{"id":496924,"date":"2026-03-30T19:00:00","date_gmt":"2026-03-30T12:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/30\/as-teriak-menang-iran-malah-hancurkan-awacs-dan-tenggelamkan-kapal-perang\/"},"modified":"2026-04-01T16:38:14","modified_gmt":"2026-04-01T09:38:14","slug":"as-teriak-menang-iran-malah-hancurkan-awacs-dan-tenggelamkan-kapal-perang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/03\/30\/as-teriak-menang-iran-malah-hancurkan-awacs-dan-tenggelamkan-kapal-perang\/","title":{"rendered":"AS Teriak Menang, Iran Malah Hancurkan AWACS dan Tenggelamkan Kapal Perang"},"content":{"rendered":"<p><b>Oleh:Rosadi Jamani<\/b><\/p>\n<p>YANG namanya Donald Trump sama menteri pertahanannya selalu teriak menang. Iran kalah. Nyatanya, Iran sukses menghancurkan pesawat canggih AWACS dan enam kapal perang AS. Kok bisa? Ya bisalah, wak.\u00a0<\/p>\n<p>Ceritanya begini, angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang katanya \u201csudah melemah\u201d itu tiba-tiba menggelar pertunjukan kembang api yang bukan kaleng-kaleng. Lokasinya? Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi. Tempat yang biasanya tenang, eh mendadak berubah jadi taman bermain api. Romantis? Ya, romantis bagi yang hobi nonton langit penuh cahaya\u2026 sambil tiarap.<\/p>\n<p>Yang paling bikin haru adalah nasib pewasat pendeteksi rudal, E-3 Sentry AWACS (Airborne Warning and Control System) kesayangan Amerika. Pesawat yang biasanya mondar-mandir di langit, ngintip sana-sini kayak tetangga kepo, kini terkapar manja di tanah. Rusak parah. Mungkin lagi merenung, \u201capa salahku, Tuhan, kenapa aku jadi korban plot twist?\u201d Tak hanya itu, beberapa pesawat tanker pengisian bahan bakar juga ikut tumbang. Seolah mereka kompak bilang, \u201ccuti dulu ya, bos, burnout ini.\u201d<\/p>\n<p>Hasilnya? Kemampuan pengawasan dan komando udara Amerika di kawasan langsung ambruk. Kayak sinyal WiFi pas lagi penting-pentingnya. Ditambah lagi, sekitar 10 sampai 12 personel militer AS terluka, dua di antaranya dalam kondisi yang oleh media disebut \u201cagak kurang sehat.\u201d Bahasa halus tingkat dewa itu. Kalau orang Indonesia mungkin bilang, \u201cya\u2026 ntar lagi modar tu.\u201d<\/p>\n<p>Tapi jangan kira ini sudah klimaks. Ini baru opening. Di Kuwait, Iran kembali tampil dengan penuh dedikasi artistik. Enam kapal pendaratan militer AS di Pelabuhan Al-Shuyoukh disapa dengan cara yang sangat\u2026 personal. Tiga langsung tenggelam dramatis, kayak adegan Titanic versi geopolitik. Sisanya terbakar, mengapung setengah pasrah, mungkin sambil mikir, \u201ckok kita jadi instalasi seni ya?\u201d<\/p>\n<p>Kapal-kapal yang biasanya gagah di Teluk Persia, kini mendadak jadi reflektif. Lebih rendah hati. Lebih filosofis. Lebih dekat dengan dasar laut.<\/p>\n<p>Lalu masuk babak paling \u201csweet\u201dhotel-hotel mewah di Dubai dan sekitarnya. Tempat favorit tentara AS untuk rebahan setelah hari yang melelahkan. Iran tampaknya tak ingin mereka terlalu nyaman. Maka dikirimlah \u201cpaket kejutan\u201d berupa drone kamikaze. Alarm pagi versi upgrade, bukan bunyi \u201ckring kring\u201d, tapi \u201cboom boom\u201d.<\/p>\n<p>Pesannya sederhana: \u201cKalau hotel dipakai jadi tempat strategis, ya jangan kaget kalau dianggap bagian dari permainan.\u201d Tegas, lugas, tanpa basa-basi ala customer service.<\/p>\n<p>Yang bikin makin lucu, eh, tragis tapi lucu, adalah timing-nya. Beberapa hari sebelumnya, Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dengan percaya diri bilang serangan Iran sudah turun lebih dari 90 persen. Statistik yang indah. Optimisme yang membahana. Tapi seminggu kemudian, Iran malah bikin \u201cfestival kembang api\u201d skala besar dengan ratusan proyektil. Akurasinya? Ya\u2026 seperti ramalan cuaca Jakarta: \u201ccerah berawan\u201d tapi warga sudah siap perahu karet.<\/p>\n<p>Bagi para pendukung poros perlawanan, ini jelas jadi bahan bakar semangat. Narasinya sederhana. Dibilang lemah, tapi masih bisa bikin pangkalan jadi pesta, kapal jadi karang, dan hotel jadi zona waspada. Sementara Amerika? Sibuk kalkulasi. Berapa aset tersisa, berapa yang jadi kenangan, dan berapa personel yang harus pindah hotel lagi karena \u201csedikit gangguan teknis.\u201d<\/p>\n<p>Akhirnya, dunia kembali diingatkan. Dalam panggung geopolitik, yang sering bicara belum tentu yang paling menentukan. Kadang yang diam-diam justru datang membawa \u201cpaket spesial\u201d lengkap, cepat, dan langsung terasa.<\/p>\n<p>Begitulah, episode kali ini ditutup dengan suasana campur aduk, dramatis, absurd, sekaligus menghibur bagi penonton yang suka nonton dunia seperti nonton serial, penuh plot twist dan karakter yang tak pernah kehabisan cara untuk bikin kejutan.<\/p>\n<p>(Ketua Satupena Kalbar)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh:Rosadi Jamani YANG namanya Donald Trump sama menteri pertahanannya selalu teriak menang. Iran kalah. Nyatanya, Iran sukses menghancurkan pesawat canggih AWACS dan enam kapal perang AS. Kok bisa? Ya bisalah, wak.\u00a0 Ceritanya begini, angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang katanya \u201csudah melemah\u201d itu tiba-tiba menggelar pertunjukan kembang api yang bukan kaleng-kaleng. Lokasinya? Pangkalan Udara Prince [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":496925,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[36,272],"tags":[347,1420,274908,324546,368761,368783,68],"series":[],"class_list":["post-496924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-timur-tengah","tag-amerika-serikat","tag-peristiwa","tag-berita","tag-donald-trump-teroris","tag-perang-iran-vs-as-israel","tag-teroris-amerika-serikat","tag-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/496924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=496924"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/496924\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/496925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=496924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=496924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=496924"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=496924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}