{"id":501740,"date":"2026-05-06T06:52:00","date_gmt":"2026-05-05T23:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/06\/rakyat-antipati-dengan-psi\/"},"modified":"2026-05-06T07:52:09","modified_gmt":"2026-05-06T00:52:09","slug":"rakyat-antipati-dengan-psi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/06\/rakyat-antipati-dengan-psi\/","title":{"rendered":"Rakyat Antipati dengan PSI"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Sentimen negatif terhadap Partai Solidaritas Indonesia (<a title=\"PSI\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/psi\/\" data-lasso-id=\"604\">PSI<\/a>) terus bermunculan. Mulai dari kritik terkait gaya <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\" data-lasso-id=\"605\">Politik<\/a> hingga manuver kadernya yang kontroversial.<\/p>\n<p>Di antaranya adalah dua petinggi PSI, Ade Armando dan Grace Natalie yang dilaporkan aliansi 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Bareskrim Polri pada Senin, 4 Mei 2026.<\/p>\n<p>Keduanya bersama pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan terkait dugaan penghasutan dan provokasi serta framing di media sosial soal ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).<\/p>\n<p>&#8220;Sepertinya rakyat antipati terhadap PSI,&#8221; kata peneliti media dan politik, Buni Yani, dikutip Rabu 6 Mei 2026.<\/p>\n<p>Imbas dari laporan ke Bareskrim tersebut, Ade Armando menyatakan mundur dari PSI.<\/p>\n<p>Ade menyampaikan, keputusan ini diambil karena banyak kelompok yang menunggangi isu dan mengorkestrasi serangan ke PSI.<\/p>\n<p>Masalah lain yang mencuat di internal PSI adalah kasus pemukulan yang dialami Wakil Ketua Umum (Waketum) PSI Ronald A Sinaga. Ia menjadi korban pemukulan di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 4 Mei 2026.<\/p>\n<p>&#8220;1 kader PSI kena pukul sampai berdarah, beberapa kader lainnya dilaporkan polisi karena video JK,&#8221; pungkas Buni Yani.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sentimen negatif terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus bermunculan. Mulai dari kritik terkait gaya Politik hingga manuver kadernya yang kontroversial.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":501741,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242,1420,10984,274908],"series":[],"class_list":["post-501740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik","tag-peristiwa","tag-psi","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/501740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=501740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/501740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/501741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=501740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=501740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=501740"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=501740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}