{"id":508726,"date":"2026-07-06T01:26:00","date_gmt":"2026-07-05T18:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/06\/sekda-aceh-pimpin-tanam-padi-perdana-pascabencana-pemulihan-pertanian-jadi-prioritas\/"},"modified":"2026-07-06T01:26:00","modified_gmt":"2026-07-05T18:26:00","slug":"sekda-aceh-pimpin-tanam-padi-perdana-pascabencana-pemulihan-pertanian-jadi-prioritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/06\/sekda-aceh-pimpin-tanam-padi-perdana-pascabencana-pemulihan-pertanian-jadi-prioritas\/","title":{"rendered":"Sekda Aceh Pimpin Tanam Padi Perdana Pascabencana, Pemulihan Pertanian Jadi Prioritas"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf memimpin gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5\/7\/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terdampak bencana.<\/p>\n<p>Gerakan tanam padi perdana itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta jajaran pemerintah daerah dan kelompok tani.<\/p>\n<p>Advertisements<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, M. Nasir mengatakan bencana hidrometeorologi telah memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian dan perkebunan di Aceh. Berdasarkan data Pemerintah Aceh, areal persawahan yang terdampak mencapai 57.364 hektare, sedangkan lahan perkebunan yang mengalami kerusakan mencapai 60.438 hektare. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling berat akibat banjir lumpur dan material lainnya.<\/p>\n<p>Menurut M. Nasir, gerakan tanam perdana bukan sekadar memulai musim tanam, melainkan menjadi simbol semangat kebangkitan petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.<\/p>\n<p>Advertisements<\/p>\n<p>\u201cTanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,\u201d ujar M. Nasir.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh menjadikan rehabilitasi dan optimalisasi lahan sawah di kawasan terdampak bencana sebagai salah satu prioritas utama untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Sebagian besar lahan yang sebelumnya rusak, kata dia, kini telah selesai diperbaiki dan mulai dapat kembali dimanfaatkan oleh para petani.<\/p>\n<p>Atas percepatan pemulihan tersebut, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, serta seluruh pihak yang terlibat, termasuk kelompok tani yang kembali mengolah lahan setelah banjir.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak para petani memanfaatkan musim tanam dengan sebaik-baiknya melalui semangat gotong royong, tetap memperhatikan kondisi alam, serta mengikuti arahan para pemangku adat setempat.<\/p>\n<h3>Dukungan Kementerian Pertanian<\/h3>\n<p>Dalam kesempatan itu, M. Nasir juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian yang dinilai berperan penting dalam percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan di Aceh. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, menurut dia, menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan pangan pascabencana.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, progres program optimalisasi lahan terdampak bencana saat ini telah mencapai 32 persen. Program tersebut mencakup pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan di 18 kabupaten\/kota di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cKami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,\u201d katanya.<\/p>\n<p>M. Nasir menjelaskan, program pemulihan dilakukan melalui beberapa tahapan sesuai tingkat kerusakan lahan. Untuk lahan dengan kategori rusak ringan dilakukan optimalisasi melalui pemberian bantuan pekerjaan. Sementara lahan dengan tingkat kerusakan sedang dipulihkan melalui program rehabilitasi.<\/p>\n<p>Setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai, tahapan berikutnya adalah pengolahan lahan agar sawah dapat kembali dimanfaatkan untuk musim tanam.<\/p>\n<p>Selain pemulihan lahan pertanian, intervensi Pemerintah Aceh bersama Kementerian Pertanian juga mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung, seperti irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT). Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung produktivitas petani.<\/p>\n<p>M. Nasir optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, TNI, serta masyarakat mampu mempercepat pemulihan puluhan ribu hektare lahan yang terdampak banjir sehingga kembali produktif dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani di Aceh. []<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/508726?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf memimpin gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5\/7\/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terdampak bencana. Gerakan tanam padi perdana itu dihadiri Asisten Perekonomian dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":508727,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[13434,29996,3688,325136,168049,331377,329958],"series":[],"class_list":["post-508726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-aceh-tamiang","tag-ketahanan-pangan","tag-m-nasir","tag-news","tag-pascabencana","tag-pertanian-aceh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/508726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=508726"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/508726\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/508727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=508726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=508726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=508726"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=508726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}