{"id":521277,"date":"2026-09-17T13:44:00","date_gmt":"2026-09-17T06:44:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/17\/gunung-semeru-meletus-lagi-abu-vulkanik-tebal-membubung-setinggi-1-km-ke-langit\/"},"modified":"2026-09-17T23:30:32","modified_gmt":"2026-09-17T16:30:32","slug":"gunung-semeru-meletus-lagi-abu-vulkanik-tebal-membubung-setinggi-1-km-ke-langit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/17\/gunung-semeru-meletus-lagi-abu-vulkanik-tebal-membubung-setinggi-1-km-ke-langit\/","title":{"rendered":"Gunung Semeru Meletus Lagi, Abu Vulkanik Tebal Membubung Setinggi 1 Km ke Langit"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis (17\/9\/2026). Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 1 kilometer.<\/p>\n<p>Erupsi terjadi pukul 09.06 WIB berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Mukdas Sofian.<\/p>\n<p>Kolom abu hasil letusan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut dan timur.<\/p>\n<p>Aktivitas erupsi tersebut juga terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi selama 140 detik.<\/p>\n<p>&#8220;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 17 September 2026, pukul 09:06 WIB. Tinggi kolom letusan teramati \u00b1 1.000 meter di atas puncak,&#8221; tulis Badan Geologi, Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya akibat aktivitas Gunung Semeru.<\/p>\n<p>PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.<\/p>\n<p>Di luar wilayah tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.<\/p>\n<p>Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.<\/p>\n<p>Area tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran material vulkanik berupa batu pijar saat terjadi erupsi.<\/p>\n<p>PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu dari puncak Gunung Semeru.<\/p>\n<p>Beberapa jalur yang menjadi perhatian yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.<\/p>\n<p>Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.<\/p>\n<p>Masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis (17\/9\/2026). Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 1 kilometer. Erupsi terjadi pukul 09.06 WIB berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Mukdas Sofian. Kolom abu hasil letusan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":521278,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-521277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/521277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=521277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/521277\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/521278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=521277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=521277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=521277"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=521277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}