{"id":500898,"date":"2026-04-29T22:37:00","date_gmt":"2026-04-29T15:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/04\/29\/jaka-widada-resmi-jadi-guru-besar-mikrobiologi-ugm-netizen-bilang-ah-apa-hanya-perasaanku-saja\/"},"modified":"2026-04-29T23:38:21","modified_gmt":"2026-04-29T16:38:21","slug":"jaka-widada-resmi-jadi-guru-besar-mikrobiologi-ugm-netizen-bilang-ah-apa-hanya-perasaanku-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/04\/29\/jaka-widada-resmi-jadi-guru-besar-mikrobiologi-ugm-netizen-bilang-ah-apa-hanya-perasaanku-saja\/","title":{"rendered":"Jaka Widada Resmi Jadi Guru Besar Mikrobiologi UGM, Netizen Bilang \u2018Ah Apa Hanya Perasaanku Saja?\u2019"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211; Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengukuhkan seorang Guru Besar Mikrobiologi.\u00a0<\/p>\n<p>Ia adalah Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P.,Ph.D., dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM pada hari Selasa 21 April 2026 di ruang Balai Senat.\u00a0<\/p>\n<p>Dikutip dari laman resmi UGM, dalam pengukuhan jabatan Guru Besar di bidang Mikrobiologi Terapan, ia menyampaikan pidato berjudul Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global.<\/p>\n<p>Jaka mengatakan dalam pengembangan produktivitas tanaman pangan cenderung berfokus pada seleksi varietas berdasarkan kecepatan tumbuh, umur panen, atau besarnya bulir padi.<\/p>\n<p>Namun, dibalik efisiensi tersebut, apa yang terjadi di bawah permukaan tanah sering terlupakan.\u00a0<\/p>\n<p>Padahal ketika menghadapi cekaman patogen atau kekeringan, tanaman mengaktifkan strategi pertahanan kompleks yang dikenal sebagai mekanisme \u201cCry for Help.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTanaman secara aktif mengekskresikan hingga 30% hasil fotosintesisnya sebagai eksudat akar. Cairan kaya gula dan asam organik ini berfungsi sebagai sinyal kimiawi di zona rizosfer,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya saat ini terjadi ancaman Microbiome Extinction atau kepunahan ekosistem mikroba secara masif akibat praktik pertanian intensif, penggunaan pupuk sintetis yang berlebihan, dan paparan herbisida.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Upaya penyelamatan mikrobioma tanah melalui praktik mikrobiologi terapan merupakan prasyarat mutlak untuk menyelamatkan peradaban.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKita harus beralih dari sekedar memberi makan tanaman dengan bahan kimia menjadi \u201cmemberi makan\u201d kehidupan dalam tanah. Sebab, hanya dari tanah yang sehatlah akan lahir pangan yang kuat, dan dari pangan yang kuatlah akan lahir manusia yang sehat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Akan tetapi saat kabar ini diunggah ke media sosial, netizen justru salah fokus dengan nama sang guru besar.\u00a0<\/p>\n<p>Jaka Widada yang berasal dari UGM, tentu mengingatkan juga dengan sosok Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> era 2014-2024 yang juga jebolan UGM namun dari bidang kehutanan.\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, netizen justru membandingkan dan menyamakan nama Jaka Widada.<\/p>\n<p>\u201cAh apa hanya perasaanku saja,\u201d tulis netizen.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cApa iya si pria Solo itu,\u201d tulis netizen.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cYang itu O, yang ini A,\u201d tulis yang lain.\u00a0<\/p>\n<p>Jaka Widada menjelaskan bahwa tantangan terbesar pada saat ini adalah minimnya infrastruktur riset multi-omik yang memadai, keterbatasan kapasitas bioinformatika untuk mengolah maha-data (big data) mikrobioma, serta belum terintegrasinya hasil riset akademis ke dalam kebijakan ekologis dan industri.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKita harus berinvestasi lebih berani pada teknologi sains hayati dan mencetak generasi peneliti yang fasih membaca \u2018sandi\u2019 alam, agar perpustakaan genomik kita tidak sekadar menjadi harta karun\u00a0 yang tak tersentuh, melainkan mesin penggerak solusi yang nyata,\u201d tutupnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengukuhkan seorang Guru Besar Mikrobiologi.\u00a0 Ia adalah Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P.,Ph.D., dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM pada hari Selasa 21 April 2026 di ruang Balai Senat.\u00a0 Dikutip dari laman resmi UGM, dalam pengukuhan jabatan Guru Besar di bidang Mikrobiologi Terapan, ia menyampaikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":500899,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-500898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/500898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=500898"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/500898\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/500899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=500898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=500898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=500898"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=500898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}