{"id":502878,"date":"2026-05-13T20:32:00","date_gmt":"2026-05-13T13:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/13\/psi-kehilangan-arah-sejak-dipenuhi-politisi-kutu-loncat\/"},"modified":"2026-05-14T02:36:03","modified_gmt":"2026-05-13T19:36:03","slug":"psi-kehilangan-arah-sejak-dipenuhi-politisi-kutu-loncat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/13\/psi-kehilangan-arah-sejak-dipenuhi-politisi-kutu-loncat\/","title":{"rendered":"PSI Kehilangan Arah sejak Dipenuhi Politisi Kutu Loncat"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p>BANDA ACEH &#8211;<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pengamat-politik\/\">Pengamat Politik<\/a> Nurul Fatta menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai kehilangan arah sejak banyak politisi oportunis atau \u201ckutu loncat\u201d masuk dan menduduki posisi strategis di internal partai.<\/p>\n<p>Menurutnya, persoalan utama PSI saat ini bukan sekadar soal platform atau agenda <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, melainkan melemahnya solidaritas internal yang dulu menjadi kekuatan utama partai tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya punya hubungan baik dengan teman-teman PSI, bahkan dengan beberapa elit PSI. Karena itu, saya sudah cukup lama mengatakan bahwa PSI mulai kehilangan arah sejak banyak politisi kutu loncat masuk dan bahkan mendapatkan posisi strategis di partai,\u201d kata Fatta kepada RMOL, Rabu, 13 Mei 2026.<\/p>\n<p>Ia menilai PSI yang dahulu dikenal dengan semangat kolektif dan loyalitas antarkader yang kuat kini justru terlihat semakin tidak solid.<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya, sebelum membahas platform atau agenda besar, PSI perlu lebih dulu memperbaiki solidaritas internalnya. PSI yang dulu dikenal memiliki semangat kolektif dan loyalitas antarkader yang kuat, hari ini justru terlihat semakin berantakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Nurul Fatta juga menyinggung posisi Grace Natalie yang disebutnya sebagai peletak pondasi awal PSI, namun kini dinilai seolah tidak mendapatkan pembelaan yang layak ketika menghadapi persoalan politik.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan saja, figur seperti Grace Natalie yang menjadi peletak pondasi awal PSI seolah tidak mendapatkan pembelaan yang layak ketika menghadapi persoalan politiknya. Nama dan perannya seperti mulai disingkirkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut dia, masuknya banyak politisi oportunis telah membawa budaya politik toksik yang perlahan mengubah karakter internal partai. Akibatnya, kader lama yang sebelumnya berada di garis depan perjuangan mulai tersingkir.<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang lama saya yakin yang awalnya ada di garda terdepan, bakal makin mundur di shaf paling belakang. Loyalitas menjadi lemah, solidaritas menurun, dan politik transaksional pastinya ke depan bakal lebih dominan dibanding perjuangan kolektif,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Nurul Fatta meminta Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan identitas partai.<\/p>\n<p>\u201cPSI tidak hanya membutuhkan modal finansial atau figur populer. PSI juga membutuhkan modal sosial, mulai kepercayaan kader, loyalitas internal, dan rasa kebersamaan di dalam partai,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia pun menilai PSI akan sulit mempertahankan militansi dan identitas politiknya apabila terus dikuasai kepentingan pragmatis.<\/p>\n<p>\u201cPSI itu sudah gagal sejak banyak politisi oportunis masuk ke partai ini,\u201d pungkasnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;Pengamat Politik Nurul Fatta menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai kehilangan arah sejak banyak politisi oportunis atau \u201ckutu loncat\u201d masuk dan menduduki posisi strategis di internal partai. Menurutnya, persoalan utama PSI saat ini bukan sekadar soal platform atau agenda Politik, melainkan melemahnya solidaritas internal yang dulu menjadi kekuatan utama partai tersebut. \u201cSaya punya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":502879,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,10985,1420,242,10984],"series":[],"class_list":["post-502878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-partai-solidaritas-indonesia","tag-peristiwa","tag-politik","tag-psi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/502878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=502878"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/502878\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/502879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=502878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=502878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=502878"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=502878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}