{"id":501595,"date":"2026-05-05T11:17:50","date_gmt":"2026-05-05T04:17:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=501595"},"modified":"2026-05-05T11:17:16","modified_gmt":"2026-05-05T04:17:16","slug":"kritik-uu-pprt-mengapa-regulasi-saja-tidak-cukup-bagi-kesejahteraan-prt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/05\/kritik-uu-pprt-mengapa-regulasi-saja-tidak-cukup-bagi-kesejahteraan-prt\/","title":{"rendered":"Kritik UU PPRT: Mengapa Regulasi Saja Tidak Cukup bagi Kesejahteraan PRT?"},"content":{"rendered":"<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\"><em><strong>Oleh:<\/strong> Ria Nurvika Ginting, S.H., M.H.<\/em> <sup><a href=\"#footnote_1_501595\" id=\"identifier_1_501595\" class=\"footnote-link footnote-identifier-link\" title=\"Dosen Fakultas Hukum\">1<\/a><\/sup><\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"dropcap\">S<\/span>ETELAH menanti selama 22 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya resmi mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (<a title=\"UU PPRT\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/uu-pprt\/\">UU PPRT<\/a>) dalam rapat paripurna pada 22 April 2026. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Pengesahan ini disambut sebagai angin segar bagi kepastian hukum, perlindungan hak, upah layak, dan jam kerja yang manusiawi bagi jutaan pekerja domestik di Indonesia. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Momentum ini terasa semakin krusial karena berdekatan dengan peringatan Hari Buruh (May Day) 1 Mei, yang selama bertahun-tahun menjadikan RUU ini sebagai tuntutan utama.<\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyebut UU ini sebagai tonggak penting bagi 4,2 juta pekerja rumah tangga di Indonesia, di mana 84% di antaranya adalah perempuan dan sekitar 143 ribu adalah pekerja anak. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Namun, di tengah euforia ini, muncul pertanyaan mendasar: mampukah regulasi ini benar-benar menjamin kesejahteraan PRT, ataukah ia hanya akan menjadi &#8220;kemenangan normatif&#8221; di atas kertas?<\/span><\/p>\n<h3 class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Akar Masalah: Sistem Kapitalis-Sekuler<\/span><\/h3>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Kita harus menyadari bahwa problematika buruh\u2014termasuk PRT\u2014adalah masalah sistemik yang terus berulang. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Akar permasalahannya terletak pada penerapan sistem kapitalis-sekuler yang secara inheren berpihak kepada pemilik modal (kapital). <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Dalam paradigma ini, manusia sering kali hanya dipandang sebagai faktor produksi atau angka statistik dalam &#8220;ekonomi perawatan&#8221; (<\/span><span class=\"ng-star-inserted\">care economy<\/span><span class=\"ng-star-inserted\">).<\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Standar utama sistem ini adalah asas manfaat. Pekerja, khususnya perempuan, dipandang sebagai investasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Namun, karena posisi tawar mereka yang rendah, mereka rentan dieksploitasi. Jika keberadaan mereka dianggap menguntungkan secara material, mereka diakomodasi; namun jika dianggap membebani modal, hak-hak mereka dengan mudah diabaikan. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Selama sistem yang mendasarinya masih memprioritaskan keuntungan materi di atas kemanusiaan, undang-undang apa pun yang lahir dari rahim kapitalisme akan sulit menyentuh substansi keadilan.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Perspektif Islam: Memuliakan Pekerja Wanita<\/span><\/h3>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Sebagai alternatif fundamental, Islam telah menyediakan pengaturan yang komprehensif mengenai tenaga kerja. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Dalam Islam, bekerja bagi perempuan bukanlah sebuah kewajiban sebagaimana laki-laki yang menjadi nafkah utama keluarga. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Hukum bekerja bagi wanita adalah\u00a0<\/span><span class=\"ng-star-inserted\">mubah<\/span><span class=\"ng-star-inserted\">\u00a0(boleh), dengan catatan tidak mengabaikan fungsi utamanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (<\/span><span class=\"ng-star-inserted\">ummun wa rabbatul bait<\/span><span class=\"ng-star-inserted\">). <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa&#8217; ayat 32 yang mengakui hak usaha bagi laki-laki maupun perempuan.<\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Lebih dari sekadar aturan kerja, Islam memberikan teladan melalui Rasulullah SAW tentang bagaimana memperlakukan pekerja dengan penuh kasih sayang, manusiawi, dan tidak membebani di luar batas kemampuan. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Rasulullah SAW menekankan pentingnya memberikan upah yang layak secara segera (&#8220;sebelum keringatnya mengering&#8221;) dan melarang tindakan dzalim, tanpa memandang latar belakang agama pekerja tersebut.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Menuju Solusi Hakiki<\/span><\/h3>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Kesejahteraan pekerja domestik tidak akan tercapai hanya dengan mengganti atau menambah undang-undang yang lahir dari akal manusia yang terbatas dan penuh kepentingan. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Masalah mendasar dalam ketenagakerjaan adalah pemenuhan kebutuhan hidup yang layak bagi setiap individu.<\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Hanya melalui penerapan sistem Syariat secara menyeluruh dalam institusi yang amanah (Daulah Khilafah), keadilan sejati dapat diwujudkan. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Dalam sistem ini, negara hadir bukan sebagai regulator yang berpihak pada pemilik modal, melainkan sebagai pelayan rakyat yang memastikan setiap hak pekerja\u2014baik pria maupun wanita, <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Muslim maupun non-Muslim\u2014terpenuhi berdasarkan hukum Allah yang maha adil.<\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Negara akan memberikan sanksi tegas bagi pemberi kerja yang bertindak dzalim. Walhasil, perlindungan terhadap PRT bukan lagi sekadar narasi investasi ekonomi, melainkan bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta dalam memuliakan manusia. <\/span><\/p>\n<p class=\"ng-star-inserted\"><span class=\"ng-star-inserted\">Tanpa perubahan sistemik menuju Syariat, kesejahteraan PRT akan terus terjebak dalam janji-janji normatif yang sulit terealisasi.<\/span><\/p>\n<ol class=\"footnotes\"><li id=\"footnote_1_501595\" class=\"footnote\">Dosen Fakultas Hukum<span class=\"footnote-back-link-wrapper\">[<a href=\"#identifier_1_501595\" class=\"footnote-link footnote-back-link\">\u21a9<\/a>]<\/span><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah menanti selama 22 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya resmi mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) dalam rapat paripurna pada 22 April 2026.<\/p>\n","protected":false},"author":1112,"featured_media":501635,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[66460],"tags":[369667],"series":[],"class_list":["post-501595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-uu-pprt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/501595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1112"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=501595"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/501595\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/501635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=501595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=501595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=501595"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=501595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}