{"id":495793,"date":"2026-03-15T06:08:00","date_gmt":"2026-03-14T23:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/15\/trump-minta-dunia-kirim-kapal-perang-ke-selat-hormuz-iran-sindir-as-memohon-bantuan\/"},"modified":"2026-03-15T13:09:54","modified_gmt":"2026-03-15T06:09:54","slug":"trump-minta-dunia-kirim-kapal-perang-ke-selat-hormuz-iran-sindir-as-memohon-bantuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/15\/trump-minta-dunia-kirim-kapal-perang-ke-selat-hormuz-iran-sindir-as-memohon-bantuan\/","title":{"rendered":"Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Iran Sindir AS Memohon Bantuan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8212; Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak negara-negara dunia untuk ikut mengamankan jalur pelayaran strategis Strait of Hormuz, yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.<\/p>\n<p>Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump meminta negara-negara yang menikmati pasokan minyak dari jalur tersebut untuk ikut bertanggung jawab menjaga keamanan kawasan.<\/p>\n<p>\u201cNegara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus mengurus jalur pelayaran itu, dan kami akan membantu \u2014 sangat banyak,\u201d tulis Trump.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan bahwa United States siap berkoordinasi dengan berbagai negara agar pengamanan jalur energi tersebut berjalan cepat dan efektif.<\/p>\n<p>Menurut Trump, upaya ini seharusnya sejak awal menjadi kerja sama global, bukan hanya tanggung jawab Amerika Serikat.<\/p>\n<p>&#8220;AS juga akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik,&#8221; katanya dalam postingan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Ini seharusnya selalu menjadi upaya tim, dan sekarang akan demikian,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Trump menambahkan bahwa situasi ini akan &#8220;menyatukan dunia menuju Harmoni, Keamanan, dan Perdamaian Abadi!&#8221;<\/p>\n<p><b>Jalur Minyak Dunia yang Diperebutkan<\/b><\/p>\n<p>Strait of Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar 20 %\u00a0 pasokan minyak global melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.<\/p>\n<p>Setiap hari, jutaan barel minyak dari negara-negara Teluk seperti Saudi Arabia, Iraq, Kuwait, dan United Arab Emirates dikirim melalui jalur ini menuju pasar dunia.<\/p>\n<p>Gangguan kecil saja di jalur tersebut dapat langsung memicu gejolak harga minyak global.<\/p>\n<p>Ketegangan meningkat setelah Iran membatasi akses bagi kapal yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/israel\/\">Israel<\/a>, meski Teheran menegaskan selat itu tidak sepenuhnya ditutup.<\/p>\n<p>Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur tersebut masih terbuka bagi negara lain.<\/p>\n<p>\u201cSelat itu hanya ditutup bagi kapal dan tanker Amerika serta Israel, bukan untuk negara lain,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Trump Klaim Banyak Negara Akan Ikut Kirim Armada<\/b><\/p>\n<p>Trump juga mengklaim sejumlah negara siap bergabung dengan Amerika Serikat untuk mengirim kapal perang guna menjaga keamanan jalur tersebut.<\/p>\n<p>Ia bahkan menyebut beberapa negara yang diharapkan berpartisipasi, antara lain: Inggris, Prancis, China, Jepang, dan Korea Selatan.<\/p>\n<p>Namun hingga kini belum ada kepastian apakah negara-negara tersebut benar-benar akan mengerahkan armada militernya ke kawasan Teluk.<\/p>\n<p>Pemerintah United Kingdom menyatakan masih berdiskusi dengan sekutu mengenai opsi pengamanan pelayaran di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis mendukung ide koalisi angkatan laut, tetapi menilai pembentukannya membutuhkan waktu dan koordinasi yang matang.<\/p>\n<p><b>Iran Sindir: AS Kini Memohon Bantuan Dunia<\/b><\/p>\n<p>Pernyataan Trump langsung memicu reaksi keras dari Teheran.<\/p>\n<p>Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai kebijakan Gedung Putih justru memperburuk situasi di kawasan.<\/p>\n<p>\u201cPayung keamanan AS yang selama ini dibanggakan ternyata penuh lubang. Sekarang mereka bahkan meminta negara lain untuk membantu mengamankan Selat Hormuz,\u201d tulisnya di platform X.<\/p>\n<p>Ia juga menyerukan negara-negara di kawasan Teluk untuk menolak kehadiran militer asing, yang menurutnya hanya akan memperkeruh konflik.<\/p>\n<p>Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps Aziz Reza Tangsiri mengejek permintaan Trump agar negara lain ikut mengirim pasukan.<\/p>\n<p>Menurutnya, Selat Hormuz saat ini masih berada di bawah kendali Iran, meski belum ditutup secara militer.<\/p>\n<p><b>Ancaman Krisis Energi Global<\/b><\/p>\n<p>Ketegangan di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia. Gangguan pengiriman minyak dari kawasan Teluk dapat memicu lonjakan harga energi secara global.<\/p>\n<p>Banyak analis memperingatkan bahwa jika konflik meningkat dan jalur tersebut benar-benar ditutup, dunia dapat menghadapi krisis energi besar yang berdampak langsung pada inflasi, harga bahan bakar, dan stabilitas ekonomi global.<\/p>\n<p>Situasi ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi salah satu titik panas geopolitik paling berbahaya di dunia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8212; Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak negara-negara dunia untuk ikut mengamankan jalur pelayaran strategis Strait of Hormuz, yang menjadi urat nadi perdagangan energi global. Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump meminta negara-negara yang menikmati pasokan minyak dari jalur tersebut untuk ikut bertanggung jawab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":495794,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[36,272],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-495793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-timur-tengah","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/495793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=495793"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/495793\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/495794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=495793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=495793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=495793"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=495793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}