu sendiri. Setiap kali polemik muncul, Presiden yang selalu bicara, padahal bawahannya bisa mengambil peran.<\/p>\n<p>\u201cDan jangan lupa, setiap kali Presiden turun tangan, itu bahaya karena ada sisi negatifnya yaitu bisa dimanfaatkan lawan politik. Ingat, semakin sering bicara, semakin besar peluang salah, dan ini harus diminimalisir,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, di era sekarang, ketika salah kan video-video itu jadi gampang dipotong, dijahit, clipper, ditambah konteks yang tidak seharusnya. Jadi mesti dipahami juga dampak-dampak tersebut,&#8221; terangnya menambahkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mencermati pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memperingatkan jajarannya tidak membuat dan memberikan laporan akal-akalan atau hasil manipulasi yang tujuannya hanya untuk menyenangkan atasan. Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini, pernyataan Presiden tersebut menunjukkan ada pembusukan dari dalam tim pemerintahan sendiri. Bawahan justru memanipulasi data [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":495656,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-495655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/495655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=495655"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/495655\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/495656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=495655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=495655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=495655"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=495655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}