{"id":521917,"date":"2026-09-22T10:00:00","date_gmt":"2026-09-22T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/22\/pengamat-kebijakan-publik-soroti-gaya-bicara-prabowo-disebut-tumbuh-dari-lingkungan-kasar-dan-tidak-beretika\/"},"modified":"2026-09-22T10:02:20","modified_gmt":"2026-09-22T03:02:20","slug":"pengamat-kebijakan-publik-soroti-gaya-bicara-prabowo-disebut-tumbuh-dari-lingkungan-kasar-dan-tidak-beretika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/22\/pengamat-kebijakan-publik-soroti-gaya-bicara-prabowo-disebut-tumbuh-dari-lingkungan-kasar-dan-tidak-beretika\/","title":{"rendered":"Pengamat Kebijakan Publik Soroti Gaya Bicara Prabowo: Disebut Tumbuh dari Lingkungan Kasar dan Tidak Beretika"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti gaya komunikasi Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> yang dinilainya menggunakan sejumlah istilah keras ketika merespons pihak yang mengkritik atau berbeda pandangan dengan pemerintah.<\/p>\n<p>Menurut Gigin, cara seseorang berbicara dapat menggambarkan lingkungan sosial tempat ia tumbuh dan terbiasa berinteraksi.<\/p>\n<p>Ia menilai penggunaan kata-kata seperti \u201cgoblok\u201d maupun \u201cantek\u201d menunjukkan adanya lingkungan komunikasi yang kasar dan tidak menjunjung etika kesantunan.<\/p>\n<p>\u201cCara bicara <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> menunjukkan bahwa dia dibesarkan dalam lingkungan yang kasar dan tidak beretika,\u201d kata Gigin di akun X (Twitter), Selasa (22\/9\/2026).<\/p>\n<p>Gigin mengatakan, pola komunikasi semacam itu tidak selalu berkaitan dengan latar belakang ekonomi seseorang.<\/p>\n<p>Menurutnya, lingkungan yang membentuk kebiasaan berbicara kasar juga dapat ditemukan di kalangan masyarakat kaya yang memiliki sikap congkak terhadap orang lain.<\/p>\n<p>\u201cLingkungan seperti ini juga bisa terjadi di kalangan orang kaya yang congkak sehingga menganggap kata goblok, antek dan lain-lain sebagai hal biasa sejauh digunakan pada orang lain,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gigin menilai persoalan tersebut menjadi lebih penting ketika gaya komunikasi seorang pejabat publik dibawa ke ruang <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dan pemerintahan.<\/p>\n<p>Sebab, menurut dia, ucapan seorang presiden tidak hanya dipahami sebagai ekspresi pribadi, tetapi juga dapat menjadi perhatian masyarakat luas.<\/p>\n<p>Dalam ruang publik, setiap pernyataan pejabat negara berpotensi membentuk persepsi mengenai bagaimana kritik dan perbedaan pendapat seharusnya diperlakukan.<\/p>\n<p>Karena itu, menurut Gigin, bahasa yang digunakan oleh pemimpin nasional menjadi bagian dari komunikasi politik yang turut memengaruhi hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok yang berbeda pandangan.<\/p>\n<p>Sorotan Gigin muncul ketika pernyataan Presiden Prabowo mengenai para pengkritik dan pakar menjadi perbincangan publik.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut memicu respons dari berbagai pihak, terutama terkait batas antara gaya komunikasi yang lugas dengan penggunaan istilah yang dianggap merendahkan.<\/p>\n<p>Bagi Gigin, persoalannya bukan hanya mengenai pilihan satu atau dua kata. Ia melihat gaya bahasa tersebut sebagai bagian dari kebiasaan komunikasi yang perlu diperhatikan ketika digunakan oleh seorang kepala negara.<\/p>\n<p>Menurutnya, seorang pemimpin memiliki ruang untuk menyampaikan kritik secara keras terhadap gagasan atau kebijakan tertentu.<\/p>\n<p>Namun, penggunaan istilah yang merendahkan orang lain dapat menimbulkan persoalan tersendiri dalam komunikasi publik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menggunakan sejumlah istilah keras ketika merespons pihak yang mengkritik atau berbeda pandangan dengan pemerintah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":521918,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[34],"tags":[274908,1420,2081],"series":[],"class_list":["post-521917","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-prabowo-subianto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/521917","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=521917"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/521917\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/521918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=521917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=521917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=521917"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=521917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}