{"id":514055,"date":"2026-08-15T13:32:00","date_gmt":"2026-08-15T06:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/15\/daftar-tsunami-akibat-gempa-ntt-ketinggian-14-cm-hingga-nyaris-1-meter\/"},"modified":"2026-08-15T16:43:23","modified_gmt":"2026-08-15T09:43:23","slug":"daftar-tsunami-akibat-gempa-ntt-ketinggian-14-cm-hingga-nyaris-1-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/15\/daftar-tsunami-akibat-gempa-ntt-ketinggian-14-cm-hingga-nyaris-1-meter\/","title":{"rendered":"Daftar Tsunami Akibat Gempa NTT: Ketinggian 14 Cm hingga Nyaris 1 Meter"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tsunami tiba di 10 titik pesisir setelah gempa bermagnitudo (M) 7,7 mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15\/8\/2026).<\/p>\n<p>Berdasarkan siaran pers BMKG, gelombang tsunami pertama tercatat di Sikka dengan ketinggian 0,20 meter atau sama dengan 20 cm pada pukul 05.03 WIB.<\/p>\n<p>Gelombang kemudian tercatat di Pelabuhan Kewapante, Sikka, dengan ketinggian 0,38 meter atau 38 cm pada pukul 05.16 WIB.<\/p>\n<p>\u201cFlores Timur, ketinggian 0,25 meter (pukul 05.24 WIB); Labuan Bajo, ketinggian 0,36 meter (pukul 05.26 WIB),\u201d bunyi keterangan BMKG dikutip Sabtu.<\/p>\n<p>Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Ende, dengan ketinggian 0,94 meter atau nyaris 1 meter pada pukul 05.27 WIB.<\/p>\n<p>Setelah itu, tsunami tercatat di Dompu dengan ketinggian 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB dan Bakalang, Alor, setinggi 0,14 meter atau 14 cm pada pukul 05.41 WIB.<\/p>\n<p>Gelombang juga tercatat di Baubau dengan ketinggian 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB, Bulukumba setinggi 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB, serta Kolaka setinggi 0,23 meter pada pukul 06.27 WIB.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Dipicu sesar lempeng bumi yang naik<\/h2>\n<p>BMKG melaporkan, gempa tersebut dipicu aktivitas sesar lempeng bumi yang naik atau thrust fault yang menyebabkan guncangan kuat dan memicu tsunami.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer itu bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust.<\/p>\n<p>Hasil pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.<\/p>\n<p>\u201cBMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,\u201d kata Nelly.<\/p>\n<p>Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat 37 gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2.<\/p>\n<p>Dari jumlah tersebut, satu gempa dirasakan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M 7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores,&#8221; pungkas Wijayanto.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514055?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tsunami tiba di 10 titik pesisir setelah gempa bermagnitudo (M) 7,7 mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15\/8\/2026). Berdasarkan siaran pers BMKG, gelombang tsunami pertama tercatat di Sikka dengan ketinggian 0,20 meter atau sama dengan 20 cm pada pukul 05.03 WIB. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":514056,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[274908,4032,2696,371774,24832,18142,1420,4033],"series":[],"class_list":["post-514055","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-berita","tag-gempa","tag-gempa-bumi","tag-gempa-ntt","tag-ntt","tag-nusa-tenggara-timur","tag-peristiwa","tag-tsunami"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=514055"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514055\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/514056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=514055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=514055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=514055"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=514055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}