{"id":504015,"date":"2026-05-23T16:18:00","date_gmt":"2026-05-23T09:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/23\/menkeu-purbaya-indonesia-tak-akan-alami-krisis-1998-meski-rupiah-melemah\/"},"modified":"2026-05-23T19:20:19","modified_gmt":"2026-05-23T12:20:19","slug":"menkeu-purbaya-indonesia-tak-akan-alami-krisis-1998-meski-rupiah-melemah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/05\/23\/menkeu-purbaya-indonesia-tak-akan-alami-krisis-1998-meski-rupiah-melemah\/","title":{"rendered":"Menkeu Purbaya: Indonesia Tak Akan Alami Krisis 1998 Meski Rupiah Melemah"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; <a title=\"Menteri Keuangan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/menteri-keuangan\/\">Menteri Keuangan<\/a> (Menkeu), <a title=\"Purbaya\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/purbaya\/\">Purbaya<\/a> Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah tidak khawatir terhadap potensi krisis ekonomi seperti tahun 1998 meskipun nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan masa krisis moneter 1998 ketika rupiah sempat anjlok drastis<\/p>\n<p>&#8220;Tidak (khawatir balik ke masa krisis). Sebetulnya fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari 2000 melemah k eke sekian, Rp17rb kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4-5 persen kan sebetulnya jauh,&#8221; kata Purbaya di Istana, Jumat, 22 Mei 2026.<\/p>\n<p>Purbaya juga menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi persepsi pasar ketimbang faktor fundamental ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cDan mereka juga bilang mungkin persepsi orang yang membuat ada tekanan ke nilai tukar,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Eks Ketua LPS ini menambahkan, pemerintah saat ini menghadapi berbagai tekanan eksternal mulai dari indeks MSCI, lembaga pemeringkat, hingga pergerakan nilai tukar.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia memastikan kondisi fundamental ekonomi nasional tetap kuat.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah, mereka setuju,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS dengan volatilitas tinggi hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.<\/p>\n<p>Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah sebesar 0,40% ke level Rp17.670 pada perdagangan hari Kamis, 21 Mei 2026.<\/p>\n<p>Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia lainnya.<\/p>\n<p>Yen Jepang terhadap dolar AS juga melemah 0,11%, yuan China mengalami pelemahan 0,01%,dolar Singapura melemah 0,20%, won Korea melemah 0,51%.<\/p>\n<p>Dolar Hong Kong terhadap dolar AS juga melemah 0,01%.<\/p>\n<p>Selanjutnya peso Filipina terhadap dolar AS melemah 0,11%, serta baht Thailand melemah 0,34%.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dolar Taiwan menguat 0,18%, rupee India turun sebesar 0,13%, ringgit Malaysia mengalami pelemahan terhadap dolar AS sebesar 0,03%.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah tidak khawatir terhadap potensi krisis ekonomi seperti tahun 1998 meskipun nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":504016,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"purbaya","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[32,428],"tags":[1420,6502,39508,92146,165025,274908,301807,302120,370260],"series":[],"class_list":["post-504015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-finansial","tag-peristiwa","tag-menteri-keuangan","tag-kurs-rupiah","tag-rupiah-anjlok","tag-purbaya","tag-berita","tag-nilai-tukar-rupiah-anjlok","tag-rupiah-vs-dolar","tag-krisis-1998"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/504015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=504015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/504015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/504016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=504015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=504015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=504015"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=504015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}