{"id":514875,"date":"2026-08-22T17:33:00","date_gmt":"2026-08-22T10:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/22\/viral-wagub-kalimantan-ngamuk-dan-ancam-jadi-papua-dan-aceh-kita-mati-di-lumbung-padi\/"},"modified":"2026-08-22T19:35:18","modified_gmt":"2026-08-22T12:35:18","slug":"viral-wagub-kalimantan-barat-ngamuk-dan-ancam-jadi-papua-dan-aceh-kita-mati-di-lumbung-padi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/22\/viral-wagub-kalimantan-barat-ngamuk-dan-ancam-jadi-papua-dan-aceh-kita-mati-di-lumbung-padi\/","title":{"rendered":"Viral Wagub Kalimantan Barat Ngamuk dan Ancam Jadi &#8216;Papua dan Aceh&#8217;: Kita Mati di Lumbung Padi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Pernyataan Wakil Gubernur <a title=\"Kalimantan Barat\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kalimantan-barat\/\">Kalimantan Barat<\/a> <a title=\"Krisantus Kurniawan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/krisantus-kurniawan\/\">Krisantus Kurniawan<\/a> terhadap pemerintah pusat viral di media sosial.<\/p>\n<p>Dalam video yang beredar di X, ia memperingatkan bahwa ketidakadilan sosial yang terus dibiarkan dapat memicu persoalan serius di Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>Salah satu pengguna X, akun @Murtadha One, menyoroti video tersebut. Krisantus dalam video itu menyebut kemungkinan wilayahnya memicu aksi kerusuhan situasi seperti Papua dan Aceh.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">KETIDAKADILAN ADALAH BOM WAKTU PERPECAHAN INDONESIA JIKA DIBIARKAN<\/p>\n<p>Wagub Kalbar:<br \/>&quot;Jangan dipikir Kalimantan Barat ini tidak bisa menjadi Papua-Papua dan Aceh-Aceh berikutnya apabila keadilan sosial tidak terwujud di Republik ini&quot; <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/t.co\/eHcpYMRE2O\">https:\/\/t.co\/eHcpYMRE2O<\/a> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/t.co\/RJagkWKpxr\">pic.twitter.com\/RJagkWKpxr<\/a><\/p>\n<p>&mdash; \ua9a9\ua9b8\ua982\ua9a0\ua99d (@MurtadhaOne1) <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/x.com\/MurtadhaOne1\/status\/2090603309577154693?ref_src=twsrc%5Etfw\">August 21, 2026<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.x.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Hal itu bisa terjadi jika pemerintah tidak mampu mewujudkan keadilan sosial.<\/p>\n<p>&#8220;Membuat satu ancaman, jangan dipikir oleh pemerintah pusat, Kalimantan Barat ini tidak bisa menjadi Papua-Papua dan Aceh berikutnya apabila keadilan sosial tidak terwujud di Republik ini,&#8221; ujar Krisantus, dikutip Sabtu (22\/8\/2026).<\/p>\n<p>Krisantus mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi tersebut.<\/p>\n<p>Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kekayaan sumber daya dan aktivitas investasi yang besar, tetapi manfaat ekonominya belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menggambarkan situasi tersebut dengan ungkapan yang cukup tajam.<\/p>\n<p>&#8220;Nah ini Bapak Ibu kekesalan hati saya, kita mati di lumbung padi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi kekayaan tersebut belum otomatis berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.<\/p>\n<p>Krisantus kemudian menyinggung banyaknya investor yang telah masuk ke wilayah Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Ada seribu lebih investor yang masuk di Kalimantan Barat, tetapi saya belum melihat dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat,&#8221; tegas Krisantus.<\/p>\n<p>Bagi Krisantus, persoalan tersebut tidak sekadar menyangkut jumlah investasi yang masuk.<\/p>\n<p>Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar aktivitas investasi tersebut memberikan dampak langsung kepada masyarakat lokal.<\/p>\n<p>Bagian paling kontroversial dari pernyataan Krisantus adalah ketika ia menghubungkan ketidakadilan sosial dengan potensi munculnya konflik seperti yang pernah terjadi di Papua dan Aceh.<\/p>\n<p>Krisantus tidak menjelaskan secara rinci bentuk persoalan yang ia maksud. Namun, pernyataannya menunjukkan kekhawatiran bahwa ketimpangan yang terus berlangsung dapat berkembang menjadi persoalan sosial dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> yang lebih serius.<\/p>\n<p>Peringatan tersebut sekaligus menjadi tuntutan agar pemerintah pusat lebih memperhatikan kondisi daerah, khususnya wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam tetapi masyarakatnya belum merasakan dampak kesejahteraan secara optimal.<\/p>\n<p>Adapun @Murtadha One, menilai persoalan ketidakadilan dapat menjadi ancaman bagi persatuan apabila tidak segera ditangani.<\/p>\n<p>&#8220;Ketidakadilan adalah bom waktu perpecahan Indonesia jika dibiarkan,&#8221; tulis akun tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan terhadap pemerintah pusat viral di media sosial.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":514876,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[34],"tags":[371920,276,1420,13434,59343,274908,371919],"series":[],"class_list":["post-514875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-krisantus-kurniawan","tag-papua","tag-peristiwa","tag-aceh","tag-kalimantan-barat","tag-berita","tag-wakil-gubernur-kalimantan-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=514875"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/514875\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/514876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=514875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=514875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=514875"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=514875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}