{"id":514361,"date":"2026-08-18T14:03:00","date_gmt":"2026-08-18T07:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/18\/bem-ui-demon-tuntut-negara-jangan-sewenang-wenang-pakai-apbn-tapi-rakyat-terus-ditarik-pajak\/"},"modified":"2026-08-18T15:50:17","modified_gmt":"2026-08-18T08:50:17","slug":"bem-ui-demon-tuntut-negara-jangan-sewenang-wenang-pakai-apbn-tapi-rakyat-terus-ditarik-pajak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/18\/bem-ui-demon-tuntut-negara-jangan-sewenang-wenang-pakai-apbn-tapi-rakyat-terus-ditarik-pajak\/","title":{"rendered":"BEM UI Demon Tuntut Negara Jangan Sewenang-wenang Pakai APBN tapi Rakyat Terus Ditarik Pajak"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membawa delapan tuntutan dalam aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18\/8\/2026).<\/p>\n<p>Tuntutan mahasiswa mencakup persoalan ekonomi, korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.<\/p>\n<p>Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai masih terdapat berbagai persoalan yang menunjukkan belum sepenuhnya terwujudnya kemerdekaan substantif bagi masyarakat. Mereka juga menyoroti kondisi warga terdampak bencana di sejumlah daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Di balik megahnya seremoni upacara kemerdekaan di Istana Negara, masih ada ratusan warga Flores yang meringkuk menunggu datangnya bencana susulan,&#8221; demikian pernyataan BEM UI dalam aksi tersebut.<\/p>\n<p>BEM UI menilai kondisi tersebut merupakan gambaran dari berbagai persoalan yang masih terjadi di Indonesia. Mereka menyebut bentuk &#8220;penjajahan&#8221; saat ini tidak lagi datang dari pihak luar, melainkan dapat muncul dari kebijakan negara sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Pola-pola penjajahan semakin terlihat kembali, mulai dari penarikan pajak, penyusutan ruang sipil, melemahnya otonomi daerah, hingga penggunaan anggaran negara secara sewenang-wenang,&#8221; tulis BEM UI.<\/p>\n<p>Atas kondisi tersebut, mahasiswa menilai masyarakat memiliki alasan untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintah dan memperjuangkan kembali hak-hak rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika penjajahan kembali terjadi, bahkan oleh pemerintah sendiri, maka menggugat dan merebut kemerdekaan menjadi tindakan rasional untuk kembali membebaskan rakyat Indonesia dari penjajahan,&#8221; lanjut pernyataan tersebut.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Delapan Tuntutan BEM UI<\/h2>\n<p>Adapun delapan tuntutan yang disuarakan BEM UI dalam aksi di Bundaran HI yakni:<\/p>\n<p>1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.<\/p>\n<p>2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).<\/p>\n<p>3. Mewujudkan reforma agraria sejati.<\/p>\n<p>4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).<\/p>\n<p>5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).<\/p>\n<p>6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.<\/p>\n<p>7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.<\/p>\n<p>8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (YON TP).<\/p>\n<p>BEM UI menilai tuntutan tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Aksi di Bundaran HI itu sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.<\/p>\n<p>Mereka menegaskan bahwa kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kesejahteraan, keadilan, perlindungan ruang sipil, dan pemenuhan hak-hak masyarakat.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514361?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membawa delapan tuntutan dalam aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18\/8\/2026). Tuntutan mahasiswa mencakup persoalan ekonomi, korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai masih terdapat berbagai persoalan yang menunjukkan belum sepenuhnya terwujudnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":514362,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-514361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=514361"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514361\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/514362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=514361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=514361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=514361"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=514361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}