{"id":508189,"date":"2026-07-01T15:59:00","date_gmt":"2026-07-01T08:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/01\/sidang-tppu-eks-pangdam-iv-diponegoro-diduga-belikan-alphard-rp16-m-untuk-eks-kowad\/"},"modified":"2026-07-01T16:00:24","modified_gmt":"2026-07-01T09:00:24","slug":"sidang-tppu-eks-pangdam-iv-diponegoro-diduga-belikan-alphard-rp16-m-untuk-eks-kowad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/01\/sidang-tppu-eks-pangdam-iv-diponegoro-diduga-belikan-alphard-rp16-m-untuk-eks-kowad\/","title":{"rendered":"Sidang TPPU, Eks Pangdam IV\/Diponegoro Diduga Belikan Alphard Rp1,6 M untuk Eks Kowad"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Nama Letjen TNI (Purn) <a title=\"Widi Prasetijono\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/widi-prasetijono\/\">Widi Prasetijono<\/a>, mantan Pangdam IV\/Diponegoro, kembali terseret dalam sidang tindak pidana pencucian uang (<a title=\"TPPU\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/tppu\/\">TPPU<\/a>) pengadaan lahan BUMD Cilacap.<\/p>\n<p>Ia diduga membelikan mobil mewah Toyota Alphard senilai Rp1,6 miliar untuk Dian Putri Permatasari, mantan anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang pernah bertugas di bawah komandonya.<\/p>\n<p>Dugaan tersebut terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang pada 22 Juni 2026.<\/p>\n<p>Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi dari dealer mobil Nasmoco untuk mengusut aliran dana hasil TPPU yang diduga digunakan membeli aset mewah.<\/p>\n<p>Menurut kesaksian Angga Armada Yoga, pegawai Nasmoco, kendaraan Alphard hitam tersebut dipesan atas nama Dian Putri Permatasari dengan harga sekitar Rp1,6 miliar.<\/p>\n<p>Transaksi dilakukan secara bertahap pada 2024. Adik ipar Letjen Widi, Arief Kusmawanto, disebut melakukan pembayaran sebagian, termasuk uang muka dan cicilan sekitar Rp500 juta atas perintah Widi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk Alphard, pemesannya adalah Bu Dian. Seingat saya harganya sekitar Rp1,6 miliar,&#8221; ujar Angga dalam persidangan.<\/p>\n<p>Setelah lunas, mobil dikirim ke kediaman Dian di Graha Estetika, Semarang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Bantahan dari Dian Putri<\/h3>\n<p>Dian Putri Permatasari, yang kini berprofesi sebagai wiraswasta kuliner setelah mengundurkan diri dari Kowad pada 2023, dihadirkan sebagai saksi.<\/p>\n<p>Ia mengakui membeli Alphard tersebut, tetapi membantah bahwa mobil itu dibelikan oleh Letjen Widi.<\/p>\n<p>Menurut Dian, sebagian pembayaran berasal dari pelunasan utang Rp520 juta oleh rekannya bernama Rindu.<\/p>\n<p>Ia mengklaim membayar sisanya sekitar Rp1,1 miliar secara mandiri. Namun, Dian mengaku tidak bisa mengingat secara rinci bukti transaksi atau pengembalian utang tersebut.<\/p>\n<p>Jaksa menyatakan pemanggilan Dian berawal dari penelusuran aset rekening terkait PT Rumpun Sari Antan, yang terhubung dengan aliran dana TPPU.<\/p>\n<p>Jaksa masih akan mendalami keterangan Dian dan sosok &#8220;Rindu&#8221; di sidang berikutnya, termasuk konfrontasi dengan Letjen Widi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Konteks Kasus<\/h3>\n<p>Kasus ini merupakan pengembangan dari dugaan korupsi pengadaan lahan sekitar 700 hektare di kawasan Carui, Kabupaten Cilacap.<\/p>\n<p>Jaksa menduga sebagian dana hasil kejahatan tersebut dialirkan untuk pembelian aset mewah dan disamarkan melalui transaksi nominee.<\/p>\n<p>Selain Alphard, jaksa juga menelusuri pembelian mobil lain, seperti Toyota Land Cruiser yang disebut &#8220;LC Pak Widi&#8221;.<\/p>\n<p>Dua terdakwa utama dalam perkara TPPU ini adalah Andhi Nur Huda (mantan Dirut PT Rumpun Sari Antan) dan Gus Yazid (tokoh agama yang dekat dengan Widi).<\/p>\n<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada komentar resmi dari Letjen Widi Prasetijono terkait dugaan tersebut.<\/p>\n<p>Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena melibatkan mantan perwira tinggi TNI dan dugaan penyalahgunaan wewenang serta aliran dana korupsi ke pihak pribadi.<\/p>\n<p>Perkembangan sidang ini akan terus dipantau, karena berpotensi mengungkap jaringan yang lebih luas dalam skandal pengadaan lahan BUMD Cilacap.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/508189?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama Letjen TNI (Purn) Widi Prasetijono, mantan Pangdam IV\/Diponegoro, kembali terseret dalam sidang tindak pidana pencucian uang (TPPU) pengadaan lahan BUMD Cilacap.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":508190,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"tppu","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[163967,274908,243,1420,6379,29525,370885],"series":[],"class_list":["post-508189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-alphard","tag-berita","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-tindak-pidana-pencucian-uang","tag-tppu","tag-widi-prasetijono"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/508189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=508189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/508189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/508190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=508189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=508189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=508189"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=508189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}