{"id":515707,"date":"2026-08-29T08:33:00","date_gmt":"2026-08-29T01:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/29\/saya-warga-sini-tapi-tetap-dikeroyok-kesaksian-faturrohman-korban-kericuhan-pejompongan\/"},"modified":"2026-08-29T11:45:13","modified_gmt":"2026-08-29T04:45:13","slug":"saya-warga-sini-tapi-tetap-dikeroyok-kesaksian-faturrohman-korban-kericuhan-pejompongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/08\/29\/saya-warga-sini-tapi-tetap-dikeroyok-kesaksian-faturrohman-korban-kericuhan-pejompongan\/","title":{"rendered":"&#8216;Saya Warga Sini, tapi Tetap Dikeroyok&#8217;, Kesaksian Faturrohman Korban Kericuhan Pejompongan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Kesaksian Faturrohman, pelajar berusia 18 tahun, menambah cerita mengenai kericuhan pascademonstrasi di kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27\/8\/2026) malam.<\/p>\n<p>Faturrohman mengaku menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tak dikenal meski dirinya merupakan warga setempat dan tidak mengikuti aksi demonstrasi.<\/p>\n<p>Akibat kejadian tersebut, pelajar asal Pejompongan itu mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengaku sempat mendapat intimidasi dan dipaksa mengakui dirinya sebagai provokator ketika berada dalam penanganan petugas.<\/p>\n<p>Diseret dari Gang dan Dikeroyok<\/p>\n<p>Faturrohman menceritakan, peristiwa bermula ketika dirinya sedang berdiri di depan gang dekat rumahnya.<\/p>\n<p>Saat kericuhan terjadi, sekelompok orang masuk ke gang dan mendorongnya hingga terjatuh.<\/p>\n<p>Tak lama kemudian, sejumlah orang yang mengaku sebagai intel datang dan menarik Faturrohman keluar dari gang.<\/p>\n<p>&#8220;Saya lagi berdiri di depan gang rumah. Terus yang rusuh-rusuh masuk ke dalam, dorong saya sampai jatuh. Setelah itu, intel-intel masuk dan menarik saya. Ngakunya intel dari DPR,&#8221; kata Faturrohman saat ditemui di lokasi, Jumat (28\/8\/2026).<\/p>\n<p>Faturrohman mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya merupakan warga Pejompongan dan tidak terlibat dalam aksi kericuhan.<\/p>\n<p>Namun, penjelasan tersebut disebut tidak dipercaya.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah ngaku kalau saya warga sini, tapi dia enggak percaya. Langsung ditarik ke luar dan disamperin sama teman-temannya, terus saya digebukin,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Aksi pengeroyokan tersebut bahkan sempat direkam oleh sejumlah warga dan videonya kemudian beredar di media sosial.<\/p>\n<p>Faturrohman mengatakan, dirinya sempat berusaha dipisahkan oleh tim medis yang berada di lokasi. Namun, ia mengaku tetap menjadi sasaran pengeroyokan.<\/p>\n<p>Faturrohman Alami Sejumlah Luka<\/p>\n<p>Akibat kejadian tersebut, Faturrohman mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.<\/p>\n<p>Ia mengaku mengalami luka akibat benda tajam di bagian kepala dan dada, serta luka di area mulut.<\/p>\n<p>Setelah itu, Faturrohman dibawa dalam penanganan petugas di area Gedung DPR RI hingga Polda Metro Jaya.<\/p>\n<p>Di tempat tersebut, ia mengaku kembali mengalami intimidasi secara verbal dan kekerasan fisik.<\/p>\n<p>Menurut pengakuannya, Faturrohman bahkan dipaksa mengakui dirinya sebagai provokator, meski membantah terlibat dalam aksi tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Di dalam ada intimidasi, ada pemaksaan untuk ngaku sebagai provokator. Selain dipukul pakai tangan kosong, dada, punggung, dan kepala saya juga dipukul pakai alat tipis seperti penggaris besi atau pisau,&#8221; kata Faturrohman.<\/p>\n<p>Ia akhirnya kembali ke rumah pada Jumat (28\/8\/2026) siang.<\/p>\n<p>Lansia Pedagang Cermin Juga Tewas<\/p>\n<p>Kericuhan di kawasan Pejompongan pada Kamis malam tidak hanya menyebabkan warga mengalami luka.<\/p>\n<p>Seorang lansia bernama Bambang Setiawan (59) juga meninggal dunia.<\/p>\n<p>Bambang diketahui merupakan pedagang cermin yang berjualan di Jalan Pejompongan Raya.<\/p>\n<p>Ketua RT 02 RW 06 Benhil, Aban Sobandi, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa warga di wilayahnya.<\/p>\n<p>Menurut Aban, kelompok yang melakukan tindakan kekerasan tersebut bukan anggota kepolisian, melainkan kelompok tak dikenal.<\/p>\n<p>&#8220;Yang nanganin demo itu biasanya aparat kepolisian, tapi saat ini yang nanganin dan dikedepankan itu ormas. Tindakannya di luar SOP kepolisian, semaunya sendiri,&#8221; kata Aban saat ditemui di rumah duka Bambang, Jumat (28\/8\/2026).<\/p>\n<p>Warga Disebut Ikut Jadi Korban<\/p>\n<p>Aban memperkirakan kericuhan di Pejompongan terjadi sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.<\/p>\n<p>Saat kondisi memuncak, kelompok tak dikenal disebut merangsek ke kawasan permukiman dan menangkap orang-orang yang ditemui tanpa terlebih dahulu memastikan keterlibatan mereka dalam demonstrasi.<\/p>\n<p>Aban memastikan warga setempat tidak ikut dalam aksi demonstrasi.<\/p>\n<p>Menurutnya, warga hanya berada di sekitar lokasi untuk mengamankan wilayah ketika kericuhan pecah.