{"id":502192,"date":"2026-05-08T13:14:00","date_gmt":"2026-05-08T06:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/08\/terbongkar-joki-utbk-kedokteran-di-surabaya-beroperasi-sejak-2017-tarif-tembus-rp112-juta\/"},"modified":"2026-05-08T13:28:58","modified_gmt":"2026-05-08T06:28:58","slug":"terbongkar-joki-utbk-kedokteran-di-surabaya-beroperasi-sejak-2017-tarif-tembus-rp112-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/08\/terbongkar-joki-utbk-kedokteran-di-surabaya-beroperasi-sejak-2017-tarif-tembus-rp112-juta\/","title":{"rendered":"Terbongkar! Joki UTBK Kedokteran di Surabaya Beroperasi Sejak 2017, Tarif Tembus Rp112 Juta"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Praktik joki UTBK di Surabaya ternyata bukan aksi dadakan. Polisi mengungkap dugaan kecurangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menyasar calon mahasiswa yang ingin lolos ke perguruan tinggi negeri favorit, terutama fakultas kedokteran.<\/p>\n<p>Fakta tersebut terungkap dalam video lanjutan yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan melalui akun Instagram resminya, Rabu 6 Mei 2026.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan yang ditampilkan di video itu, sejumlah tersangka mulai buka suara terkait praktik joki UTBK yang mereka jalankan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Fakultas Kedokteran Jadi Target Utama<\/h2>\n<p>Salah satu tersangka mengaku mayoritas klien yang menggunakan jasa mereka memilih fakultas kedokteran sebagai tujuan utama.<\/p>\n<p>Pengakuan itu membuat polisi cukup terkejut, terutama setelah mengetahui jumlah peserta yang diduga pernah menggunakan jasa joki mencapai ratusan orang.<\/p>\n<p>\u201cTahun 2026 hanya 4 atau 5 orang. Ada yang mau dikerjakan cuma 1 orang. Sisanya tidak jadi. Fakultas kedokteran semua,\u201d ujar salah satu tersangka saat diperiksa.<\/p>\n<p>Tersangka tersebut juga mengaku telah menjadi joki sejak tahun 2017 atau sekitar sembilan tahun terakhir.<\/p>\n<p>Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan bahkan sempat menanyakan jumlah peserta yang pernah ditangani pelaku.<\/p>\n<p>Jawaban tersangka cukup mengejutkan.<\/p>\n<p>Sekitar 150 orang disebut pernah menjadi klien jasa joki UTBK tersebut.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Tarif Jasa Tembus Rp112 Juta<\/h2>\n<p>Dalam pemeriksaan yang sama, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengungkap bayaran fantastis yang diterima para joki.<\/p>\n<p>\u201cTahun 2025 sudah ada ini bayarnya Rp112 juta. Tahun 2025 ada 10 orang. Kau ciptakan dokter-dokter yang tidak punya kompetensi kemampuan,\u201d kata Edy kepada tersangka.<\/p>\n<p>Pernyataan itu langsung memantik perhatian publik karena praktik joki dinilai bukan sekadar pelanggaran ujian, tetapi juga bisa berdampak serius pada kualitas profesi di masa depan.<\/p>\n<p>Tersangka lain berinisial N juga mengaku mulai menjalani profesi joki sejak 2023.<\/p>\n<p>\u201cTotal 6 orang lulus semua,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Modus Tidak Sekadar Gantikan Peserta<\/p>\n<p>Polisi menyebut praktik joki UTBK ini dilakukan dengan berbagai modus manipulasi.<\/p>\n<p>Bukan hanya menggantikan peserta saat ujian berlangsung, pelaku juga diduga memalsukan sejumlah dokumen penting agar identitas peserta sulit terdeteksi.<\/p>\n<p>Berikut sejumlah fakta penting yang diungkap polisi:<\/p>\n<p>Fakultas kedokteran menjadi target utama peserta pengguna jasa joki<\/p>\n<p>Salah satu joki telah beroperasi sejak 2017<\/p>\n<p>Jumlah klien diduga mencapai sekitar 150 orang<\/p>\n<p>Tarif jasa bisa mencapai Rp112 juta<\/p>\n<p>Modus meliputi pemalsuan KTP, stempel, hingga foto ijazah<\/p>\n<p>Nilai UTBK peserta disebut bisa menembus angka 700<\/p>\n<p>Beberapa peserta dipastikan lolos melalui bantuan joki<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Polisi Duga Ada Jaringan Lebih Besar<\/h2>\n<p>Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan meminta jajarannya terus mendalami kasus tersebut karena diduga melibatkan jaringan yang lebih luas.<\/p>\n<p>\u201cCoba ditelusuri lagi. Idenya dari mana, lebih bagus coba ceritakan semua, kalau enggak pun akan kami gali semua kok,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Saat ini kasus joki UTBK tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polrestabes Surabaya. ***<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/502192?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Praktik joki UTBK di Surabaya ternyata bukan aksi dadakan. Polisi mengungkap dugaan kecurangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menyasar calon mahasiswa yang ingin lolos ke perguruan tinggi negeri favorit, terutama fakultas kedokteran. Fakta tersebut terungkap dalam video lanjutan yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan melalui akun Instagram resminya, Rabu 6 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":502193,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-502192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/502192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=502192"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/502192\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/502193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=502192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=502192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=502192"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=502192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}