{"id":503755,"date":"2026-05-21T13:19:00","date_gmt":"2026-05-21T06:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/21\/pidato-prabowo-di-dpr-bikin-penguasa-sawit-dan-batu-bara-cs-auto-jatuh-miskin\/"},"modified":"2026-05-21T15:46:54","modified_gmt":"2026-05-21T08:46:54","slug":"pidato-prabowo-di-dpr-bikin-penguasa-sawit-dan-batu-bara-cs-auto-jatuh-miskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/21\/pidato-prabowo-di-dpr-bikin-penguasa-sawit-dan-batu-bara-cs-auto-jatuh-miskin\/","title":{"rendered":"Pidato Prabowo di DPR Bikin &#8216;Penguasa&#8217; Sawit dan Batu Bara Cs Auto &#8216;Jatuh Miskin&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Hanya dengan kata-kata, pidato Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> auto bikin para penguasa <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" title=\"sawit\" href=\"https\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/sawit\/\">sawit<\/a> dan <a title=\"batu bara\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/batu-bara\/\">batu bara<\/a> Cs langsung jatuh miskin.<\/p>\n<p>Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> membuat langkah ekstrim namun tetap berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.<\/p>\n<p>Yakni dengan konsisten menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang terdiri dari 4 ayat:<\/p>\n<p>Ayat (1): Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.<\/p>\n<p>Ayat (2): Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.<\/p>\n<p>Ayat (3): Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.<\/p>\n<p>Ayat (4): &#8220;Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Nah, pidato Presiden Prabowo itu secara khusus menekankan pada ayat (3).<\/p>\n<p>Untuk melaksanakan amanat Pasal 33 UUDD 1945 itu, Prabowo langsung menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam atau PP Tata Kelola SDA.<\/p>\n<p>Melalui PP tersebut, Prabowo menunjuk BUMN sebagai pengekspor tunggal untuk tiga komoditas strategis, yakni minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloys atau paduan besi.<\/p>\n<p>Melalui kebijakan ini, seluruh penjualan ekspor komoditas tersebut wajib dilakukan lewat BUMN yang ditunjuk pemerintah.<\/p>\n<p>Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan ekspor, mencegah praktik under-invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor agar penerimaan negara dan pajak bisa lebih optimal.<\/p>\n<p>Prabowo menegaskan, sumber daya alam Indonesia adalah milik rakyat sehingga negara harus mengetahui nilai, volume, dan tujuan ekspor secara rinci.<\/p>\n<p>Kebijakan serupa telah diterapkan banyak negara seperti Saudi Arabia, Qatar, Rusia, Malaysia, hingga Vietnam untuk memperkuat ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah juga memperkuat aturan devisa hasil ekspor guna memastikan keuntungan dari sektor sumber daya alam lebih banyak masuk ke dalam negeri.<\/p>\n<p>Prabowo menegaskan komitmen agar kekayaan alam Indonesia dikelola secara transparan, berdaulat, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.<\/p>\n<p>Kebijakan inilah yang menurut Dahlan Iskan sukses membuat banyak pihak terluka parah.<\/p>\n<p>Opini tersebut disampaikan melalui tulisan berjudul &#8220;Dor! Dor!&#8221; yang ditayangkan Pojoksatu.id, pada Kamis, 21 Mei 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Pengusaha sawit dan batu bara tidak boleh lagi jualan sendiri-sendiri ke luar negeri.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Semua produk sawit dan batu bara harus dijual ke Danantara. BUMN itulah yang akan menjualnya ke pembeli di luar negeri.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dor!&#8221; tulis Dahlan Iskan.<\/p>\n<p>Menurut Dahlan Iskan, kebijakan ini bukan saja akan membawa dampak besar, melainkan &#8220;mengguncang&#8221;.<\/p>\n<p>Tentu saja, &#8220;guncangan&#8221; itu tidak akan dirasakan masyarakat, tapi para pengusaha sawit dan batu baca.<\/p>\n<p>&#8220;Pasar pasti guncang. Tapi rakyat di desa tidak makan batu bara dan tidak minum sawit.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Yang heboh pasti para pengusaha sawit dan batu bara. Harga saham dua jenis perusahaan itu langsung terjun bebas.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dor! Dor! Dor!&#8221; sambung Dahlan Iskan.<\/p>\n<p>Menurut Dahlan Iskan, sejak UUD 1945 berlaku, Pasal 33 tidak pernah dijalankan sepenuhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Sejak UUD 45 berlaku, rasanya baru Presiden Prabowo yang berani menerapkannya,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Sementara presiden-presiden sebelumnya seperti ragu benar-benar melaksanakan Pasal 33 UUD 1945.<\/p>\n<p>Dimana pasal tersebut mengatur bahwa seluruh kekayaan alam adalah milik negara dan harus digunakan sebesar-besar kemakmuran negara.<\/p>\n<p>&#8220;Praktik yang terjadi selama ini: kekayaan alam adalah milik perusahaan. Baik swasta maupun BUMN.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Mereka mendapatkan izin dari pemerintah. Setelah itu terserah perusahaan: mau dijual ke mana hasilnya.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Praktik ini sudah berlangsung sejak presiden siapa pun. Tidak ada yang berani mengubahnya,&#8221; papar Dahlan Iskan.<\/p>\n<p>Kondisi yang sama juga terjadi pada asas ekonomi yang menurut UUD 1945 harus berdasar kekeluargaan.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada presiden yang berani menjalankannya. Ekonomi kita berganti-ganti asas \u2013tanpa ada yang merasa itu melanggar UUD 1945,&#8221; sambung tokoh senior dunia pers tanah air itu.***<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/503755?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hanya dengan kata-kata, pidato Presiden Prabowo Subianto auto bikin para penguasa sawit dan batu bara Cs langsung jatuh miskin.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":503756,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"prabowo","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[427,32],"tags":[8805,274908,1420,5300,2081,1072],"series":[],"class_list":["post-503755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","category-ekonomi","tag-batu-bara","tag-berita","tag-peristiwa","tag-prabowo","tag-prabowo-subianto","tag-sawit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/503755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=503755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/503755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/503756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=503755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=503755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=503755"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=503755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}