{"id":512457,"date":"2026-07-31T07:52:00","date_gmt":"2026-07-31T00:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/31\/prabowo-dalam-bahaya\/"},"modified":"2026-07-31T09:00:47","modified_gmt":"2026-07-31T02:00:47","slug":"prabowo-dalam-bahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/07\/31\/prabowo-dalam-bahaya\/","title":{"rendered":"Prabowo dalam Bahaya"},"content":{"rendered":"<p><em><b>Oleh:<\/b> Tony Rosyid<\/em><sup><a href=\"#footnote_1_512457\" id=\"identifier_1_512457\" class=\"footnote-link footnote-identifier-link\" title=\"Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa\">1<\/a><\/sup><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>ELASA pagi, 28 Juli 2026, saya on air Radio Dakta, dan Rabu pagi, 29 Juli 2026, saya on air Radio Rasil.<\/p>\n<p>Saya katakan di dalam wawancara bahwa SMRC hanya ungkap tingkat kepuasan publik terhadap Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>. Angkanya 51 persen. Jauh menurun dibandingkan November 2025 di angka 80-an persen dan Maret 2025 di angka 70-an persen.<\/p>\n<p>Kalau SMRC merilis tingkat elektabilitas <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>, ini akan jadi sesuatu dan berpotensi membuat guncangan.<\/p>\n<p>Rabu malam, 29 Juli 2026, ternyata SMRC mempublish hasil risetnya terkait elektabilitas Prabowo. Tidak hanya SMRC, tapi juga Indikator.<\/p>\n<p>Hasilnya mirip bahwa elktabilitas Prabowo jauh tertinggal dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi kader Gerindra.<\/p>\n<p>Sebelum mengulas apa dampak <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dari hasil survei ini, satu pertanyaan penting: &#8220;siapa di balik SMRC dan Indikator&#8221;. Orang awam seringkali bertanya siapa yang membiayai kedua lembaga survei ini?<\/p>\n<p>Siapa pun yang di belakang dan membiayai kedua lembaga survei itu, sama sekali tidak akan mengurangi validitas dan objektiifitas hasilnya.<\/p>\n<p>Pertanyaan di atas penting diajukan untuk membaca skenario apa yang sedang dimainkan dan kemana arah serta tergetnya. Pertanyaan ini merupakan upaya menelusuri strategi politik yang sedang digodok di panggung belakang.<\/p>\n<p>SMRC dan Indikator melakukan survei dengan sejumlah simulasi: semi terbuka dan tertutup. Hasilnya, elektabilitas Prabowo jauh tertinggal di bawah Dedi Mulyadi.<\/p>\n<p>Survei SMRC semi terbuka (5-19 Juli): Tertinggi Dedi Mulyadi 35 persen, disusul Prabowo Subianto 14,5 persen, lalu <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/anies-baswedan\/\">Anies Baswedan<\/a> 8,2 persen. Sedangkan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ganjar-pranowo\/\">Ganjar Pranowo<\/a> 4,2 persen.<\/p>\n<p>Sementara hasil survei semi terbuka Indikator (14-24 Juli): Dedi Mulyadi 32,4 persen, Prabowo 18,8 persen dan Anies Baswedan 11,6 persen. Sementara Gibran 5,9 persen, AHY 5,8 persen dan Ganjar Pranowo 4,5 persen.<\/p>\n<p>Kedua survei menunjukkan bahwa elektabilitas Dedi Mulyadi berada di posisi teratas. Apakah ini kinerja Dedi Mulyadi seorang diri, atau ada tokoh besar yang sedang memainkannya?<\/p>\n<p>Rumor beredar Dedi Mulyadi mulai berseteru dengan elite Gerindra. Bahkan kabarnya akan balik ke Golkar. Ketum Golkar adalah Bahlil. Dan Bahlil adalah orang kepercayaan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>. Jika info ini valid, tentu bukan sebuah kebetulan.<\/p>\n<p>Apakah hasil survei ini bisa berubah? Sangat bisa! Hanya saja, berdasarkan pengalaman jika elektabilitas penguasa mengalami tren turun, apalagi dalam jangka panjang, maka akan sulit recovery.<\/p>\n<p>Bukan tidak mungkin, tapi cukup sulit. Tren tingkat kepuasan, trust, ekspektasi dan elektabilitas yang terus turun menjadi tantangan bahkan ancaman politik bagi positioning Prabowo.<\/p>\n<p>Turunnya tingkat kepuasan dan elektabilitas Prabowo berpotensi membawa konsekuensi cukup serius.<\/p>\n<p>Di antaranya adalah pertama, kekuasaan Prabowo akan semakin kehilangan trust dan legitimasi publik.