{"id":506416,"date":"2026-06-15T06:26:00","date_gmt":"2026-06-14T23:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/15\/haris-rusly-indonesia-bangkrut-dan-sale-indonesia-narasi-sampah-antikemandirian\/"},"modified":"2026-06-15T06:30:19","modified_gmt":"2026-06-14T23:30:19","slug":"haris-rusly-indonesia-bangkrut-dan-sale-indonesia-narasi-sampah-antikemandirian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/15\/haris-rusly-indonesia-bangkrut-dan-sale-indonesia-narasi-sampah-antikemandirian\/","title":{"rendered":"Haris Rusly: &#8220;Indonesia Bangkrut&#8221; dan &#8220;Sale Indonesia&#8221; Narasi Sampah Antikemandirian"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Beragam narasi pesimistis terhadap bangsa Indonesia seperti &#8220;Indonesia Bangkrut&#8221;, &#8220;Indonesia Gelap&#8221;, &#8220;Sale Indonesia&#8221;, &#8220;Kabur dari Indonesia&#8221;, hingga &#8220;Buang Rupiah&#8221; bertentangan dengan tradisi gerakan sosial yang selama ini dikenal memperjuangkan kemandirian dan kedaulatan bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Jika kita perhatikan narasi &#8216;Indonesia Bangkrut, Sale Indonesia, Indonesia Gelap, Kabur dari Indonesia, Buang Rupiah&#8217; ini narasi sampah anti-kemandirian, sangat anomali dan tidak pernah dikenal dalam tradisi gerakan sosial,&#8221; kata pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 14 Juni 2026.<\/p>\n<p>Haris membandingkan fenomena tersebut dengan tradisi perjuangan para pendiri bangsa yang selalu menghadirkan gagasan alternatif untuk melawan kolonialisme dan ketidakadilan.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan pledoi Indonesia Merdeka yang disampaikan Bung Hatta pada 1928 serta Indonesia Menggugat yang dibacakan Bung Karno pada 1930. Menurutnya, kedua tokoh tersebut menawarkan antitesis terhadap kolonialisme berupa cita-cita Indonesia yang merdeka dan berdaulat.<\/p>\n<p>&#8220;Kita prihatin, 80 tahun setelah Indonesia merdeka justru muncul narasi anti-kemandirian Indonesia seperti Indonesia Bangkrut, Sale Indonesia dan sebagainya. Lebih menyakitkan lagi karena narasi seperti ini digerakkan oleh sejumlah intelektual dan kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan gerakan sosial,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Semangat kemandirian nasional justru kembali dihidupkan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> melalui berbagai kebijakan yang berorientasi pada penguatan ekonomi nasional dan penguasaan sumber daya strategis.<\/p>\n<p>Menurutnya, isu kebocoran penerimaan negara, praktik under invoicing, hingga transfer pricing yang selama ini menjadi perhatian kelompok-kelompok kritis, kini justru menjadi agenda pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika para pengkritik menuntut pemberantasan korupsi, Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> justru melangkah lebih mendasar dengan memberantas kebocoran penerimaan negara, under invoicing dan transfer pricing,&#8221; kata Haris.<\/p>\n<p>Ia juga menilai sebagian kelompok pengkritik pemerintah mengalami kebuntuan dalam menawarkan gagasan alternatif terhadap kebijakan yang dijalankan pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka tidak mampu membangun antitesis terhadap pandangan dan kebijakan Presiden Prabowo. Akhirnya yang dilakukan adalah mencari-cari masalah dengan intrik dan menyerang pribadi Presiden,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Haris menegaskan tradisi gerakan sosial sejatinya selalu menghadirkan gagasan alternatif terhadap situasi yang dianggap bermasalah. Ia mencontohkan gerakan demokrasi pada era Orde Baru maupun gerakan anti-neoliberalisme pada awal reformasi yang memiliki arah perjuangan jelas.<\/p>\n<p>Karena itu, ia mengaku heran terhadap kelompok yang menolak sejumlah program pemerintah yang dinilai pro-rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, maupun pembangunan kampung nelayan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita prihatin karena ada kelompok yang justru anti terhadap kebijakan yang pro-rakyat. Mereka mengadopsi pandangan neoliberal yang menganggap alokasi APBN untuk rakyat sebagai pemborosan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Haris, jika ditemukan praktik korupsi dalam pelaksanaan program pemerintah, maka yang harus diberantas adalah pelaku korupsinya, bukan program yang dirancang untuk membantu masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada pejabat yang korup, korupsinya yang diberantas, bukan programnya yang dihentikan,&#8221; katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Beragam narasi pesimistis terhadap bangsa Indonesia seperti &#8220;Indonesia Bangkrut&#8221;, &#8220;Indonesia Gelap&#8221;, &#8220;Sale Indonesia&#8221;, &#8220;Kabur dari Indonesia&#8221;, hingga &#8220;Buang Rupiah&#8221; bertentangan dengan tradisi gerakan sosial yang selama ini dikenal memperjuangkan kemandirian dan kedaulatan bangsa. &#8220;Jika kita perhatikan narasi &#8216;Indonesia Bangkrut, Sale Indonesia, Indonesia Gelap, Kabur dari Indonesia, Buang Rupiah&#8217; ini narasi sampah anti-kemandirian, sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":506417,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-506416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/506416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=506416"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/506416\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/506417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=506416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=506416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=506416"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=506416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}