{"id":515696,"date":"2026-08-29T08:50:00","date_gmt":"2026-08-29T01:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/29\/aksi-agustus-adalah-embrio-eks-direktur-e-bais-prediksi-prabowo-bisa-jatuh\/"},"modified":"2026-08-29T11:05:11","modified_gmt":"2026-08-29T04:05:11","slug":"aksi-agustus-adalah-embrio-eks-direktur-e-bais-prediksi-prabowo-bisa-jatuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/29\/aksi-agustus-adalah-embrio-eks-direktur-e-bais-prediksi-prabowo-bisa-jatuh\/","title":{"rendered":"Aksi Agustus adalah Embrio, Eks Direktur E BAIS Prediksi Prabowo Bisa Jatuh"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Mantan Direktur E Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Brigjen TNI (Purn) Poernomo, melontarkan peringatan keras terkait situasi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dan aksi demonstrasi yang terjadi pada 27 <a title=\"Agustus\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/agustus\/\">Agustus<\/a> 2026.<\/p>\n<p>Poernomo menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam dinamika demonstrasi tersebut. Ia menyoroti munculnya teriakan bernada permusuhan terhadap Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> di tengah massa, namun situasi di lapangan disebutnya tidak berkembang menjadi bentrokan terbuka antara kelompok yang pro dan kontra terhadap <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cSuasana di publiknya kok lain. Di 27 Agustus ini satu orang saja teriak, \u2018Gantung Prabowo\u2019. Padahal di situ ada orang Prabowo, ada yang anti. Kenapa tidak berantem di lapangan?\u201d kata Poernomo di channel YouTube Forum Keadilan Madilog, Jumat (28\/8\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, situasi tersebut patut menjadi perhatian serius. Ia mempertanyakan kemungkinan adanya pihak tertentu yang telah mempersiapkan atau memanfaatkan momentum demonstrasi untuk membenturkan kelompok-kelompok di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Poernomo menyebut informasi mengenai potensi adanya upaya mengadu kelompok demonstran pada momentum 27 Agustus sebenarnya telah disampaikan kepada pihak terkait. Namun, menurutnya, laporan tersebut tidak mendapatkan respons yang cukup serius.<\/p>\n<p>\u201cAda pihak yang memang merencanakan untuk mengadu demonstran pada momen 27 Agustus. Ini laporan sudah disampaikan. Tetapi si penerima laporan tidak menanggapi secara serius,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebagai mantan pejabat intelijen, Poernomo menekankan pentingnya kemampuan deteksi dini dalam membaca potensi ancaman terhadap stabilitas nasional.<\/p>\n<p>\u201cMestinya aparat keamanan itu, khususnya intelijen, jarum jatuh harus tahu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Poernomo juga menyinggung kemungkinan adanya pihak atau kelompok tertentu yang berupaya mengumpulkan berbagai persoalan lama di tengah masyarakat, kemudian menjadikannya sebagai bahan untuk menekan pemerintahan Prabowo.<\/p>\n<p>Menurutnya, persoalan-persoalan yang diwariskan dari periode sebelumnya dapat menjadi beban politik serius apabila tidak segera ditangani oleh pemerintahan saat ini.<\/p>\n<p>\u201cProblem-problem masa lalu ini dikumpulkan oleh sesosok dalang, kemudian digunakan untuk 27 Agustus. Kemarahan rakyat ini ditampung oleh orang itu atau kelompok itu untuk menghajar yang sekarang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menggambarkan kemungkinan narasi yang dibangun terhadap pemerintahan saat ini adalah ketidakmampuan menyelesaikan persoalan rakyat, meskipun sebagian masalah tersebut berasal dari masa pemerintahan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cKamu tidak mampu menyelesaikan masalah rakyat. Padahal itu masalah zaman lalu. Tapi kamu sekarang sebagai penguasa di negeri ini tidak mampu menyelesaikan, jadi kamu turun,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Poernomo kemudian mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan pemantauan terhadap berbagai aktivitas politik serta kemungkinan munculnya gerakan yang dapat berkembang menjadi tekanan terhadap pemerintahan.<\/p>\n<p>Menurut dia, sebuah mobilisasi massa dalam skala besar tidak mungkin terjadi secara spontan tanpa adanya persiapan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cKalau itu tidak disiapkan, cuma malam ini kumpulin orang, ya enggak bisa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Poernomo bahkan menyebut dinamika yang muncul saat ini berpotensi menjadi embrio gerakan yang lebih luas apabila pemerintah gagal mengambil langkah politik dan kebijakan yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat.<\/p>\n<p>\u201cIni jadi embrio sebuah gerakan nasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia memberikan peringatan kepada Presiden Prabowo agar tidak membiarkan persoalan sosial, ekonomi, dan politik terus menumpuk tanpa adanya keputusan yang dinilai mampu menjawab tuntutan masyarakat.<\/p>\n<p>Poernomo memprediksi posisi pemerintahan Prabowo dapat berada dalam tekanan serius apabila hingga Oktober tidak ada langkah konkret yang dianggap pro-rakyat.<\/p>\n<p>\u201cKalau sampai Oktober Presiden Prabowo tidak melakukan satu keputusan yang pro-rakyat, Prabowo yang jatuh,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Poernomo mengingatkan agar Presiden Prabowo tidak memikul beban persoalan yang terlalu berat tanpa melakukan langkah korektif.<\/p>\n<p>\u201cPresiden Prabowo jangan memikul beban yang tidak kuat dia pikul. Dia akan jatuh,\u201d pungkas Poernomo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Direktur E Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Brigjen TNI (Purn) Poernomo, melontarkan peringatan keras terkait situasi Politik dan aksi demonstrasi yang terjadi pada 27 Agustus 2026.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":515697,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[34],"tags":[274908,371984,1420,2081],"series":[],"class_list":["post-515696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-demo-27-agustus","tag-peristiwa","tag-prabowo-subianto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/515696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=515696"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/515696\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/515697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=515696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=515696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=515696"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=515696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}