{"id":517907,"date":"2026-09-11T08:39:00","date_gmt":"2026-09-11T01:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/11\/cicilan-utang-whoosh-rp1-t-per-tahun-tenor-80-tahun-purbaya-kita-sudah-mati-saat-lunas\/"},"modified":"2026-09-11T16:34:58","modified_gmt":"2026-09-11T09:34:58","slug":"cicilan-utang-whoosh-rp1-t-per-tahun-tenor-80-tahun-purbaya-kita-sudah-mati-saat-lunas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/11\/cicilan-utang-whoosh-rp1-t-per-tahun-tenor-80-tahun-purbaya-kita-sudah-mati-saat-lunas\/","title":{"rendered":"Cicilan Utang Whoosh Rp1 T per Tahun, Tenor 80 Tahun, Purbaya: Kita Sudah Mati saat Lunas"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; <a title=\"Utang\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/utang\/\">Utang<\/a> proyek Kereta Cepat <a title=\"Whoosh\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/whoosh\/\">Whoosh<\/a> bakal menjadi kewajiban jangka panjang pemerintah.<\/p>\n<p>Menteri Keuangan (Menkeu) <a title=\"Purbaya Yudhi Sadewa\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/purbaya-yudhi-sadewa\/\">Purbaya Yudhi Sadewa<\/a> mengungkap cicilan utang tersebut mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun, dengan tenor pembayaran hingga 80 tahun setelah direstrukturisasi.<\/p>\n<p>Purbaya bahkan berseloroh, tenor yang sangat panjang itu membuat pemerintah bisa saja sudah tidak ada saat cicilan utang Whoosh benar-benar lunas.<\/p>\n<p>&#8220;Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp 1 triliun atau sedikit di bawah Rp 1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat &#8216;oh masih bisa lah&#8217;. (Tenor cicilan) 80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya kita sudah mati, santai saja,&#8221; kata Purbaya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8\/9\/2026).<\/p>\n<p>Utang Whoosh tersebut nantinya tidak lagi dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).<\/p>\n<p>Mulai 15 September, pengelolaannya akan dialihkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).<\/p>\n<p>Purbaya mengatakan kewajiban tersebut kemungkinan akan ditangani oleh Special Mission Vehicle (SMV) atau Indonesia Investment Authority (INA).<\/p>\n<p>&#8220;Ada kemungkinan, mungkin kita pakai SMV atau INA,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Purbaya, beban cicilan utang Whoosh setiap tahun masih cukup untuk ditangani satu entitas SMV di bawah Kemenkeu.<\/p>\n<p>Ia juga memastikan anggaran untuk membayar kewajiban tersebut tersedia.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi gini, saya cuma lihat bebannya setiap tahun seperti apa sih, saya lihat setiap tahun saya lihat, &#8216;oh kalau segini saja cukup lah ditangani oleh satu SMV&#8217;. Satu perusahaan SMV di bawah Departemen Keuangan, atau dua, tapi uangnya cukup lebih,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Purbaya juga memastikan SMV yang menangani utang Whoosh tidak perlu mencari investor baru untuk membayar kewajiban tersebut.<\/p>\n<p>Ia menyebut SMV Kemenkeu sudah memiliki kemampuan keuangan yang cukup.<\/p>\n<p>&#8220;Nggak, sudah ada uangnya. Sudah ada juga. Kan kalau SMV, let&#8217;s say satu perusahaan SMV aja, keuntungannya berapa sekarang? Rp 3 triliun, Rp 4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat Rp 800 miliar keuntungannya,&#8221; tutur Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7\/9\/2026).<\/p>\n<p>Meski begitu, pemerintah masih menghitung skema yang paling tepat untuk menangani utang Whoosh tersebut sebelum keputusan final ditetapkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Utang proyek Kereta Cepat Whoosh bakal menjadi kewajiban jangka panjang pemerintah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":517908,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[32,428],"tags":[274908,68,1420,326770,6692,328058,219933],"series":[],"class_list":["post-517907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-finansial","tag-berita","tag-headline","tag-peristiwa","tag-purbaya-yudhi-sadewa","tag-utang","tag-utang-whoosh","tag-whoosh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/517907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=517907"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/517907\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/517908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=517907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=517907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=517907"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=517907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}