{"id":506500,"date":"2026-06-15T21:20:00","date_gmt":"2026-06-15T14:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/15\/15-mahasiswa-pendemo-temui-gibran-di-istana-wapres-beri-tenggat-waktu-5-hari-penuhi-tuntutan\/"},"modified":"2026-06-15T22:59:58","modified_gmt":"2026-06-15T15:59:58","slug":"15-mahasiswa-pendemo-temui-gibran-di-istana-wapres-beri-tenggat-waktu-5-hari-penuhi-tuntutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/15\/15-mahasiswa-pendemo-temui-gibran-di-istana-wapres-beri-tenggat-waktu-5-hari-penuhi-tuntutan\/","title":{"rendered":"15 Mahasiswa Pendemo Temui Gibran di Istana Wapres, Beri Tenggat Waktu 5 Hari Penuhi Tuntutan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; &#8211; Sebanyak 15 mahasiswa yang baru bertemu Wakil Presiden (Wapres) <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, memberikan tenggat waktu 5&#215;24 jam kepada pemerintah untuk memenuhi seluruh tuntutan mereka.<\/p>\n<p>Jika dalam jangka waktu tersebut tuntutan tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan secara beruntun.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kami dari BEM Universitas Bung Karno (UBK) memberikan waktu 5 x 24 jam. Ketika aspirasi yang kami sampaikan tidak terealisasi, maka kami akan bentuk daripada pergerakan tersebut, aksi jilid-jilid berjilid,&#8221; ujar Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, M Abdi Maludin, di Istana Wapres, Senin (15\/6\/2026) malam.<\/p>\n<p>Abdi menyebut, Wapres Gibran telah mencatat seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam bentuk memorandum.<\/p>\n<p>Memorandum tersebut merupakan hasil kajian BEM UBK dan terbagi ke dalam tiga klaster utama.<\/p>\n<p>Klaster pertama mencakup bidang fiskal dan pendidikan.<\/p>\n<p>Dalam klaster ini, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta melakukan audit transparansi anggaran.<\/p>\n<p>Selain itu, mereka juga mendorong agar efisiensi anggaran dialihkan untuk subsidi uang kuliah tunggal (UKT) maupun biaya operasional perguruan tinggi guna mewujudkan pendidikan yang terjangkau.<\/p>\n<p>Klaster kedua berkaitan dengan hukum dan supremasi sipil.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dalam klaster ini, kami mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah daerah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang Polri yang baru disahkan beberapa pekan yang lalu,&#8221; jelas Abdi.<\/p>\n<p>Sementara itu, klaster ketiga menyangkut moneter dan energi.<\/p>\n<p>Mahasiswa mendesak pemerintah untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.<\/p>\n<p>Mereka juga meminta pemerintah membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax di tingkat regional karena dinilai dapat menurunkan daya beli masyarakat.<\/p>\n<p>Abdi menegaskan, apabila dalam waktu 5&#215;24 jam atau paling lambat Jumat (19\/6\/2026), pemerintah tidak menunjukkan progres terhadap realisasi tuntutan tersebut, maka mahasiswa menilai pemerintah telah mengabaikan aspirasi publik.<\/p>\n<p>Menurut dia, kondisi itu akan dianggap sebagai bentuk cacat legitimasi moral.<\/p>\n<p>Terkait pesan yang disampaikan Wakil Presiden selama pertemuan, Abdi mengatakan Gibran menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan aspirasi mahasiswa.<\/p>\n<p>Menurutnya, Wakil Presiden berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> untuk ditindaklanjuti.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian kami. Beliau akan mengonsolidasikan dan menyampaikan kepada pimpinan, khususnya Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> Subianto,&#8221; kata Andi.<\/p>\n<p>Ia juga menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan pertemuan secara tertutup di dalam Istana merupakan hasil kesepakatan bersama antara mahasiswa dan pihak pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Kami datang dengan niat baik untuk menyampaikan aspirasi dan bagaimana Indonesia ini tetap baik-baik saja. Karena itu pertemuan dilakukan secara langsung di dalam,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian mereka.<\/p>\n<p>Jika dalam lima hari ke depan tidak ada respons konkret dari pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan, mereka memastikan akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan skala yang lebih besar.<\/p>\n<p>&#8220;Kita akan turun lagi dan melakukan aksi jilid berjilid-jilid,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, aparat kepolisian memasang pengamanan berlapis untuk menghalau aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Bung Karno (UB1K) di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15\/6\/2026).<\/p>\n<p>Di tengah penjagaan ketat tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga BBM, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.<\/p>\n<p>Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, massa mahasiswa sempat tertahan di kawasan Tugu Tani saat berupaya menuju Istana Negara.<\/p>\n<p>Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat sempat terjadi ketika polisi membentuk barikade untuk membatasi pergerakan massa.<\/p>\n<p>Setelah beberapa saat, mahasiswa akhirnya dapat bergerak menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.<\/p>\n<p>Namun, mereka kembali dihentikan di kawasan Patung Kuda dekat Gedung BSI Tower sehingga aksi unjuk rasa terpusat di lokasi tersebut.<\/p>\n<p>Aparat keamanan tampak membentuk pagar manusia yang terdiri dari personel Sabhara hingga Brimob.<\/p>\n<p>Selain itu, polisi juga memasang pagar besi serta menempatkan kendaraan taktis untuk menutup akses menuju kawasan yang lebih dekat dengan Istana Negara.<\/p>\n<p>Meski sempat terjadi ketegangan karena massa meminta agar aksi tidak dihalang-halangi, demonstrasi tetap berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.