{"id":512713,"date":"2026-08-02T11:17:00","date_gmt":"2026-08-02T04:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/02\/gempa-m71-jepang-pencarian-dihentikan-korban-tewas-36-orang\/"},"modified":"2026-08-02T15:18:14","modified_gmt":"2026-08-02T08:18:14","slug":"gempa-m71-jepang-pencarian-dihentikan-korban-tewas-36-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/02\/gempa-m71-jepang-pencarian-dihentikan-korban-tewas-36-orang\/","title":{"rendered":"Gempa M7,1 Jepang, Pencarian Dihentikan Korban Tewas 36 Orang"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Otoritas Jepang, Sabtu (1\/8\/2026), menghentikan pencarian korban gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,1 yang mengguncang negara itu pada Selasa (28\/7\/2026). Salah satu titik pencarian korban adalah bangunan Mal Aeon Kashima, Prefektur Kumamoto, yang meledak dan runtuh akibat ledakan pasca-gempa.<\/p>\n<p>Dengan demikian korban tewas gempa tersebut mencapai 36 orang dan tak ada lagi laporan korban hilang.<\/p>\n<p>Kantor badan penanggulangan bencana Kumamoto menyatakan, petugas SAR mengevakuasi 12 orang dari lokasi kejadian, sebanyak tujuh di antaranya tewas.<\/p>\n<p>\u201cKami melakukan pencarian menyeluruh selama 2 hari terakhir bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri, dan unit kepolisian wilayah lainnya. Kami tidak menemukan orang yang hilang,&#8221; kata seorang pejabat kepolisian Kumamoto, seperti dikutip dari AFP, Minggu (2\/8\/2026).<\/p>\n<p>Seorang juru bicara Aeon, mengatakan tujuh orang yang tewas merupakan pegawai gerai yang menyewa tempat di bangunan mal itu.<\/p>\n<p>Sebelumnya atau pada Jumat (31\/7\/2026), petugas juga menghentikan pencarian korban di pabrik kertas yang cerobong asapnya ambruk.<\/p>\n<p>Di lokasi itu petugas menemukan sembilan jenazah, dan dua orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.<\/p>\n<p>Gempa juga memaksa lebih dari 9.000 warga, sebagian besar lansia, mengungsi di tempat penampungan, berdasarkan data hingga 1 Agustus.<\/p>\n<p>Kumamoto dilanda dua gempa bumi dahsyat pada 2016, menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 lainnya<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512713?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Otoritas Jepang, Sabtu (1\/8\/2026), menghentikan pencarian korban gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,1 yang mengguncang negara itu pada Selasa (28\/7\/2026). Salah satu titik pencarian korban adalah bangunan Mal Aeon Kashima, Prefektur Kumamoto, yang meledak dan runtuh akibat ledakan pasca-gempa. Dengan demikian korban tewas gempa tersebut mencapai 36 orang dan tak ada lagi laporan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":512714,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[274908,2696,42368,1536,1420],"series":[],"class_list":["post-512713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-berita","tag-gempa-bumi","tag-gempa-jepang","tag-jepang","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=512713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/512713\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/512714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=512713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=512713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=512713"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=512713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}