{"id":511287,"date":"2026-07-22T06:48:00","date_gmt":"2026-07-21T23:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/22\/ukm-pa-leuser-usk-dukung-gerakan-peduli-lingkungan-melalui-penanaman-1-000-mangrove\/"},"modified":"2026-07-22T06:48:00","modified_gmt":"2026-07-21T23:48:00","slug":"ukm-pa-leuser-usk-dukung-gerakan-peduli-lingkungan-melalui-penanaman-1-000-mangrove","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/22\/ukm-pa-leuser-usk-dukung-gerakan-peduli-lingkungan-melalui-penanaman-1-000-mangrove\/","title":{"rendered":"UKM PA Leuser USK Dukung Gerakan Peduli Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Mangrove"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Leuser Universitas Syiah Kuala (UKM PA Leuser USK) berpartisipasi aktif sebagai organisasi pendukung dalam aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Jalan Lembeude, Dusun K. Umar, Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (19\/7\/2026).<\/p>\n<p>Aksi konservasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Aceh, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), PT Medco Exploration and Production Malaka (PT Medco E&amp;P Malaka), LSM Seulanga Aceh, serta berbagai komunitas pegiat lingkungan dan organisasi kemasyarakatan.<\/p>\n<p>Gerakan tersebut bertujuan memperkuat ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Dalam sambutan pembuka, M. Rafly menyampaikan bahwa pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan komunitas.<\/p>\n<p>\u201cPelestarian mangrove adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan komunitas pegiat lingkungan untuk memperkuat ketahanan pesisir serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh,\u201d ujar Rafly.<\/p>\n<p>Sebagai organisasi yang konsisten bergerak di bidang kepencintaalaman dan konservasi, UKM PA Leuser USK menyambut baik kolaborasi tersebut. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.<\/p>\n<p>Perwakilan PT Medco E&amp;P Malaka juga menegaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen terhadap tanggung jawab sosial serta pelestarian lingkungan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Sementara itu, anggota UKM PA Leuser USK, Nur Afni, yang turut terlibat dalam aksi penanaman, menegaskan bahwa aksi nyata menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian bumi.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini menjadi salah satu fokus kami di UKM PA Leuser dalam mendukung bidang konservasi sebagai bentuk tanggung jawab setelah memanfaatkan sumber daya yang ada di bumi. Harapan kami bersama para penyelenggara, pohon-pohon mangrove yang ditanam hari ini dapat membantu mengurangi abrasi di kawasan pesisir ini, sekaligus memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,\u201d ujar Afni.<\/p>\n<p>Melalui partisipasi tersebut, UKM PA Leuser USK berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi terus diperkuat sehingga berbagai program konservasi di Aceh tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Leuser Universitas Syiah Kuala (UKM PA Leuser USK) berpartisipasi aktif sebagai organisasi pendukung dalam aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Jalan Lembeude, Dusun K. Umar, Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (19\/7\/2026). Aksi konservasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":511288,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[5057,6074,29381,371309,371310],"series":[],"class_list":["post-511287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-mangrove","tag-universitas-syiah-kuala","tag-lingkungan","tag-konservasi-lingkungan","tag-ukm-pa-leuser-usk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/511287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=511287"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/511287\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/511288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=511287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=511287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=511287"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=511287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}