{"id":500292,"date":"2026-04-26T06:33:00","date_gmt":"2026-04-25T23:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/04\/26\/mahfud-md-bongkar-borok-mbg-untuk-makan-cuma-rp34-miliar-sisanya-triliunan-buat-mobil-dan-kaos\/"},"modified":"2026-04-26T09:38:20","modified_gmt":"2026-04-26T02:38:20","slug":"mahfud-md-bongkar-borok-mbg-untuk-makan-cuma-rp34-miliar-sisanya-triliunan-buat-mobil-dan-kaos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/04\/26\/mahfud-md-bongkar-borok-mbg-untuk-makan-cuma-rp34-miliar-sisanya-triliunan-buat-mobil-dan-kaos\/","title":{"rendered":"Mahfud MD Bongkar Borok MBG: Untuk Makan Cuma Rp34 Miliar, Sisanya Triliunan Buat Mobil dan Kaos!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 \u2013 Eks Menko Polhukam <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a> mengungkap fakta mengejutkan di balik karut-marut tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).\u00a0<\/p>\n<p>Dalam wawancara di kanal YouTube Forum KEADILAN TV, Jumat (24\/4\/2026), Mahfud yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara UII ini membeberkan adanya ketimpangan anggaran MBG yang fantastis sekaligus memprihatinkan.<\/p>\n<p>Mahfud menyebut bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, dari total anggaran triliunan rupiah yang digelontorkan untuk program unggulan MBG ini, serapan untuk bahan pangan justru sangat minim.<\/p>\n<p>&#8220;Tadi saya baru dapat, uang yang dikeluarkan MBG yang triliunan itu, yang untuk makan cuma Rp34 Miliar. Sisanya untuk apa? Biaya mobil, biaya kaos, biaya ompreng (wadah makan), dan lain-lain. Ini boros,&#8221; tegas Mahfud MD dengan nada tajam.<\/p>\n<p>Ia menilai, ketidakefektifan anggaran ini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.<\/p>\n<p>Karena anggaran terbesar kata dia justru tersebar ke berbagai pos pengeluaran lain yang dinilai tidak krusial, seperti pengadaan kendaraan, perlengkapan, hingga biaya operasional yang dipertanyakan urgensinya.<\/p>\n<p>\u201cKalau benar angkanya seperti itu, berarti ada masalah serius dalam tata kelola. Harus diperiksa,\u201d ujar Mahfud.<\/p>\n<p>Mahfud menilai, kritik terhadap program MBG seharusnya dijawab <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> dengan perbaikan konkret, bukan sekadar narasi.<\/p>\n<p>Mahfud juga menyoroti adanya ketidaksesuaian antara laporan di tingkat pusat dengan kondisi di lapangan, termasuk dugaan kasus keracunan massal dan distribusi yang tidak tepat sasaran.<\/p>\n<p>Bahkan kata Mahfud ia mempertanyakan klaim distribusi bahan pangan dalam jumlah besar, seperti klaim yang menyebutkan MBG sudah membeli 19 ribuan sapi, yang dinilai tidak sejalan dengan fakta di daerah.<\/p>\n<p>\u201cLaporannya besar, tapi realitasnya tidak terlihat,\u201d katanya.<\/p>\n<p><b>Soroti Tata Kelola<\/b><\/p>\n<p>Di sisi lain, ia mengapresiasi jika benar informasi bahwa Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> mulai mempertimbangkan perubahan tata kelola MBG agar lebih tepat sasaran.<\/p>\n<p>&#8220;Terutama bagi masyarakat miskin di wilayah 3T yakni tertinggal, terdepan, dan terluar,&#8221; katanya,<\/p>\n<p>Namun demikian, Mahfud menegaskan bahwa perubahan kebijakan harus diikuti dengan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran sebelumnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Mahfud menyoroti fenomena hedonisme pejabat daerah yang dinilai turut memperburuk persepsi publik terhadap pengelolaan anggaran negara.<\/p>\n<p>Ia menyebut praktik pemborosan anggaran sebagai \u201cbrutal\u201d dan berpotensi menjadi budaya yang menular dari pusat ke daerah.<\/p>\n<p>Meski demikian, Mahfud mengakui bahwa program MBG tetap memiliki dampak positif bagi masyarakat miskin.<\/p>\n<p>Banyak warga yang merasakan manfaat langsung, meskipun kualitas tata kelola masih menjadi persoalan utama.<\/p>\n<p>\u201cProgramnya bagus, tapi pengelolaannya buruk. Itu yang harus diperbaiki,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia berharap agar pemerintah tidak hanya responsif terhadap kritik, tetapi juga konsisten melakukan reformasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.<\/p>\n<p><b>Menanti Nyali Reformasi Polri<\/b><\/p>\n<p>Selain isu MBG, Mahfud juga mengungkap nasib dokumen Komisi Reformasi Polri yang hingga kini &#8216;tertahan&#8217; di Istana.\u00a0<\/p>\n<p>Meskipun dokumen setebal 8 buku dan 10 dokumen hasil kerja tim ahli sudah rampung sejak Februari, Presiden Prabowo Subianto belum juga menjadwalkan pertemuan resmi untuk menerima laporan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pak Jimly (Asshiddiqie) sudah tawarkan kirim naskahnya, tapi Presiden bilang jangan dikirim takut bocor, minta datang langsung. Tapi sampai hari ini belum ada jadwal,&#8221; ungkap Mahfud.<\/p>\n<p>Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Polri yang sudah mulai menjalankan salah satu poin rekomendasi, yakni penghapusan sistem &#8216;titip-titipan&#8217; dalam rekrutmen Akpol.<\/p>\n<p>&#8220;Setidaknya ke depan Polri bisa lebih tegas dan bersih dari kepentingan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>,&#8221; katanya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 \u2013 Eks Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap fakta mengejutkan di balik karut-marut tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).\u00a0 Dalam wawancara di kanal YouTube Forum KEADILAN TV, Jumat (24\/4\/2026), Mahfud yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara UII ini membeberkan adanya ketimpangan anggaran MBG yang fantastis sekaligus memprihatinkan. Mahfud menyebut bahwa berdasarkan informasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":500293,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[68,237,1420,6769,274908,295387,312152],"series":[],"class_list":["post-500292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-headline","tag-mahfud-md","tag-peristiwa","tag-korupsi","tag-berita","tag-makan-bergizi-gratis","tag-mbg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/500292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=500292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/500292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/500293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=500292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=500292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=500292"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=500292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}