{"id":510225,"date":"2026-07-16T09:37:00","date_gmt":"2026-07-16T02:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/16\/fantastis-bangladesh-sita-harta-mantan-perdana-menteri-sheikh-hasina-rp112-triliun\/"},"modified":"2026-07-16T15:40:00","modified_gmt":"2026-07-16T08:40:00","slug":"fantastis-bangladesh-sita-harta-mantan-perdana-menteri-sheikh-hasina-rp112-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/16\/fantastis-bangladesh-sita-harta-mantan-perdana-menteri-sheikh-hasina-rp112-triliun\/","title":{"rendered":"Fantastis! Bangladesh Sita Harta Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina Rp112 Triliun"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; <a title=\"Bangladesh\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bangladesh\/\">Bangladesh<\/a> menyita harta milik mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina senilai 760 miliar taka atau hampir Rp112 triliun. Harta tersebut terkait dengan keluarga serta 10 kelompok bisnisnya.<\/p>\n<p>Sejak digulingkan melalui people power, demonstrasi besar-besaran dipimpin mahasiswa pada 2024 hingga melarikan diri ke India, Hasina menjadi obyek penyelidikan atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.<\/p>\n<p>Pihak berwenang menyelidiki harta kekayaan sang mantan perdana menteri, kerabat, serta kelompok bisnis besarnya. Mereka dituduh mendapat keuntungan selama Hasina menjabat selama 15 tahun.<\/p>\n<p>Unit Intelijen Keuangan Bangladesh menyita aset senilai 570 miliar taka di Bangladesh dan 190 miliar taka lainnya di luar negeri.<\/p>\n<p>Kepala Unit Intelijen Keuangan Bangladesh Ikhtiar Mohammad Mamun mengatakan, pihak berwenang membuka 98 kasus sebagai bagian dari penyelidikan terhadap Hasina serta orang-orang yang terkait dengannya.<\/p>\n<p>\u201cKami masih berupaya untuk memulihkan uang yang dicuci di luar negeri. Kita berharap bisa menyampaikan perkembangan positif pada akhir tahun ini,\u201d kata Mamun, seperti dikutip dari AFP, Kamis (16\/7\/2026).<\/p>\n<p>Hasina telah divonis bersalah dalam beberapa kasus, melalui persidangan in absentia. Kasus tersebut termasuk korupsi yang terkait dengan alokasi lahan di daerah kelas atas Ibu Kota Dhaka.<\/p>\n<p>Pengadilan juga menjatuhkan hukuman mati kepadanya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.<\/p>\n<p>Hasina saat ini masih berada di India sejak melarikan diri dari Bangladesh pada Agustus 2024.<\/p>\n<p>Dalam penampilannya baru-baru ini, dia mengatakan akan kembali pada akhir 2026.<\/p>\n<p>Menteri Dalam Negeri Bangladesh Salahuddin Ahmed mengatakan, pemerintah telah meminta ekstradisi seraya memastikan Hasina akan menghadapi proses hukum.<\/p>\n<p>\u201cPutusan akan dilaksanakan. Pengadilan akan memutuskan apakah ada ruang untuk banding (atau tidak),\u201d katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bangladesh menyita harta milik mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina senilai 760 miliar taka atau hampir Rp112 triliun. Harta tersebut terkait dengan keluarga serta 10 kelompok bisnisnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":510226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"bangladesh","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[36,356],"tags":[1420,39997,274908],"series":[],"class_list":["post-510225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-asia","tag-peristiwa","tag-bangladesh","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/510225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=510225"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/510225\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/510226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=510225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=510225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=510225"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=510225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}