{"id":517780,"date":"2026-09-10T20:18:00","date_gmt":"2026-09-10T13:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/10\/amien-rais-singgung-prabowo-omongannya-galak-jebul-hidup-mati-demi-gurunya-yang-tak-punya-ijazah-asli\/"},"modified":"2026-09-10T21:04:56","modified_gmt":"2026-09-10T14:04:56","slug":"amien-rais-singgung-prabowo-omongannya-galak-jebul-hidup-mati-demi-gurunya-yang-tak-punya-ijazah-asli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/10\/amien-rais-singgung-prabowo-omongannya-galak-jebul-hidup-mati-demi-gurunya-yang-tak-punya-ijazah-asli\/","title":{"rendered":"Amien Rais Singgung Prabowo: Omongannya Galak, Jebul Hidup Mati demi Gurunya yang Tak Punya Ijazah Asli"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais melontarkan kritik tajam terhadap Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>. Ia mempertanyakan sikap politikus itu terhadap Presiden ke-7 RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>).<\/p>\n<p>Amien menyebut terdapat paradoks antara retorika presiden yang menurutnya kerap berbicara keras mengenai perjuangan untuk bangsa dengan sikap <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> yang ia nilai masih memberikan ruang besar kepada pengaruh Jokowi.<\/p>\n<p>\u201cNah jangan sampai kita melihat paradoks <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>. Omongannya galak-galak berjuang untuk bangsa, mati demi bangsa dan negara, jebul hidup dan mati untuk gurunya yang tidak punya ijazah asli, SD-SD, SMP, SMA, dan S1,\u201d kata Amien, dikutip Kamis (10\/9\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikannya ketika mempertanyakan alasan presiden yang menurutnya belum mengganti Kapolri dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Amien menyebut dua sosok itu tak loyal ke Prabowo, tapi Jokowi.<\/p>\n<p>\u201cPertanyaan besar dan mendasar saya adalah mengapa presiden yang sudah hampir dua tahun berkuasa tidak berani mengganti Kapolri dan Panglima TNI,\u201d ujar Amien.<\/p>\n<p>Amien menilai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik yang lebih luas antara pemerintahan Prabowo dan Jokowi. Menurut dia, mantan presiden itu masih memiliki ambisi mempertahankan pengaruh dalam politik nasional.<\/p>\n<p>\u201cJokowi adalah sosok politik yang haus dan lapar kekuasaan tanpa batas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Amien bahkan menyatakan keyakinannya bahwa politikus itu tidak akan berhenti mengejar kekuasaan selama masih memiliki kesempatan.<\/p>\n<p>\u201c Jokowi saya yakin sosok yang tidak akan pernah berhenti mengejar kekuasaan kecuali kalau nanti sudah makan tanah,\u201d ujar Amien.<\/p>\n<p>Adapun Amien mengaku tetap menghargai masyarakat yang mempunyai pandangan berbeda. Ia meminta demokrasi tetap dijaga di tengah dinamika politik nasional. Namun ia ingin masyarakat mewaspadai agenda yang disebutnya sebagai agenda \u201cdijokowisasi\u201d untuk menjadi agenda politik demi masa depan Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cNah, saudara-saudara yang berpendapat lain, tetap saya hargai. Kita hidupkan terus demokrasi, tetapi dijokowisasi harus kita jadikan agenda politik demi masa depan bangsa dan negara Indonesia,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia mempertanyakan sikap politikus itu terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Amien menyebut terdapat paradoks antara retorika presiden yang menurutnya kerap berbicara keras mengenai perjuangan untuk bangsa dengan sikap Politik yang ia nilai masih memberikan ruang besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":517781,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-517780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/517780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=517780"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/517780\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/517781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=517780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=517780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=517780"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=517780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}