<\/p>\n<p>&#8220;Main comot aja yang dapat siapa aja. Padahal itu enggak ikutan demo. Warga sini enggak ada yang ikut-ikutan demo. Yang satu lagi main HP langsung dicomot,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Bahkan, Aban menyebut tim medis yang hendak memberikan pertolongan kepada korban juga sempat mengalami intimidasi.<\/p>\n<p>&#8220;Bahkan udah ditolongin, yang satu yang baru ketemu nih di Polda, udah dipegang sama tim medis, mau dibawa tim medis, direbut. Tim medisnya dijorokin,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Aban mengatakan warga dapat membedakan aparat kepolisian resmi dengan kelompok tak dikenal yang berada di lokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kepolisian kan pakai seragam, terus juga tindakannya enggak seperti itu. Biasa polisi nanganin tidak seperti itu, sesuai SOP. Kelakuan begitu, tindakan ini premanisme,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Kelompok tersebut disebut sempat masuk ke area permukiman warga dan menyisir kawasan dari arah flyover.<\/p>\n<p><b>Situasi Kembali Kondusif<\/b><\/p>\n<p>Sementara itu, Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara nasional kembali kondusif setelah kericuhan pascademonstrasi di sekitar Gedung MPR\/DPR RI.<\/p>\n<p>Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah telah berjalan seperti biasa.<\/p>\n<p>&#8220;Secara nasional, kondisi hingga saat ini kondusif dan terkendali. Polri berkomitmen untuk terus menjaga terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,&#8221; kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28\/8\/2026).<\/p>\n<p>Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah menetapkan 45 orang sebagai tersangka dalam kasus kericuhan setelah demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan, alat bukti, dan pemeriksaan saksi.<\/p>\n<p>&#8220;Dari hasil penyidikan tersebut, berdasarkan alat bukti dan saksi yang kami lakukan pemeriksaan dalam proses penyidikan, saat ini kami sudah menetapkan 45 orang sebagai tersangka,&#8221; kata Iman, Jumat (28\/8\/2026).<\/p>\n<p>Para tersangka disebut terbagi dalam enam klaster, antara lain anak di bawah umur, kelompok perusuh, perusak fasilitas umum, pihak yang melakukan pembiayaan, hingga perekrut massa.<\/p>\n<p><b>Awal Mula Demonstrasi<\/b><\/p>\n<p>Demonstrasi di depan Gedung MPR\/DPR RI digelar sejumlah elemen masyarakat pada Kamis (27\/8\/2026).<\/p>\n<p>Aksi awalnya dilakukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan tuntutan terkait percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.<\/p>\n<p>Aksi tersebut sempat berlangsung kondusif hingga massa membubarkan diri pada siang hari setelah bertemu dengan perwakilan DPR.<\/p>\n<p>Tiga Wakil Ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal, menemui perwakilan AMPB di kompleks parlemen.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, AMPB mendesak DPR mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset.<\/p>\n<p>Mereka juga meminta pimpinan DPR bersedia mundur dari jabatan sekaligus keanggotaan DPR apabila RUU tersebut tidak disahkan menjadi undang-undang paling lambat 15 Desember 2026.<\/p>\n<p>Pada malam harinya, sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat kembali mendatangi kawasan Gedung DPR RI dan bertahan hingga malam.<\/p>\n<p>Polisi kemudian membubarkan massa menggunakan water cannon setelah aksi berkembang menjadi perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas publik.<\/p>\n<p>Massa kemudian terpecah ke sejumlah titik, termasuk Slipi dan Pejompongan.<\/p>\n<p>Kericuhan berlangsung hingga Jumat (28\/8\/2026) pagi. Sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan, termasuk pos polisi di kawasan Slipi yang dirusak dan dibakar.<\/p>\n<p>Dua sepeda motor di kawasan Pejompongan juga dilaporkan dibakar, sementara sejumlah kendaraan lainnya mengalami kerusakan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Kesaksian Faturrohman, pelajar berusia 18 tahun, menambah cerita mengenai kericuhan pascademonstrasi di kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27\/8\/2026) malam. Faturrohman mengaku menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tak dikenal meski dirinya merupakan warga setempat dan tidak mengikuti aksi demonstrasi. Akibat kejadian tersebut, pelajar asal Pejompongan itu mengalami sejumlah luka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":515709,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-515707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/515707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=515707"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/515707\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/515709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=515707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=515707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=515707"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=515707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}