{"id":507818,"date":"2026-06-26T17:51:00","date_gmt":"2026-06-26T10:51:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/26\/ketika-demonstrasi-punya-harga-yang-mati-bukan-hanya-integritas-mahasiswa\/"},"modified":"2026-06-27T08:43:22","modified_gmt":"2026-06-27T01:43:22","slug":"ketika-demonstrasi-punya-harga-yang-mati-bukan-hanya-integritas-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/06\/26\/ketika-demonstrasi-punya-harga-yang-mati-bukan-hanya-integritas-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><em><b>Oleh: <\/b>Giostanovlatto<\/em><sup><a href=\"#footnote_1_507818\" id=\"identifier_1_507818\" class=\"footnote-link footnote-identifier-link\" title=\"Penulis adalah Angkatan Pertama Universitas Bung Karno\">1<\/a><\/sup><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>AYA membaca tujuh tuntutan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Bung Karno (IKA UBK) bukan sebagai sebuah siaran pers.<\/p>\n<p>Saya membacanya sebagai sebuah jeritan.<\/p>\n<p>Jeritan orang-orang yang pernah percaya bahwa mahasiswa tidak boleh memiliki harga.<\/p>\n<p>Bukan harga dalam arti nilai.<\/p>\n<p>Tetapi harga yang bisa dibayar.<\/p>\n<p>Beberapa hari terakhir publik disuguhi polemik dugaan adanya mahasiswa yang menerima uang setelah melakukan <a title=\"demonstrasi \" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/demonstrasi\/\">demonstrasi<\/a>. Perdebatan berkembang ke mana-mana. Ada yang sibuk mencari siapa yang memberi. Ada yang sibuk menghakimi siapa yang menerima.<\/p>\n<p>Padahal persoalan sesungguhnya jauh lebih besar.<\/p>\n<p>Yang sedang dipertaruhkan bukan nama seorang mahasiswa.<\/p>\n<p>Bukan pula nama Universitas Bung Karno.<\/p>\n<p>Yang sedang dipertaruhkan adalah satu hal yang selama puluhan tahun menjadi modal terbesar gerakan mahasiswa Indonesia.<\/p>\n<p>Kepercayaan moral.<\/p>\n<p>Saya berasal dari generasi yang tumbuh ketika demonstrasi bukan sekadar agenda organisasi.<\/p>\n<p>Demonstrasi adalah pilihan hidup.<\/p>\n<p>Kami turun ke jalan bukan karena ada konsumsi.<\/p>\n<p>Bukan karena ada transportasi.<\/p>\n<p>Apalagi karena ada amplop.<\/p>\n<p>Kami turun karena percaya bahwa suara mahasiswa harus menjadi suara hati nurani rakyat.<\/p>\n<p>Kami tidur berhari-hari di kampus.<\/p>\n<p>Kami mengumpulkan uang receh untuk membuat spanduk.<\/p>\n<p>Kami makan seadanya.<\/p>\n<p>Kami berlari ketika gas air mata ditembakkan.<\/p>\n<p>Kami pulang dengan mata perih, tubuh memar, tetapi kepala tetap tegak karena satu keyakinan.<\/p>\n<p>Perjuangan tidak boleh diperjualbelikan.<\/p>\n<p>Generasi itu mungkin memiliki banyak kekurangan.<\/p>\n<p>Tetapi kami memiliki satu kemewahan yang hari ini terasa semakin langka.<\/p>\n<p>Kami percaya bahwa idealisme tidak memiliki harga.<\/p>\n<p>Karena itulah saya memahami mengapa Achmad Boim dan para alumni Universitas Bung Karno bereaksi begitu keras.<\/p>\n<p>Banyak orang melihatnya sebagai respons terhadap sebuah kasus.<\/p>\n<p>Saya melihatnya sebagai respons terhadap sebuah luka.<\/p>\n<p>Sebab mereka tahu persis bagaimana kampus itu dibangun.<\/p>\n<p>Universitas Bung Karno lahir dengan membawa nama seorang tokoh yang sepanjang hidupnya mengajarkan keberanian berpihak kepada rakyat.<\/p>\n<p>Nama Bung Karno bukan sekadar nama gedung.<\/p>\n<p>Ia adalah beban moral.<\/p>\n<p>Dan beban moral itu hari ini terasa jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.<\/p>\n<p>Yang menarik, reaksi IKA UBK tidak berhenti pada kemarahan.<\/p>\n<p>Mereka memulai dengan sesuatu yang hari ini justru semakin jarang dilakukan.<\/p>\n<p>Meminta maaf kepada publik.<\/p>\n<p>Mereka mengakui bahwa apa pun hasil proses hukum nanti, kegaduhan yang terjadi telah melukai nama baik kampus.<\/p>\n<p>Setelah itu mereka meminta rektorat bertindak tegas apabila ada mahasiswa yang terbukti melanggar.<\/p>\n<p>Mereka mendorong pembentukan tim independen agar proses pemeriksaan berjalan objektif.<\/p>\n<p>Mereka juga meminta dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebut memberikan uang kepada mahasiswa diusut secara transparan, siapa pun mereka.<\/p>\n<p>Dan yang tidak kalah penting, mereka mengajak mahasiswa tetap kritis, tetap bersatu, tetapi tidak pernah kehilangan kompas moralnya.<\/p>\n<p>Bagi saya, bagian terpenting bukanlah tuntutan pemecatan.<\/p>\n<p>Yang paling penting adalah keberanian mengatakan bahwa gerakan mahasiswa harus dibersihkan apabila memang ada yang mengkhianati nilai perjuangan itu sendiri.