<\/p>\n<p>Kedua, melemahnya Prabowo mendorong kekuatan di luar Prabowo akan semakin bersemangat untuk melakukan konsolidasi yang lebih intens.<\/p>\n<p>Ketiga, pendukung Prabowo, terutama kelompok moderat, pragmatis dan oportunis akan mulai dihinggapi keraguan.<\/p>\n<p>Tidak menutup kemungkinan hasil survei SMRC dan Indikator ini akan mendorong sejumlah pendukung istana berkhianat.<\/p>\n<p>Dalam sejarah, kekuasaan yang melemah selalu melahirkan pengkhinatan. Pengkhianatan\u00a0 menjadi salah satu anak kandung dari melemahnya kekuasaan.<\/p>\n<p>Keempat, tiga efek di atas berpotensi menciptakan kepanikan sehingga lahir sikap politik dan kebijakan yang blunder.<\/p>\n<p>Merespons situasi ini, Prabowo dan lingkaran istana mesti mengambil langkah-langkah strategis, bahkan bila perlu ambil langkah radikal.<\/p>\n<p>Kalau tetap merasa aman dan tidak melakukan langkah-langkah strategis, maka ancaman akan semakin mendekati kenyataan. Apa langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan Prabowo?<\/p>\n<p>Pertama, ganti sejumlah orang di struktur kekuasan dengan SDM yang lebih profesional. Tidak hanya di jajaran kementerian, tapi juga di sejumlah lembaga dan BUMN.<\/p>\n<p>Ini dalam rangka mengembalikan trust publik. Termasuk mengganti Kapolri dan Panglima TNI yang sudah terlalu lama menjabat, agar terjadi penyegaran di dua instutusi ini.<\/p>\n<p>Kedua, ajak gabung kekuatan-kekuatan politik yang selama ini masih berada di luar koalisi. Ada dua kekuatan signifikan di luar istana yaitu <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pdip\/\">PDIP<\/a> sebagai partai pemenang dan Anies Baswedan.<\/p>\n<p>Berikan 3-5 menteri buat PDIP. Karena PDIP tidak mau bergabung jika ada orang-orang Jokowi di istana, maka tak ada pilihan lain kecuali mengganti orang-orang Jokowi dengan PDIP. Ini pilihan sulit yang tentu masing-masing punya konsekuensinya.<\/p>\n<p>Jika Anies Baswedan dijadikan Mensesneg atau Seskab misalnya, keadaan Prabowo ada kemungkinan bisa berubah.<\/p>\n<p>Anies, selain punya pendukung dalam jumlah besar dan cukup militan, secara skill bisa ditugaskan untuk mengorkestrasi kementerian dan lembaga negara agar bisa biekerja lebih profesional.<\/p>\n<p>Tentu, tidak mudah menggandeng Anies. Belum tentu Anies sendiri mau, juga pasti penolakan di internal istana juga tidak kecil.<\/p>\n<p>Seorang pemimpin akan selalu dihadapkan pada tantangan. Tantangan yang berat adalah ketika menghadapi dilema.<\/p>\n<p>Jika dilema terus dibiarkan, maka seorang pemimpin lambat laun akan melemah dan pada akhirnya tumbang.<\/p>\n<p>Apakah Prabowo akan tegas bersikap terhadap dilema-dilema itu? Terutama dilema dalam menghadapi Geng Solo.<\/p>\n<ol class=\"footnotes\"><li id=\"footnote_1_512457\" class=\"footnote\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pengamat-politik\/\">Pengamat Politik<\/a> dan Pemerhati Bangsa<span class=\"footnote-back-link-wrapper\">[<a href=\"#identifier_1_512457\" class=\"footnote-link footnote-back-link\">\u21a9<\/a>]<\/span><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya katakan di dalam wawancara bahwa SMRC hanya ungkap tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":512458,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[37],"tags":[2081,5300],"series":[],"class_list":["post-512457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-prabowo-subianto","tag-prabowo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=512457"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512457\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/512458"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=512457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=512457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=512457"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=512457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}