{"id":512374,"date":"2026-07-30T16:48:00","date_gmt":"2026-07-30T09:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/30\/dua-dekade-mou-helsinki-implementasi-kewenangan-khusus-aceh-dinilai-masih-hadapi-tantangan\/"},"modified":"2026-07-30T19:42:14","modified_gmt":"2026-07-30T12:42:14","slug":"dua-dekade-mou-helsinki-implementasi-kewenangan-khusus-aceh-dinilai-masih-hadapi-tantangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/30\/dua-dekade-mou-helsinki-implementasi-kewenangan-khusus-aceh-dinilai-masih-hadapi-tantangan\/","title":{"rendered":"Dua Dekade MoU Helsinki, Implementasi Kewenangan Khusus Aceh Dinilai Masih Hadapi Tantangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Implementasi sejumlah kewenangan khusus Aceh yang diamanatkan dalam Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dinilai masih menghadapi berbagai tantangan, meski perdamaian di Aceh telah berlangsung lebih dari dua dekade.<\/p>\n<p>Hal tersebut mengemuka dalam dialog Tim Kajian Implementasi MoU Helsinki dan UUPA Lembaga Wali Nanggroe bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di Kantor Bupati Aceh Barat, Rabu (29\/7\/2026). Informasi itu disampaikan Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris.<\/p>\n<p>Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kajian untuk menghimpun aspirasi pemerintah kabupaten\/kota sebagai bahan penyusunan rekomendasi strategis kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh.<\/p>\n<p>Ketua Tuha Lapan Wali Nanggroe, Kamaruddin Andalah, yang memimpin dialog mewakili Ketua Tim Kajian Prof. Dr. Syahrizal Abbas, mengatakan tim hadir untuk mendengarkan secara langsung pengalaman, tantangan, serta harapan pemerintah daerah terkait pelaksanaan MoU Helsinki dan UUPA.<\/p>\n<p>\u201cTim Kajian hadir bukan untuk melakukan evaluasi terhadap pemerintah daerah, tetapi untuk mendengar secara langsung pengalaman, tantangan, dan harapan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Seluruh masukan yang kami himpun akan menjadi bagian dari rekomendasi kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe dalam rangka memperkuat implementasi MoU Helsinki dan UUPA,\u201d ujar Kamaruddin.<\/p>\n<p>Dalam dialog tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyampaikan bahwa MoU Helsinki telah memberikan kontribusi besar terhadap terciptanya stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan di Aceh. Namun, sejumlah kewenangan yang menjadi bagian dari kekhususan Aceh dinilai belum sepenuhnya terimplementasi secara optimal.<\/p>\n<p>Beberapa kewenangan yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan sumber daya alam, pertanahan, tata ruang laut dan udara, serta pelaksanaan sejumlah ketentuan dalam UUPA yang masih memerlukan harmonisasi dengan regulasi nasional.<\/p>\n<p>Selain persoalan kewenangan, forum juga membahas efektivitas pelaksanaan Dana Otonomi Khusus Aceh. Para peserta menilai penguatan tata kelola, peningkatan efektivitas penyaluran, serta optimalisasi pemanfaatan dana otsus perlu terus dilakukan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan mampu mendorong pemerataan pembangunan.<\/p>\n<p>Isu strategis lainnya yang turut dibahas meliputi penguatan kewenangan daerah dalam pengelolaan sumber daya alam, penyempurnaan mekanisme perizinan, penyelesaian konflik pertanahan, percepatan pengembalian Hak Guna Usaha (HGU) yang telah berakhir masa berlakunya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta perlindungan terhadap tanah ulayat dan hak-hak masyarakat adat.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten dalam mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Dr. Kurdi, mengapresiasi inisiatif Lembaga Wali Nanggroe yang membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah untuk menghimpun aspirasi mengenai implementasi MoU Helsinki dan UUPA.<\/p>\n<p>\u201cDialog seperti ini sangat penting untuk membangun pemahaman yang sama mengenai berbagai tantangan yang dihadapi daerah. Kami berharap hasil kajian yang disusun Lembaga Wali Nanggroe dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan sehingga pelaksanaan kekhususan Aceh benar-benar memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Staf Khusus Wali Nanggroe Urusan Diplomasi dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. Mohammad Raviq, menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun dari berbagai kabupaten\/kota akan menjadi bagian dari kajian komprehensif Tim Implementasi MoU Helsinki dan UUPA.<\/p>\n<p>Menurutnya, rekomendasi yang disusun akan disampaikan kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe sebagai bahan masukan kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat guna memperkuat implementasi MoU Helsinki dan UUPA.<\/p>\n<p>Dialog di Aceh Barat merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Tim Kajian Implementasi MoU Helsinki dan UUPA Lembaga Wali Nanggroe ke berbagai kabupaten\/kota di Aceh. Seluruh hasil dialog akan dihimpun menjadi rekomendasi strategis untuk memperkuat implementasi MoU Helsinki sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan UUPA.<\/p>\n<p>\u201cAceh memiliki pengalaman, karakteristik, dan tantangan yang berbeda di setiap daerah. Karena itu, kami ingin memastikan setiap rekomendasi yang disampaikan kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe benar-benar lahir dari aspirasi pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Kami berharap rekomendasi ini dapat memperkuat implementasi MoU Helsinki dan UUPA serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh yang damai, adil, maju, dan sejahtera,\u201d ujar Mohammad Raviq.<\/p>\n<p>Pertemuan tersebut dihadiri Tim Kajian Implementasi MoU Helsinki dan UUPA Lembaga Wali Nanggroe yang terdiri atas Mohammad Raviq, Kamaruddin Andalah, Ridwan Hadi, Hespynosa, Nurdani, dan Ridwansyah.<\/p>\n<p>Dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hadir Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Dr. Kurdi, Asisten III Safrizal, Asisten I Ruswaidi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dodi B. S., Sekretaris DPRK Fitriana, Kepala Bagian Hukum Aharis Mabrur, serta Zona M. Sutra dari Bagian Kesejahteraan Rakyat.Jika akan diterbitkan di  kategori yang paling tepat adalah Aceh. Tag: MoU Helsinki, UUPA, Wali Nanggroe, Aceh Barat, Pemerintahan Aceh.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Implementasi sejumlah kewenangan khusus Aceh yang diamanatkan dalam Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dinilai masih menghadapi berbagai tantangan, meski perdamaian di Aceh telah berlangsung lebih dari dua dekade. Hal tersebut mengemuka dalam dialog Tim Kajian Implementasi MoU Helsinki dan UUPA Lembaga Wali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":512375,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[51401,102682,168049,323772,68,89,13434,27499],"series":[],"class_list":["post-512374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-mou-helsinki","tag-wali-nanggroe","tag-news","tag-pemerintahan-aceh","tag-headline","tag-aceh-barat","tag-aceh","tag-uupa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=512374"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512374\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/512375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=512374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=512374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=512374"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=512374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}