{"id":511257,"date":"2026-07-22T12:25:00","date_gmt":"2026-07-22T05:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/22\/pemerintah-aceh-pacu-pemulihan-sawah-terdampak-bencana\/"},"modified":"2026-07-22T12:25:00","modified_gmt":"2026-07-22T05:25:00","slug":"pemerintah-aceh-pacu-pemulihan-sawah-terdampak-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/22\/pemerintah-aceh-pacu-pemulihan-sawah-terdampak-bencana\/","title":{"rendered":"Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong>\u00a0\u2013 Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana saat ini dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.<\/p>\n<p>Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menilai Distanbun Aceh telah bekerja maksimal dan menunjukkan hasil yang positif. Hal tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi.<\/p>\n<p>Salah satu capaian yang telah terealisasi adalah dimulainya gerakan tanam padi di lahan yang telah dipulihkan pascabencana hidrometeorologi. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir Syamaun, mewakili Gubernur Mualem, meresmikan gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Minggu (5\/7\/2026).<\/p>\n<p>Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada 24 April 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan (POL) Kementerian Pertanian RI, Dr. Dede Sulaiman, yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.<\/p>\n<p>Gerakan tanam padi pascabencana juga telah dilaksanakan di Aceh Utara dengan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian, serta di sejumlah kabupaten lainnya di Aceh.<\/p>\n<p>Kinerja Distanbun Aceh juga berdampak pada peningkatan dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian. Jika pada tahap pertama bantuan yang dialokasikan sebesar Rp380 miliar, pada tahap kedua meningkat menjadi Rp515 miliar.<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi berdampak pada 57.485 hektare lahan sawah yang terbagi dalam empat kategori, yakni rusak ringan seluas 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, rusak berat 16.276 hektare, serta sawah yang hilang seluas 120 hektare.<\/p>\n<p>Azanuddin melaporkan kepada Gubernur Mualem bahwa hingga saat ini program optimasi lahan dan rehabilitasi yang telah maupun sedang berjalan mencakup sekitar 40.852 hektare, meliputi lahan rusak ringan hingga rusak berat.<\/p>\n<p>Sementara itu, masih terdapat sekitar 16.633 hektare lahan rusak berat dan sawah yang hilang yang belum tertangani.<\/p>\n<h3>Tingkatkan Komunikasi dan Sinergi<\/h3>\n<p>Nurlis menjelaskan, rehabilitasi sawah dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh serta dinas pertanian kabupaten\/kota di wilayah terdampak.<\/p>\n<p>Karena itu, Gubernur Mualem menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran atas dukungan yang telah diberikan dalam percepatan pemulihan lahan pertanian di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cBeliau juga mengapresiasi Plt Kepala Distanbun Aceh beserta jajaran hingga tingkat kabupaten\/kota yang terus bekerja secara maksimal,\u201d kata Nurlis.<\/p>\n<p>Menurut Nurlis, Gubernur Mualem menginstruksikan Plt Kepala Distanbun Aceh untuk terus bekerja keras demi meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya yang terdampak bencana.<\/p>\n<p>Selain itu, Mualem juga mengarahkan agar Distanbun Aceh memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.<\/p>\n<p>\u201cBaik itu dengan Kementerian Pertanian, Satgas PRR Kemendagri, pemerintah kabupaten\/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gubernur berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan tidak hanya memulihkan kondisi sawah, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh wilayah terdampak.<\/p>\n<h3>Rincian Program Optimalisasi Lahan<\/h3>\n<p>Pemerintah Aceh mencatat sejumlah program pemulihan lahan pertanian yang tengah berjalan, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Optimasi lahan (oplah) untuk sawah rusak ringan<\/strong>\n<ul>\n<li>Anggaran: Rp155.658.250.000<\/li>\n<li>Cakupan: 16 kabupaten\/kota<\/li>\n<li>Luas lahan: 27.071 hektare<\/li>\n<li>Progres fisik berkontrak: 22.126 hektare atau sekitar 56 persen.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Rehabilitasi sawah rusak sedang<\/strong>\n<ul>\n<li>Anggaran: Rp186.043.500.000<\/li>\n<li>Cakupan: 11 kabupaten<\/li>\n<li>Luas lahan: 13.781 hektare<\/li>\n<li>Progres rehabilitasi: sekitar 4.393 hektare atau 32 persen.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Pembangunan irigasi perpompaan<\/strong>\n<ul>\n<li>Target: 641 unit di 16 kabupaten\/kota<\/li>\n<li>Anggaran: Rp98.073.000.000<\/li>\n<li>Realisasi: 456 unit telah terbangun dengan realisasi keuangan sekitar 53,2 persen. Sisanya masih dalam tahap pengerjaan dan proses administrasi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Pembangunan irigasi perpipaan dan bangunan konservasi<\/strong>\n<ul>\n<li>Irigasi perpipaan: 149 unit di 13 kabupaten\/kota dengan anggaran Rp14.006.000.000 dan progres sekitar 50 persen.<\/li>\n<li>Bangunan konservasi: 45 unit dengan anggaran Rp5.400.000.000 dan realisasi keuangan sekitar 36 persen.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Jaringan irigasi tersier dan Jalan Usaha Tani (JUT)<\/strong>\n<ul>\n<li>Jaringan irigasi tersier: 300 unit dengan anggaran Rp30.000.000.000. Hingga kini sekitar 235 unit telah terbangun atau mencapai sekitar 78 persen.<\/li>\n<li>Jalan Usaha Tani (JUT): 106 unit dengan anggaran Rp11.660.000.000. Realisasi keuangan telah mencapai sekitar 31 persen.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Secara keseluruhan, seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian tersebut telah mencapai realisasi keuangan sebesar 48,48 persen per 21 Juli 2026.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0\u2013 Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana saat ini dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh. Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menilai Distanbun Aceh telah bekerja maksimal dan menunjukkan hasil yang positif. Hal tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":511258,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[13434,249661,702,57134,168049,4744,370984],"series":[],"class_list":["post-511257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-distanbun-aceh","tag-kementerian-pertanian","tag-muzakir-manaf","tag-news","tag-pemerintah-aceh","tag-rehabilitasi-sawah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/511257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=511257"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/511257\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/511258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=511257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=511257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=511257"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=511257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}