{"id":516913,"date":"2026-09-05T20:12:00","date_gmt":"2026-09-05T13:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/05\/erupsi-gunung-anak-krakatau-terjadi-berjam-jam-bnpb-imbau-masyarakat-waspada\/"},"modified":"2026-09-05T21:52:21","modified_gmt":"2026-09-05T14:52:21","slug":"erupsi-gunung-anak-krakatau-terjadi-berjam-jam-bnpb-imbau-masyarakat-waspada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/05\/erupsi-gunung-anak-krakatau-terjadi-berjam-jam-bnpb-imbau-masyarakat-waspada\/","title":{"rendered":"Erupsi Gunung Anak Krakatau Terjadi Berjam-Jam, BNPB Imbau Masyarakat Waspada"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Aktivitas <a title=\"Gunung Anak Krakatau\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gunung-anak-krakatau\/\">Gunung Anak Krakatau<\/a> di Perairan Selat Sunda pada Jumat malam (4\/9) sampai Sabtu (5\/9) sangat intens.<\/p>\n<p>Gunung api tersebut erupsi dan memuntahkan lava pijar.<\/p>\n<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar masyarakat waspada.<\/p>\n<p>Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, kewaspadaan perlu berjalan beriringan dengan ketenangan.<\/p>\n<p>Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami.<\/p>\n<p>\u201dNamun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi,\u201d kata Berton kepada awak media pada Sabtu (5\/9).<\/p>\n<p>Berton memastikan, BNPB bersama BPBD dan PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.<\/p>\n<p>Dia menekankan 3 hal utama dalam situasi dan kondisi saat ini.<\/p>\n<p>Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas sehingga pemerintah daerah (pemda) bersama unsur terkait perlu memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang berada dalam radius bahaya.<\/p>\n<p>\u201dPengawasan dan patroli di kawasan tersebut perlu terus diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kedua, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Pemda bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi serta kebutuhan dasar masyarakat siap digunakan apabila terjadi perubahan aktivitas yang membutuhkan langkah evakuasi.<\/p>\n<p>Ketiga, masih kata Berton, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan petugas di lapangan.<\/p>\n<p>Masyarakat juga dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hanya untuk menyaksikan atau mendokumentasikan erupsi.<\/p>\n<p>\u201dBNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG juga akan melakukan evaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Lana saria menyampaikan bahwa potensi dan ancaman bahaya dari erupsi pada pukul 23.07 WIB-04.40 WIB itu berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar. Untuk itu, pihaknya menyampaikan beberapa rekomendasi.<\/p>\n<p>\u201dPertama, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Kedua, lana meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.<\/p>\n<p>Ketiga, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta untuk tetap tenang.<\/p>\n<p>\u201dDan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Keempat, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang bergerak di bawah Badan Geologi. Selain itu, masyarakat juga bisa memonitor perkembangan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda pada Jumat malam (4\/9) sampai Sabtu (5\/9) sangat intens.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":516914,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"Gunung Anak Krakatau","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[1],"tags":[274908,164374,1135,372125,1420],"series":[],"class_list":["post-516913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-berita","tag-erupsi-gunung-anak-krakatau","tag-gunung-anak-krakatau","tag-krakatau","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/516913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=516913"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/516913\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/516914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=516913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=516913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=516913"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=516913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}