<\/p>\n<p>Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa poster berisi kritik terhadap berbagai persoalan ekonomi dan penggunaan anggaran negara. Orasi juga terus disampaikan melalui mobil komando yang berada di tengah massa.<\/p>\n<p>Salah satu orator yang mengaku mewakili mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Bung Karno menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis yang dinilai perlu dievaluasi.<\/p>\n<p>Menurutnya, program tersebut berpotensi membebani keuangan negara apabila tidak disertai perencanaan dan pengawasan yang memadai.<\/p>\n<p>Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga Pertamax yang dinilai berdampak terhadap meningkatnya harga kebutuhan masyarakat dan menurunnya daya beli.<\/p>\n<p>Dalam orasinya, massa meminta pemerintah memastikan setiap kebijakan ekonomi tidak semakin membebani rakyat.<\/p>\n<p>Isu lain yang turut disorot adalah pelemahan nilai tukar rupiah. Mahasiswa menilai kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga barang impor dan biaya produksi.<\/p>\n<p>Mereka juga meminta otoritas moneter mengambil langkah yang dinilai efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Hingga pukul 16.03 WIB, aksi unjuk rasa masih berlangsung di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian.<\/p>\n<p><b>Demo di Depan Gedung DPR RI<\/b><\/p>\n<p>Di lokasi terpisah, mahasiswa membuat spanduk nyeleneh yang dipajang di depan Gedung DPR RI pada Senin (15\/6\/2026).\u00a0<\/p>\n<p>Spanduk nyeleneh itu dipasang saat unjuk rasa bertajuk Menuju Indonesia Gagal yang digelar di depan Gedung DPR RI.\u00a0<\/p>\n<p>Spanduk berukuran 2&#215;5 meter yang dipajang di gerbang DPR RI itu berisikan satir terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.\u00a0<\/p>\n<p>Spanduk itu berisi pertanyaan satir berupa pilihan ganda dari Mahasiswa soal &#8220;siapa yang turun duluan Prabowo-Gibran, Rupiah, BBM, atau Nabi Isa&#8221;.\u00a0<\/p>\n<p>Selain spanduk satir, mahasiswa juga memberikan karangan bunga untuk DPR RI.\u00a0<\/p>\n<p>Isi karangan bunga itu berisi ucapan selamat atas kegagalan kerja DPR RI seperti dimuat Tiktok BocahTambun.\u00a0<\/p>\n<p>Unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari demonstrasi maraton yang digelar mahasiswa sebagai bentuk kritik terhadap kinerja pemerintah dan DPR RI selama 1,5 tahun terakhir.\u00a0<\/p>\n<p>Korupsi makan bergizi gratis (MBG) hingga pelemahan rupiah serta kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat mahasiswa meradang dan mengancam akan menggelar demonstrasi seperti Reformasi 1998.\u00a0<\/p>\n<p>Demonstrasi pertama digelar pada Jumat (12\/6\/2026) diikuti ribuan mahasiswa.\u00a0<\/p>\n<p>Pemerintah sendiri berjanji akan melakukan evaluasi atas kritik yang dilayangkan mahasiswa.\u00a0<\/p>\n<p>Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan sejumlah langkah strategis pemerintah guna mengembalikan kepercayaan publik dan para pelaku ekonomi.\u00a0<\/p>\n<p>Mensesneg menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan tiga arahan utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Arahan pertama yakni deregulasi (penghapusan peraturan atau pembatasan) perizinan.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif,&#8221; katanya di Jakarta, Senin (15\/6\/2026), sebagaimana dimuat KompasTV.\u00a0<\/p>\n<p>Mensesneg melanjutkan, Presiden juga menginstruksikan Badan Pengelola Investasi Danantara yang dipimpin Rosan Roeslani, untuk mengelola performa ekspor dan impor.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, performa ekspor dan impor salah satunya berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi.\u00a0<\/p>\n<p>Prasetyo menyebut, industrialisasi dan hilirisasi merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap barang-barang impor.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Pemerintah berharap produk yang dihasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang membawa peningkatan kekayaan negara.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Presiden menekankan akselerasi industrialisasi dan hilirisasi untuk meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap global bond yang diterbitkan Danantara.\u00a0<\/p>\n<p>Langkah ketiga pemerintah, Presiden Prabowo menekankan stabilitas untuk mendukung iklim usaha.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat, pelaku pasar dan pelaku ekonomi untuk bekerja sama mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; &#8211; Sebanyak 15 mahasiswa yang baru bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, memberikan tenggat waktu 5&#215;24 jam kepada pemerintah untuk memenuhi seluruh tuntutan mereka. Jika dalam jangka waktu tersebut tuntutan tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan secara beruntun.\u00a0 &#8220;Kami dari BEM Universitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":506501,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,3184,11613,68,1420],"series":[],"class_list":["post-506500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-demo-mahasiswa","tag-gibran-rakabuming-raka","tag-headline","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/506500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=506500"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/506500\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/506501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=506500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=506500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=506500"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=506500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}