{"id":512399,"date":"2026-07-30T22:02:00","date_gmt":"2026-07-30T15:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/30\/kadis-pengairan-aceh-pengelolaan-sda-berkelanjutan-kunci-perkuat-ketahanan-air\/"},"modified":"2026-08-01T05:51:30","modified_gmt":"2026-07-31T22:51:30","slug":"kadis-pengairan-aceh-pengelolaan-sda-berkelanjutan-kunci-perkuat-ketahanan-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/30\/kadis-pengairan-aceh-pengelolaan-sda-berkelanjutan-kunci-perkuat-ketahanan-air\/","title":{"rendered":"Kadis Pengairan Aceh: Pengelolaan SDA Berkelanjutan Kunci Perkuat Ketahanan Air"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdinansyah, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air (SDA) yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci utama untuk memperkuat ketahanan air sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di Aceh.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Erwin saat membuka Seminar Sumber Daya Air bertema <em>\u201cPengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Air dan Pembangunan Berwawasan Lingkungan\u201d<\/em> yang diselenggarakan Himpunan Profesional Pengelola Sumber Daya Air (HIMPESDA) Provinsi Aceh di Aula Dinas Pengairan Aceh, Banda Aceh, Kamis (30\/7\/2026).<\/p>\n<p>Seminar yang diikuti sebanyak 309 peserta secara luring dan daring itu juga mengangkat tema besar <em>Build Back Better: Kontribusi Masyarakat dalam Pemulihan Bencana Hidrometeorologi Aceh<\/em>, sebagai refleksi pentingnya membangun kembali sektor sumber daya air yang lebih tangguh setelah bencana.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, Erwin yang mewakili Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, sekaligus menjadi pembicara utama (<em>keynote speaker<\/em>).<\/p>\n<p>Erwin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya HIMPESDA Provinsi Aceh yang diharapkan dapat menjadi organisasi profesi yang memperkuat kapasitas pengelolaan sumber daya air di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah Aceh memberikan apresiasi atas terbentuknya HIMPESDA Provinsi Aceh. Kami meyakini hadirnya organisasi profesi ini akan menjadi kekuatan baru dalam mendukung pembangunan sumber daya air melalui peningkatan kompetensi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penyediaan ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat,\u201d ujar Erwin.<\/p>\n<p>Menurut dia, tantangan pengelolaan sumber daya air saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga mencakup pengendalian banjir, mitigasi kekeringan, konservasi daerah aliran sungai (DAS), hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p>Karena itu, penguatan tata kelola sumber daya air dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan daerah menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat.<\/p>\n<p>Seminar tersebut menghadirkan Ketua Umum HIMPESDA Pusat, Djarot Widyoko, Ketua HIMPESDA Aceh, Variadi, serta dihadiri pejabat pemerintah, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati sumber daya air.<\/p>\n<p>Ketua HIMPESDA Aceh, Variadi, mengatakan organisasi profesi tersebut dibentuk sebagai wadah para profesional di bidang sumber daya air untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat jejaring, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur air yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengelolaan sumber daya air memerlukan pendekatan yang terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mengingat tantangan perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi.<\/p>\n<p>\u201cHIMPESDA ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan gagasan, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia sehingga pengelolaan sumber daya air di Aceh semakin profesional dan berkelanjutan,\u201d kata Variadi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum HIMPESDA Pusat, Djarot Widyoko, menekankan pentingnya memperkuat peran tenaga profesional dalam mendukung implementasi kebijakan pengelolaan sumber daya air nasional yang adaptif terhadap perubahan iklim dan perkembangan teknologi.<\/p>\n<p>Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi HIMPESDA di Provinsi Aceh yang menghadirkan narasumber Trinanda Septian dari Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.<\/p>\n<p>Dalam forum tersebut, para peserta juga membahas pentingnya konsep <em>Build Back Better<\/em>, yaitu membangun kembali infrastruktur yang terdampak bencana agar lebih tangguh, ramah lingkungan, dan mampu mengurangi risiko bencana pada masa mendatang.<\/p>\n<p>Pembahasan itu dinilai relevan dengan kondisi Aceh yang masih menghadapi ancaman banjir, banjir bandang, tanah longsor, abrasi pantai, hingga kekeringan di sejumlah wilayah akibat perubahan pola curah hujan dan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Melalui seminar tersebut, HIMPESDA berharap terbangun sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam merumuskan inovasi pengelolaan sumber daya air guna mendukung ketahanan air, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan di Aceh.[]<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512399?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdinansyah, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air (SDA) yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci utama untuk memperkuat ketahanan air sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di Aceh. Hal tersebut disampaikan Erwin saat membuka Seminar Sumber Daya Air bertema \u201cPengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Air [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":512400,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[371501,5622,13434,168049,371498,371499,371500],"series":[],"class_list":["post-512399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-ketahanan-air","tag-sumber-daya-air","tag-aceh","tag-news","tag-dinas-pengairan-aceh","tag-erwin-ferdinansyah","tag-himpesda-aceh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=512399"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512399\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/512400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=512399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=512399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=512399"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=512399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}