{"id":516434,"date":"2026-09-01T07:56:00","date_gmt":"2026-09-01T00:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/01\/progres-jembatan-kuta-blang-bireuen-capai-928-persen-target-difungsikan-20-september\/"},"modified":"2026-09-01T07:56:00","modified_gmt":"2026-09-01T00:56:00","slug":"progres-jembatan-kuta-blang-bireuen-capai-928-persen-target-difungsikan-20-september","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/01\/progres-jembatan-kuta-blang-bireuen-capai-928-persen-target-difungsikan-20-september\/","title":{"rendered":"Progres Jembatan Kuta Blang Bireuen Capai 92,8 Persen, Target Difungsikan 20 September"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong>, BIREUEN \u2013 Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kuta Blang di lintas nasional Banda Aceh-Medan, Kabupaten Bireuen, Aceh, terus dikebut. Hingga Minggu (30\/8\/2026), progres pembangunan jembatan permanen tersebut telah mencapai 92,8 persen.<\/p>\n<p>Pembangunan kini memasuki tahap akhir berupa pekerjaan <em>finishing<\/em>. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami kendala berarti, jembatan ditargetkan mulai dapat dilalui kendaraan pada 20 September 2026.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut berdasarkan informasi terbaru Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama mitra lokal PT Krueng Meuh.<\/p>\n<p>Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Aceh pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Isnanda, S.T., mengatakan sejumlah pekerjaan akhir masih dilakukan secara bertahap.<\/p>\n<p>Pekerjaan tersebut meliputi pengecoran parapet, pemasangan <em>expansion joint<\/em> atau siar muai, penyelesaian trotoar, hingga pengaspalan lantai jembatan.<\/p>\n<p>\u201cPada tahap saat ini, pekerjaan pengecoran lantai jembatan terakhir telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, sambil menunggu tercapainya umur beton sesuai persyaratan sebelum jembatan dapat difungsikan untuk lalu lintas kendaraan, pekerjaan penyelesaian atau <em>finishing<\/em> tetap dilaksanakan secara bertahap,\u201d kata Isnanda.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pengaspalan lantai jembatan mulai dikerjakan sejak 29 Agustus 2026. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan kekuatan struktur.<\/p>\n<p>Menurut Isnanda, seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara simultan dan terukur untuk mengejar target fungsional jembatan. Namun, pembukaan jembatan bagi lalu lintas tetap akan mempertimbangkan kesiapan seluruh struktur dan terpenuhinya persyaratan teknis.<\/p>\n<h3>Jembatan Strategis Jalur Banda Aceh-Medan<\/h3>\n<p>Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Dr. Safrizal ZA, mengapresiasi percepatan pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum yang menjadi bagian penting dalam pemulihan infrastruktur Aceh.<\/p>\n<p>Menurut Safrizal, capaian 92,8 persen menunjukkan pembangunan telah memasuki tahapan penting dan semakin mendekati penyelesaian.<\/p>\n<p>Ia juga mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor utama, serta mitra lokal yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami dari Satgas PRR tentu memberikan apresiasi terhadap Kementerian Pekerjaan Umum yang bekerja keras melaksanakan pembangunan jembatan tersebut. Apresiasi juga kami berikan kepada kontraktor utama dan mitra lokalnya,\u201d ujar Safrizal.<\/p>\n<p>Safrizal mengatakan, keberadaan Jembatan Krueng Tingkeum memiliki arti strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Aceh.<\/p>\n<p>Jembatan Kuta Blang berada di jalur nasional Banda Aceh-Medan yang menjadi salah satu jalur utama transportasi darat di kawasan pantai timur Aceh. Jalur tersebut menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota serta menjadi akses penting bagi kendaraan masyarakat maupun angkutan barang.<\/p>\n<p>Karena itu, penyelesaian jembatan permanen tersebut diharapkan dapat memulihkan kelancaran arus transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.<\/p>\n<h3>Utamakan Keselamatan<\/h3>\n<p>Safrizal menegaskan, Satgas PRR Aceh akan terus memantau perkembangan pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi bagian dari agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.<\/p>\n<p>\u201cKita berharap pekerjaan dapat terus berjalan sesuai target dan seluruh tahapan teknis dapat diselesaikan dengan baik. Yang paling penting, ketika difungsikan nantinya, jembatan harus memenuhi standar keselamatan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dengan progres 92,8 persen, pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum kini difokuskan pada sejumlah pekerjaan akhir, seperti penyelesaian parapet, <em>expansion joint<\/em>, trotoar, pengaspalan, dan pekerjaan pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Pihak pelaksana juga memastikan umur dan kekuatan beton memenuhi persyaratan teknis sebelum jembatan difungsikan. Tahapan tersebut diperlukan untuk menjamin keamanan dan kelayakan struktur saat digunakan masyarakat.<\/p>\n<p>Apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal, Jembatan Krueng Tingkeum ditargetkan mulai berfungsi pada 20 September 2026. Penyelesaian jembatan ini diharapkan memperkuat kembali konektivitas Banda Aceh-Medan serta mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pantai timur Aceh.[]<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/516434?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, BIREUEN \u2013 Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kuta Blang di lintas nasional Banda Aceh-Medan, Kabupaten Bireuen, Aceh, terus dikebut. Hingga Minggu (30\/8\/2026), progres pembangunan jembatan permanen tersebut telah mencapai 92,8 persen. Pembangunan kini memasuki tahap akhir berupa pekerjaan finishing. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami kendala berarti, jembatan ditargetkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":516435,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[13434,68,372082,331652,318860],"series":[],"class_list":["post-516434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-headline","tag-jalur-banda-aceh-medan","tag-jembatan-kuta-blang","tag-kabupaten-bireuen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/516434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=516434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/516434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/516435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=516434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=516434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=516434"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=516434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}