{"id":505699,"date":"2026-06-07T20:42:00","date_gmt":"2026-06-07T13:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/07\/viral-cuitan-lawas-gerindra-soal-rupiah-sentuh-rp14-000-sebagai-tanda-kegagalan-pemerintah\/"},"modified":"2026-06-08T18:16:24","modified_gmt":"2026-06-08T11:16:24","slug":"viral-cuitan-lawas-gerindra-soal-rupiah-sentuh-rp14-000-sebagai-tanda-kegagalan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/07\/viral-cuitan-lawas-gerindra-soal-rupiah-sentuh-rp14-000-sebagai-tanda-kegagalan-pemerintah\/","title":{"rendered":"Viral Cuitan Lawas Gerindra soal Rupiah Sentuh Rp14.000 sebagai \u2018Tanda Kegagalan Pemerintah\u2019"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Cuitan lama Partai Gerindra yang mengkritik pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini ramai beredar kembali di media sosial. Saat rupiah menyentuh level Rp14.000 per USD pada masa pemerintahan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a>, akun resmi Gerindra menyebutnya sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam mengelola ekonomi.<\/p>\n<p>Dalam pernyataan resminya sekitar Agustus 2015, Partai Gerindra menyatakan:\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cDolar Hampir Rp14.000, Tanda Kegagalan Pemerintah Pertahankan Momentum Pertumbuhan Indonesia.\u201d<\/p>\n<p>Waketum Gerindra saat itu, Ferry Juliantono, bahkan menyatakan bahwa jika rupiah mencapai Rp15.000 per USD, Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> bisa saja mundur dari jabatannya. Pernyataan ini kini menjadi bahan olok-olok netizen di tengah pelemahan rupiah yang lebih dalam di era pemerintahan saat ini.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Netizen Ramai Berkomentar dengan Sindiran dan Satire<\/h2>\n<p>Cuitan lama tersebut langsung menuai banjir komentar kritis dan satire. Beberapa di antaranya:<\/p>\n<p>&#8211; <i>\u201cDulu Gerindra kritik pelemahan rupiah pas tembus Rp14.000. Sekarang lebih Rp18.000 ngga ada suaranya.\u201d <\/i>(Akun @dodisegro***)<\/p>\n<p>&#8211; <i>\u201cAda salah satu tweet dari @Gerindra mengatakan rupiah mencapai Rp14.000 ia mengatakan kegagalan pemerintah. Nah sekarang rupiah di angka Rp18.000 artinya keberhasilan pemerintah kah?\u201d<\/i> (Akun @gbrieljayjho***)<\/p>\n<p>&#8211; <i>\u201cKata admin Gerindra: kan 14.000 tanda kegagalan pemerintah. Kalo 18.000 yaa gak gagal dong. Kecuali dari hari sekarang ke 14.000 lagi. Nah itu kegagalan pemerintah lagi \ud83e\udd13\u201d<\/i> (Akun @CCTVRup***)<\/p>\n<p>Banyak netizen juga membandingkan sikap oposisi dulu dengan sikap pemerintah sekarang. \u201cStandar ganda <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> itu nyata,\u201d tulis salah seorang pengguna X.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Konteks Ekonomi Terkini<\/h2>\n<p>Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level di atas Rp17.500\u2013Rp18.000 per USD dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran masyarakat atas kenaikan harga barang impor, bahan baku industri, hingga obat-obatan. Sementara itu, Partai Gerindra yang kini menjadi partai penguasa belum mengeluarkan pernyataan serupa seperti saat menjadi oposisi.<\/p>\n<p>Kontroversi ini menambah panas diskusi publik soal konsistensi sikap partai politik terhadap isu ekonomi nasional. Banyak yang menilai ini sebagai contoh klasik \u201cpolitik ingatan pendek\u201d.<\/p>\n<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Partai Gerindra atas viralnya cuitan lamanya tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Cuitan lama Partai Gerindra yang mengkritik pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini ramai beredar kembali di media sosial. Saat rupiah menyentuh level Rp14.000 per USD pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, akun resmi Gerindra menyebutnya sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam mengelola ekonomi. Dalam pernyataan resminya sekitar Agustus 2015, Partai Gerindra [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":505700,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[32,428],"tags":[68,242,1420,1660,274908],"series":[],"class_list":["post-505699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-finansial","tag-headline","tag-politik","tag-peristiwa","tag-gerindra","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/505699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=505699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/505699\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/505700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=505699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=505699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=505699"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=505699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}