{"id":502223,"date":"2026-05-08T20:39:00","date_gmt":"2026-05-08T13:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/08\/pengakuan-korban-kyai-cabul-ashari-disuruh-telan-air-mani-agar-diakui-guru-toriqoh\/"},"modified":"2026-05-08T21:25:47","modified_gmt":"2026-05-08T14:25:47","slug":"pengakuan-korban-kyai-cabul-ashari-disuruh-telan-air-mani-agar-diakui-guru-toriqoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/08\/pengakuan-korban-kyai-cabul-ashari-disuruh-telan-air-mani-agar-diakui-guru-toriqoh\/","title":{"rendered":"Pengakuan Korban Kyai Cabul Ashari: Disuruh Telan Air Mani agar Diakui Guru Toriqoh"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Salah satu korban Kyai Ashari Pondok Pesantren di Pati buka suara. Ia bongkar modus pengasuh Ponpes tersebut.<\/p>\n<p>Lewat YouTube Channel Denny Sumargo, korban mengawali cerita tiga tahun di Pondok Pesantren tersebut.<\/p>\n<p>Korban menceritakan bahwa dirinya tak aneh dan curiga dengan pelaku.<\/p>\n<p>\u201cUdah tiga tahun, tidak apa-apa (perlakuan aneh). Baik, alhamdulillah nggak ada (Kyai macam-macam), kalau ngobrol ya ngaji sampai mana belajarnya gimana,\u201d ungkap korban.<\/p>\n<p>Kyai Ashari diketahui tak mengajar dan hanya saja tinggal di sana dan ceramah tiap hari Jumat.<\/p>\n<p>\u201cNggak ngajar, pak Yai ceramah tiap hari Jumat, ada di situ tapi nggak ngajar, tinggal di situ,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dibeberkan korban, Ashari tak punya tempat bernaung tetap.<\/p>\n<p>\u201cPak Yai tidak menetap tidurnya ganti-ganti, dulu nggak ada tempat tetap sesuai keinginannya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Awalnya korban juga memijat lalu berlanjut ke ciuman di pipi.<\/p>\n<p>Korban menyebut hal tersebut lumrah di kalangan santriwati yang melayani di bagian ndalem.<\/p>\n<p>\u201cAwal mula bertahap disuruh mijeti, terus dicium kanan kiri (pipi) di situ biasa, kalau ndalem udah biasa kalau santri salim aja,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ashari juga kerap mengajak santriwati ziarah di sana biasanya diminta menemani tidur.<\/p>\n<p>\u201cSering juga diajak ziarah, shalawat biasanya berdua kadang ramai, nggak curiga karena melekatnya nurut,\u201d ujarnya lagi.<\/p>\n<p>\u201c(Saat ziarah) biasanya diajak nemenin tidur nggak sampai berhubungan sih, tidur satu kamar tok.\u201d jawab korban.<\/p>\n<p>Diakui korban bahwa pelaku memperdaya dengan pelan namun pasti.<\/p>\n<p>Saat korban terjebak, baru Kyai Ashari menyebut apa yang dilakukannya adalah suruhan guru toriqoh atau ajaran Guru dari Mesir.<\/p>\n<p>Korban juga diperdaya disebut punya penyakit hati yang cara menyembuhkan menurut Ashari dengan tidur tersebut.<\/p>\n<p>\u201cDi sana ada guru toriqoh, menurut Kyai guru toriqoh bilang nyembuhin sakit. Bilangnya saya banyak iri, banyak penyakit dalam lah, dengki, banyak fitnah, obatnya gini (tidur bareng) salah satunya,\u201d tambahnya lagi.<\/p>\n<p>Dijelaskan kuasa hukum korban, lama kelamaan Ashari meminta agar dilayani dengan memasukkan air mani lewat aktivitas seksual.\u00a0<\/p>\n<p>Pelaku menyebut agar korban diterima diakui Nabi dan ummat.<\/p>\n<p>\u201cKeinginannya agar memasukkan alat kelamin ke mulut agar air mani ditelan agar diakui oleh Nabi ummat dan guru toriqoh,\u201d ujar kuasa hukum korban.<\/p>\n<p>\u201cApa yang dilakukan oknum ini bilangnya disuruh guru toriqoh guru Mesir,\u201d kata ayah Korban.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Salah satu korban Kyai Ashari Pondok Pesantren di Pati buka suara. Ia bongkar modus pengasuh Ponpes tersebut. Lewat YouTube Channel Denny Sumargo, korban mengawali cerita tiga tahun di Pondok Pesantren tersebut. Korban menceritakan bahwa dirinya tak aneh dan curiga dengan pelaku. \u201cUdah tiga tahun, tidak apa-apa (perlakuan aneh). Baik, alhamdulillah nggak ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":502224,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-502223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/502223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=502223"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/502223\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/502224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=502223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=502223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=502223"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=502223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}