{"id":520407,"date":"2026-09-13T11:19:00","date_gmt":"2026-09-13T04:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/13\/mbg-mendadak-sunyi-mahfud-soroti-kesan-barter-isu-dengan-kasus-febrie-adriansyah\/"},"modified":"2026-09-13T11:51:03","modified_gmt":"2026-09-13T04:51:03","slug":"mbg-mendadak-sunyi-mahfud-soroti-kesan-barter-isu-dengan-kasus-febrie-adriansyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/13\/mbg-mendadak-sunyi-mahfud-soroti-kesan-barter-isu-dengan-kasus-febrie-adriansyah\/","title":{"rendered":"MBG Mendadak Sunyi, Mahfud Soroti Kesan \u201cBarter Isu\u201d dengan Kasus Febrie Adriansyah"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 \u2014 Kasus dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menjadi sorotan publik kini dinilai mulai kehilangan gaung.\u00a0<\/p>\n<p>Mantan Menteri Koordinator Bidang <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a> mempertanyakan arah penanganan perkara tersebut.<\/p>\n<p>Mahfud menilai publik saat ini nyaris tidak mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus MBG, termasuk mengenai tahapan perkara, kemungkinan pelimpahan ke pengadilan, maupun peluang munculnya tersangka baru.<\/p>\n<p>\u201cSekarang ini kasus penanganan MBG sepi. Sudah hampir dua minggu tidak ada berita MBG. Perkembangannya sampai mana, kapan pelimpahan ke pengadilan dan sebagainya, kita tidak lihat,\u201d kata Mahfud dikutip Minggu (13\/9\/2026).<\/p>\n<p>Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pertanyaan serius karena perkara MBG sejak awal dipandang sebagai salah satu kasus besar dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.<\/p>\n<p>Mahfud bahkan menyebut kasus MBG sebagai \u201cbom besar\u201d yang semestinya tidak dibiarkan meredup hanya karena muncul perkara besar lainnya.<\/p>\n<p>\u201cMBG ini bom besar di dalam kasus korupsi di Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Namun, sorotan Mahfud tidak berhenti pada mandeknya pemberitaan mengenai perkembangan perkara. Ia melihat munculnya perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat eks pejabat tinggi Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, berpotensi mengubah perhatian publik.<\/p>\n<p>Menurut Mahfud, perkara Febrie Adriansyah kini menjadi \u201cbom baru\u201d yang membuat sorotan terhadap kasus MBG seolah mengecil.<\/p>\n<p>\u201cBom ini menjadi lebih kecil sedikit sesudah ada bom baru namanya kasus Febrie Adriansyah,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Dari situ, Mahfud menilai muncul kesan di ruang publik bahwa perhatian terhadap dua perkara besar tersebut seperti sedang dipertukarkan.<\/p>\n<p>Ia menyebut terdapat kesan seolah perkara Febrie Adriansyah dibiarkan menjadi pusat perhatian agar tekanan terhadap institusi Kejaksaan Agung tidak semakin keras, sementara kasus MBG secara bersamaan dipersempit penanganannya.<\/p>\n<p>\u201cDi sini tampak terasa kesan opini publik yang muncul, nampaknya ditukar saja. Yang Febrie Adriansyah serahkan saja biar tidak terlalu keras merobek-robek Kejaksaan Agung dan MBG juga dikecilkan saja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mahfud menduga, jika pola tersebut benar terjadi, penanganan perkara MBG berpotensi hanya dilokalisasi pada pihak-pihak yang selama ini sudah diperiksa, tanpa memperluas penyidikan terhadap pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan.<\/p>\n<p>\u201cDikurangi, dilokalisir kepada yang terlanjur diperiksa saja, tidak usah masuk lagi memeriksa MBG-MBG-nya,\u201d kata Mahfud.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan pihak yang disebutnya memiliki banyak dapur MBG, termasuk yang berkaitan dengan institusi Polri. Menurut dia, apabila memang ada persoalan dalam pengelolaan program tersebut, pemeriksaan semestinya tidak berhenti pada pihak yang sudah lebih dahulu masuk dalam perkara.<\/p>\n<p>\u201cMisalnya yang banyak diberitakan kan Polri yang terbanyak punya dapur MBG, itu tidak usah diperiksa lagi. Yang sudah ada di Kejaksaan Agung saja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mahfud kemudian menggambarkan situasi tersebut dengan istilah \u201cbarter\u201d, yakni ketika satu perkara menjadi pusat perhatian sementara perkara lain justru meredup.<\/p>\n<p>\u201cNampaknya barternya seperti itu,\u201d kata Mahfud.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menempatkan kesunyian perkembangan kasus MBG sebagai persoalan yang patut dijelaskan aparat penegak hukum. Sebab, meredanya pemberitaan tidak otomatis berarti perkara telah selesai.<\/p>\n<p>Justru, apabila penyidikan masih berjalan, publik membutuhkan penjelasan mengenai tahapan penanganan perkara, konstruksi hukum yang dibangun, pihak-pihak yang telah diperiksa, potensi tersangka baru, hingga target penyelesaian dan pelimpahan perkara ke pengadilan.<\/p>\n<p>Di tengah munculnya perkara Febrie Adriansyah yang menyedot perhatian besar, pertanyaan terhadap kasus MBG pun kembali mengemuka: apakah perkara ini memang sedang berjalan menuju tahap penuntasan, atau justru perlahan dikecilkan dari radar publik?<\/p>\n<p>Pertanyaan tersebut menjadi penting untuk dijawab secara terbuka agar penanganan kasus MBG tidak menimbulkan kesan tebang pilih maupun sekadar berhenti pada pihak-pihak yang telah lebih dahulu diperiksa.<\/p>\n<p>Terlebih, jika MBG memang merupakan salah satu \u201cbom besar\u201d dalam perkara korupsi, maka pergantian isu semestinya tidak menjadi alasan untuk mengendurkan pengusutan.<\/p>\n<p>Publik pada akhirnya membutuhkan bukan sekadar siapa yang menjadi pusat perhatian, melainkan seberapa jauh seluruh pihak yang diduga terlibat ditelusuri dan seberapa kuat aparat penegak hukum membongkar perkara sampai ke akar-akarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 \u2014 Kasus dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menjadi sorotan publik kini dinilai mulai kehilangan gaung.\u00a0 Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mempertanyakan arah penanganan perkara tersebut. Mahfud menilai publik saat ini nyaris tidak mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus MBG, termasuk mengenai tahapan perkara, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":520408,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-520407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/520407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=520407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/520407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/520408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=520407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=520407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=520407"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=520407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}