{"id":514600,"date":"2026-08-20T10:18:00","date_gmt":"2026-08-20T03:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/20\/prabowo-diapit-jokowi-gibran-pan-sinyal-keretakan-politik-terbantahkan\/"},"modified":"2026-08-20T13:56:22","modified_gmt":"2026-08-20T06:56:22","slug":"prabowo-diapit-jokowi-gibran-pan-sinyal-keretakan-politik-terbantahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/20\/prabowo-diapit-jokowi-gibran-pan-sinyal-keretakan-politik-terbantahkan\/","title":{"rendered":"Prabowo Diapit Jokowi-Gibran, PAN: Sinyal Keretakan Politik Terbantahkan"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Momen Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> duduk di antara Presiden ke-7 <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> dan Wakil Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> saat perayaan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka menjadi sorotan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>.<\/p>\n<p>Posisi duduk ketiganya tampak sederhana, tetapi langsung memunculkan beragam tafsir di tengah isu hubungan politik <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> dengan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>.<\/p>\n<p>Momen tersebut terjadi setelah Prabowo memimpin upacara HUT ke-81 RI, 17 Agustus 2026. Prabowo duduk di tengah, dengan Jokowi di sisi kanannya dan Gibran di sisi kirinya.<\/p>\n<p>Ketiganya terlihat berbincang dan tertawa bersama. Mereka juga menyaksikan demonstrasi pesawat tempur serta beberapa kali bertepuk tangan.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menilai posisi tersebut merupakan bagian dari protokol kenegaraan dan tidak perlu ditarik menjadi spekulasi politik.<\/p>\n<p>\u201cMenurut PAN, tempat duduk Presiden Prabowo dan Pak Jokowi adalah hal yang biasa saja, sesuai dengan aturan protokoler kepresidenan dalam acara kenegaraan,\u201d kata Viva, Rabu (19\/8\/2026).<\/p>\n<p>Namun, Viva melihat kebersamaan itu justru penting karena memperlihatkan hubungan yang tetap baik di antara para tokoh tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran Pak Jokowi yang duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo dalam suasana penuh kegembiraan telah melenyapkan spekulasi politik yang menafsirkan adanya keretakan hubungan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, perbedaan pilihan dan warna politik merupakan hal wajar dalam demokrasi. Persaingan politik tidak semestinya berkembang menjadi permusuhan personal.<\/p>\n<p>\u201cBagi PAN, jika para pemimpin bisa duduk bersama, berdialog, tersenyum dan menunjukkan suasana persahabatan di tengah peringatan kemerdekaan, itu adalah contoh politik yang sehat penuh dengan kebijaksanaan,\u201d tutur Viva.<\/p>\n<p>Viva menegaskan, masyarakat justru membutuhkan keteladanan dari para pemimpin. Kebersamaan Prabowo, Jokowi, dan Gibran dinilai dapat menjadi pesan bahwa perbedaan politik tidak harus memutus hubungan.<\/p>\n<p>\u201cRakyat pasti senang jika para pemimpinnya kompak, menjaga persahabatan, dan saling bertegur-sapa. Pemimpin mesti memberikan suri keteladanan bagi masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan perbedaan politik merupakan keniscayaan dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengganggu persatuan nasional.<\/p>\n<p>\u201cKeperbedaan warna politik dan aliran pemikiran politik bagi masyarakat Indonesia adalah suatu keniscayaan, taken for granted. Tetapi tidak boleh merusak integrasi nasional, kohesivitas sosial, dan cita-cita kemerdekaan,\u201d tegas Viva.<\/p>\n<p>Menurutnya, publik tidak membutuhkan elite yang terus mempertontonkan konflik. Fokus pemerintah dan partai politik semestinya diarahkan pada stabilitas, pertumbuhan ekonomi, demokrasi, dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>\u201cPada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan elite yang terus-menerus bertengkar. Rakyat membutuhkan pemerintah yang bekerja, politik yang stabil, demokrasi yang sehat, ekonomi yang tumbuh, dan kesejahteraan yang meningkat,\u201d pungkasnya<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514600?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Momen Presiden Prabowo Subianto duduk di antara Presiden ke-7 Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat perayaan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka menjadi sorotan Politik. Posisi duduk ketiganya tampak sederhana, tetapi langsung memunculkan beragam tafsir di tengah isu hubungan politik Prabowo dengan Jokowi. Momen tersebut terjadi setelah Prabowo memimpin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":514601,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-514600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=514600"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514600\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/514601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=514600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=514600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=514600"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=514600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}