{"id":503220,"date":"2026-05-17T06:24:00","date_gmt":"2026-05-16T23:24:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/17\/celios-kritik-prabowo-terlalu-anggap-enteng-rupiah-anjlok\/"},"modified":"2026-05-17T14:30:27","modified_gmt":"2026-05-17T07:30:27","slug":"celios-kritik-prabowo-terlalu-anggap-enteng-rupiah-anjlok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/17\/celios-kritik-prabowo-terlalu-anggap-enteng-rupiah-anjlok\/","title":{"rendered":"Celios Kritik Prabowo Terlalu Anggap Enteng Rupiah Anjlok"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> terlalu menganggap enteng pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang kini sudah menembus ke level terendah sepanjang masa di Rp17.600.<\/p>\n<p>Bhima mengatakan situasi ekonomi global saat ini seharusnya direspons pemerintah dengan langkah antisipasi yang serius, bukan justru menyepelekan dampaknya terhadap masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cJadi kami sangat menyesalkan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> terlalu menganggap enteng situasi sekarang, yang harusnya di banyak negara pemimpin-pemimpinnya itu mempersiapkan kondisi yang terburuk dengan stimulus, mempersiapkan publik,\u201d kata Bhima kepada RMOL di Jakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026.<\/p>\n<p>Ia pun menyayangkan respons Prabowo yang justru menantang di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.<\/p>\n<p>&#8220;Nah di Indonesia ini seolah justru menantang, menantang tapi tanpa persiapan. Saya kira sikap-sikap dan cara komunikasi seperti itu sangat-sangat membahayakan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengkritik pernyataan Prabowo yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak terdampak pelemahan Rupiah karena tidak memakai Dolar.<\/p>\n<p>\u201cJangan dikira pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar, yang Rp17.600 itu, itu tidak akan menjalar ke biaya hidup yang naik di level desa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Bhima, ketergantungan Indonesia terhadap sistem ekonomi global membuat dampak pelemahan Rupiah sulit dihindari, termasuk terhadap harga energi dan kebutuhan pokok masyarakat.<\/p>\n<p>Menurut Bhima, kondisi saat ini berbeda dengan krisis 1998 ketika masyarakat masih memiliki alternatif energi yang lebih sederhana.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia ini kan makin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi global dibandingkan tahun 98 dong. Kalau tahun 98 pada saat terjadi krisis harga minyak tanah naiknya tajam, orang bisa beralih ke kayu bakar,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>\u201cTapi sekarang kayu bakarnya dari mana? Maka transmisi dari krisis energi global dan pelemahan nilai tukar Rupiah ini adalah efek yang mematikan bagi LPG dan harga-harga kebutuhan pokok,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Prabowo meminta masyarakat desa tidak perlu terlalu memikirkan kurs Dolar AS karena aktivitas mereka tidak bergantung pada mata uang asing.<\/p>\n<p>\u201cMau Dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pake Dolar. Yang pusing itu yang suka ke luar negeri,\u201d ujar Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Sabtu, 16 Mei 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai Presiden Prabowo Subianto terlalu menganggap enteng pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang kini sudah menembus ke level terendah sepanjang masa di Rp17.600. Bhima mengatakan situasi ekonomi global saat ini seharusnya direspons pemerintah dengan langkah antisipasi yang serius, bukan justru menyepelekan dampaknya terhadap masyarakat. \u201cJadi kami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":503221,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[428,32],"tags":[68,1420,2163,7361,20618,92146,274908,302120,370163],"series":[],"class_list":["post-503220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-finansial","category-ekonomi","tag-headline","tag-peristiwa","tag-dolar","tag-nilai-tukar-rupiah","tag-celios","tag-rupiah-anjlok","tag-berita","tag-rupiah-vs-dolar","tag-dolar-amerika-serikat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/503220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=503220"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/503220\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/503221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=503220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=503220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=503220"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=503220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}