{"id":501389,"date":"2026-05-03T14:56:00","date_gmt":"2026-05-03T07:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/03\/dituding-sebar-fitnah-soal-hubungan-prabowo-teddy-amien-rais-siap-buktikan-di-pengadilan\/"},"modified":"2026-05-03T14:59:03","modified_gmt":"2026-05-03T07:59:03","slug":"dituding-sebar-fitnah-soal-hubungan-prabowo-teddy-amien-rais-siap-buktikan-di-pengadilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/03\/dituding-sebar-fitnah-soal-hubungan-prabowo-teddy-amien-rais-siap-buktikan-di-pengadilan\/","title":{"rendered":"Dituding Sebar Fitnah soal Hubungan Prabowo &#8211; Teddy, Amien Rais Siap Buktikan di Pengadilan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Polemik pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terkait Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> dan Seskab Teddy Indra Wijaya terus bergulir.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Amien Rais menegaskan pentingnya kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi.<\/p>\n<p>\u201cYa, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus,\u201d ujar Amien saat ditemui usai acara Munas Partai Ummat di Sleman, Minggu (3\/5\/2026).<\/p>\n<p>Ia menilai bahwa dalam negara demokrasi, setiap individu berhak menyampaikan pendapat, meskipun berbeda dengan pemerintah maupun kelompok masyarakat lainnya.<\/p>\n<p>\u201cNah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Amien juga menyatakan siap jika polemik ini berlanjut ke jalur hukum. Ia bahkan meminta pembuktian dilakukan secara terbuka di pengadilan.<\/p>\n<p>\u201cSaya diberi tahu ahli-ahli hukum itu, Komdigi tidak berhak. Jadi yang berhak itu si Teddy, nah itu baru akan dibawa ke pengadilan. Dan di pengadilan saya akan yakin sekali, tunjukkan! Saya minta beberapa dokter spesialis apakah betul dia itu gay atau bukan. Nah gitu saja nanti kita ngobrol-ngobrol lagi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Amien sempat mengunggah video di kanal YouTube berjudul \u201cJAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL\u201d. Namun, video berdurasi sekitar 8 menit tersebut kini sudah tidak tersedia.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menilai video tersebut mengandung fitnah, ujaran kebencian, dan berpotensi memecah belah masyarakat.<\/p>\n<p>Meutya menyebut video yang membahas kedekatan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengandung narasi yang tidak berdasar.<\/p>\n<p>\u201cKementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat,\u201d ujar Meutya.<\/p>\n<p>\u201cKementerian Komunikasi dan mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, Digital (Komdigi) telah pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat,\u201d ujar Meutya dalam postingan Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2\/5\/2026).(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Polemik pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terkait Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya terus bergulir. Menanggapi hal tersebut, Amien Rais menegaskan pentingnya kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi. \u201cYa, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":501390,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-501389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/501389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=501389"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/501389\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/501390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=501389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=501389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=501389"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=501389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}