{"id":510210,"date":"2026-07-16T12:38:00","date_gmt":"2026-07-16T05:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/16\/status-febrie-adriansyah-turun-dari-tersangka-jadi-saksi-loyalis-jokowi-makin-bodor\/"},"modified":"2026-07-16T15:13:33","modified_gmt":"2026-07-16T08:13:33","slug":"status-febrie-adriansyah-turun-dari-tersangka-jadi-saksi-loyalis-jokowi-makin-bodor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/16\/status-febrie-adriansyah-turun-dari-tersangka-jadi-saksi-loyalis-jokowi-makin-bodor\/","title":{"rendered":"Status Febrie Adriansyah Turun dari Tersangka Jadi Saksi, Loyalis Jokowi: Makin Bodor!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, memberikan komentar pedas terkait perkembangan terbaru kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), <a title=\"Febrie Adriansyah\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/febrie-adriansyah\/\">Febrie Adriansyah<\/a>.<\/p>\n<p>Lewat salah satu unggahan di akun media sosial X pribadinya, Dede Budhyarto menyoroti perubahan status hukum dalam kasus tersebut.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, penanganan perkara itu telah diambil alih oleh Kejaksaan Agung. Yang menjadi sorotan, status hukum para pihak dalam perkara tersebut berubah.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Febrie Adriansyah (FA) dan Don Ritto (DR) berstatus sebagai tersangka. Kini, keduanya kembali berstatus sebagai saksi.<\/p>\n<p><i>&#8220;Kasus diambil alih Kejagung, status hukumnya &#8216;turun&#8217; dari tersangka jadi saksi setelah Kejagung terbitkan sprindik baru,&#8221; <\/i>tulis Loyalis <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> ini, dikutip Kamis (16\/7\/2026).<\/p>\n<p>Dede pun menyoroti langkah institusi Kejaksaan Agung yang menurutnya sudah di luar nalar.<\/p>\n<p><i>&#8220;Makin bodor saja kelakuan institusi itu. <\/i>\ud83d\ude0f,<i>&#8221; <\/i>ungkapnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan status hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA), dan Don Ritto (DR) menjadi saksi.<\/p>\n<p>Status hukum keduanya berubah setelah Kejagung menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum dalam penanganan dugaan korupsi proyek PLN Batubara, Asabri dan Jiwasraya, serta Krakatau Steel (KS).<\/p>\n<p>Kejagung juga telah membentuk tim khusus yang terdiri atas sembilan jaksa penyidik senior untuk menangani perkara tersebut.<\/p>\n<p>Terkait hal itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa penerbitan sprindik umum tersebut merupakan bagian dari proses pengambilalihan penanganan perkara.<\/p>\n<p>Langkah itu merupakan realisasi proses hukum atas pengambilalihan kasus yang sebelumnya ditangani penyidik gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi sudah dibentuk. Dan semenjak diterbitkan tiga sprindik umum maka segala kegiatan dan tindakan-tindakan yang bersifat pro justitia sudah beralih kepada penyidik kejaksaan,&#8221; kata Anang di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta.<\/p>\n<p>Anang menjelaskan, sprindik umum bernomor 43 berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus Krakatau Steel.<\/p>\n<p>Sementara sprindik umum bernomor 44 berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek PLTU PLN yang ditengarai menjadi penyebab blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Adapun sprindik umum bernomor 45 berkaitan dengan perkara Asabri dan Jiwasraya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, memberikan komentar pedas terkait perkembangan terbaru kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":510211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[34],"tags":[68,243,1420,1645,2257,274908,325283,371016],"series":[],"class_list":["post-510210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-headline","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-joko-widodo","tag-jampidsus","tag-berita","tag-loyalis-jokowi","tag-febrie-adriansyah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/510210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=510210"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/510210\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/510211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=510210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=510210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=510210"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=510210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}