<\/p>\n<p>Gerakan mahasiswa tidak pernah sempurna.<\/p>\n<p>Dalam setiap zaman selalu ada penyimpangan.<\/p>\n<p>Namun sejarah selalu memaafkan kesalahan taktis.<\/p>\n<p>Yang tidak pernah dimaafkan sejarah adalah ketika gerakan kehilangan legitimasi moralnya.<\/p>\n<p>Karena begitu publik percaya bahwa demonstrasi bisa dibeli, maka setiap aksi berikutnya akan selalu dicurigai.<\/p>\n<p>Ketika mahasiswa berbicara, orang tidak lagi bertanya apa yang diperjuangkan.<\/p>\n<p>Orang akan bertanya,<\/p>\n<p>&#8220;Siapa yang membayar?&#8221;<\/p>\n<p>Dan ketika pertanyaan itu mulai menjadi kebiasaan, sesungguhnya yang runtuh bukan organisasi mahasiswa.<\/p>\n<p>Yang runtuh adalah kepercayaan publik.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya saya memandang tujuh tuntutan IKA UBK memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar daftar sikap organisasi.<\/p>\n<p>Saya melihatnya sebagai upaya menyelamatkan sesuatu yang jauh lebih mahal daripada nama sebuah kampus.<\/p>\n<p>Mereka sedang berusaha menyelamatkan kehormatan gerakan mahasiswa.<\/p>\n<p>Karena gerakan mahasiswa tidak pernah hidup dari gedung yang megah.<\/p>\n<p>Tidak hidup dari atribut.<\/p>\n<p>Tidak pula hidup dari jumlah pengikut di media sosial.<\/p>\n<p>Gerakan mahasiswa hidup dari satu mata uang yang tidak pernah berubah sejak zaman pergerakan nasional.<\/p>\n<p>Kepercayaan.<\/p>\n<p>Sekali kepercayaan itu hilang, sangat sulit mengembalikannya.<\/p>\n<p>Saya mengenal Achmad Boim bukan sebagai narasumber.<\/p>\n<p>Kami berasal dari angkatan pertama Universitas Bung Karno.<\/p>\n<p>Kami sama-sama tumbuh dalam atmosfer perjuangan akhir 1990-an.<\/p>\n<p>Kami sama-sama mengenal bau gas air mata.<\/p>\n<p>Kami sama-sama pernah tidur di kampus karena esok pagi demonstrasi harus kembali dilakukan.<\/p>\n<p>Kami sama-sama belajar bahwa menjadi mahasiswa berarti siap kehilangan kenyamanan demi mempertahankan suara hati.<\/p>\n<p>Kami tidak pernah bertanya berapa uang yang akan kami dapat.<\/p>\n<p>Kami justru sering bertanya apakah uang di saku cukup untuk pulang naik bus.<\/p>\n<p>Kami patungan membeli cat semprot untuk membuat spanduk.<\/p>\n<p>Kami mencari tempat fotokopi yang paling murah agar selebaran bisa dibagikan lebih banyak.<\/p>\n<p>Kadang kami hanya makan mi instan.<\/p>\n<p>Kadang kami bahkan tidak makan sama sekali.<\/p>\n<p>Tetapi satu hal yang tidak pernah kami lakukan adalah menjual alasan mengapa kami turun ke jalan.<\/p>\n<p>Karena sejak hari pertama menjadi mahasiswa kami diajarkan satu kalimat sederhana.<\/p>\n<p>Kalau perjuangan sudah bisa dibeli, maka ia bukan lagi perjuangan.<\/p>\n<p>Hari ini, lebih dari seperempat abad setelah gelombang Reformasi mengguncang negeri ini, saya berharap kalimat itu belum terlambat untuk diingat kembali.<\/p>\n<p>Sebab mahasiswa boleh berganti generasi.<\/p>\n<p>Cara berdemo boleh berubah.<\/p>\n<p>Teknologi boleh berubah.<\/p>\n<p>Media sosial boleh mengubah cara orang menyampaikan aspirasi.<\/p>\n<p>Tetapi satu hal tidak boleh pernah berubah.<\/p>\n<p>Suara mahasiswa tidak boleh memiliki harga.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/507818?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div><ol class=\"footnotes\"><li id=\"footnote_1_507818\" class=\"footnote\">Penulis adalah Angkatan Pertama Universitas Bung Karno<span class=\"footnote-back-link-wrapper\">[<a href=\"#identifier_1_507818\" class=\"footnote-link footnote-back-link\">\u21a9<\/a>]<\/span><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa hari terakhir publik disuguhi polemik dugaan adanya mahasiswa yang menerima uang setelah melakukan demonstrasi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":507819,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"demonstrasi","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[37],"tags":[3016,3017],"series":[],"class_list":["post-507818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-demonstrasi","tag-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/507818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=507818"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/507818\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/507819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=507818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=507818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=507818"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=507818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}