{"id":510812,"date":"2026-07-20T21:13:00","date_gmt":"2026-07-20T14:13:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/20\/khozinudin-meradang-emas-74-kg-di-rumah-febrie-dikaitkan-dengan-dakwah-islam-ini-jelas-pelecehan\/"},"modified":"2026-07-20T23:25:42","modified_gmt":"2026-07-20T16:25:42","slug":"khozinudin-meradang-emas-74-kg-di-rumah-febrie-dikaitkan-dengan-dakwah-islam-ini-jelas-pelecehan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/20\/khozinudin-meradang-emas-74-kg-di-rumah-febrie-dikaitkan-dengan-dakwah-islam-ini-jelas-pelecehan\/","title":{"rendered":"Khozinudin Meradang, Emas 74 Kg di Rumah Febrie Dikaitkan dengan Dakwah Islam: Ini Jelas Pelecehan!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Advokat Ahmad <a title=\"Khozinudin\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/khozinudin\/\">Khozinudin<\/a> marah gara-gara emas 74 kg yang ditemukan di rumah eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Sentul Bogor dikaitkan dengan dakwah Islam.<\/p>\n<p>Menurut eks pengacara Roy Suryo ini, dia benar-benar marah, karena kejahatan koruptor sudah pada tingkat yang sangat memuakkan di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cJika sebelumnya, koruptor mencuci uang mereka melalui sejumlah bisnis, dilakukan sebagai warisan keluarga, harta milik sopir atau pembantunya, kali ini koruptor sudah sangat kurang ajar,\u201d katanya dalam unggahan Facebook @ahmad Khozinudin dan Pojoksatu.id sudah minta izin mengutipnya, Senin (20\/7).<\/p>\n<p>Dia menerangkan, sebagaimana diketahui kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menyatakan bahwa emas seberat 74 kg dan uang ratusan miliar rupiah yang disita dari sebuah rumah di Sentul bukanlah milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.<\/p>\n<p>\u201cAset tersebut diklaim sebagai dana operasional yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam. Kurang ajar. Ini sama saja menjadikan dakwah Islam sebagai sarana cuci dosa korupsi. Ini jelas, pelecehan terhadap ajaran dakwah Islam yang mulia dalam agama Islam,\u201d jelas Ahmad.<\/p>\n<p>Lagipula, Yayasan dakwah Islam mana yang menimbun emas hingga 74 kg atau uang ratusan miliar.<\/p>\n<p>Diluar sana, banyak anak yatim terlantar. Banyak kaum miskin dan duafa. Banyak yang tak memiliki Al Qur&#8217;an. Banyak masjid Mushola yang butuh direnovasi.<\/p>\n<p>Banyak pondok pesantren yang mendidik santri butuh uluran tangan.<\/p>\n<p>\u201cMereka butuh dibantu, bukan malah menimbun emas dan uang bantuan untuk mereka,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cKalau maling ya maling saja. Jangan mau cuci uang maling, mengatasnamakan pemilik emas, lalu mengklaim itu untuk dakwah Islam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, agama Islam adalah agama yang agung. Tak menerima ajaran Robinhood. Islam hanya menerima harta yang halal untuk beramal. Bukan harta korupsi.<\/p>\n<p>\u201cMemangnya, yayasan Islam itu tempat money laundry. Tempat mencuci dosa korupsi. Dalam Islam, korupsi itu kejahatan kategori ta&#8217;jier. Hukumannya bisa dihukum mati. Jadi, untuk membersihkan dosa korupsi dalam Islam maka harus dihukum mati. Bukan hartanya digunakan untuk dakwah Islam,\u201d jelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Advokat Ahmad Khozinudin marah gara-gara emas 74 kg yang ditemukan di rumah eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Sentul Bogor dikaitkan dengan dakwah Islam.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":510813,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-510812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/510812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=510812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/510812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/510813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=510812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=510812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=510812"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=510812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}