{"id":522191,"date":"2026-09-23T13:19:00","date_gmt":"2026-09-23T06:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/23\/sidang-kasus-legalisir-ijazah-jokowi-penggugat-sertakan-putusan-kip-sebagai-bukti\/"},"modified":"2026-09-23T13:23:22","modified_gmt":"2026-09-23T06:23:22","slug":"sidang-kasus-legalisir-ijazah-jokowi-penggugat-sertakan-putusan-kip-sebagai-bukti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/23\/sidang-kasus-legalisir-ijazah-jokowi-penggugat-sertakan-putusan-kip-sebagai-bukti\/","title":{"rendered":"Sidang Kasus Legalisir Ijazah Jokowi, Penggugat Sertakan Putusan KIP sebagai Bukti"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Tim penggugat dalam perkara legalisir ijazah Presiden ke-7 RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) menjadikan putusan Komisi Informasi Publik (KIP) sebagai salah satu alat bukti dalam sidang gugatan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (23\/9\/2026).<\/p>\n<p>Perkara dengan nomor 395\/Pdt.G\/2026\/PN Jkt.Pst itu diajukan Bonatua Silalahi bersama Moeryono Aladin terhadap sejumlah pihak, termasuk <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a> RI, Bawaslu, hingga pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM). Gugatan tersebut berkaitan dengan dokumen legalisir ijazah Joko Widodo yang digunakan sejak pencalonannya sebagai Wali Kota Solo hingga pemilihan presiden.<\/p>\n<p>Kuasa hukum penggugat, Muhammad Joni mengatakan, pihaknya telah mengajukan salinan Putusan Komisi Informasi Publik Nomor 074 Tahun 2025 sebagai bukti P-12. Menurutnya, putusan tersebut diajukan untuk mendukung dalil gugatan yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publik.<\/p>\n<p>\u201cYang materiel, yang materiel kami sudah pernah mengajukan bukti P-12. P-12 itu adalah salinan putusan Komisi Informasi Publik nomor 074 tahun 2025 ya,\u201d ucap Joni usai sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu (23\/9\/2026).<\/p>\n<p>Joni turut menyoroti keterangan dalam putusan KIP mengenai pemeriksaan lapangan yang dilakukan Majelis KIP di kantor <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a>. Dia menyebut dalam pemeriksaan tersebut, Majelis KIP disebut belum menemukan dokumen salinan ijazah Jokowi.<\/p>\n<p>\u201cYang menarik adalah bahwa dalam halaman 10 salinan putusan itu disebutkan bahwa ketika sidang lapangan di kantor KPU, KIP, Majelis KIP tidak atau belum menemukan salinan ijazah itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberadaan salinan legalisir ijazah yang digunakan saat pencalonan presiden.<\/p>\n<p>\u201cArtinya muncul sebuah pertanyaan, kok lembaga sebesar itu APBN-nya banyak enggak bisa menemukan salinan legalisir ijazah Joko Widodo yang dipergunakan pada saat pencalonan presiden 2014 juncto 2019,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain putusan KIP, Joni juga menyinggung ketentuan dalam Undang-Undang Kearsipan. Menurut dia, aturan tersebut mewajibkan perlindungan dan pengamanan terhadap arsip penting yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.<\/p>\n<p>Dia menilai dokumen ijazah calon presiden merupakan salah satu syarat pencalonan yang memiliki nilai penting dalam proses pemilu. Karena itu, pihaknya mempertanyakan pengelolaan arsip tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSekali lagi, ijazah adalah syarat, tertera di dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,\u201d katanya<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/522191?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Tim penggugat dalam perkara legalisir ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadikan putusan Komisi Informasi Publik (KIP) sebagai salah satu alat bukti dalam sidang gugatan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (23\/9\/2026). Perkara dengan nomor 395\/Pdt.G\/2026\/PN Jkt.Pst itu diajukan Bonatua Silalahi bersama Moeryono Aladin terhadap sejumlah pihak, termasuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":522192,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-522191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/522191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=522191"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/522191\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":522193,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/522191\/revisions\/522193"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/522192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=522191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=522191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=522191"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=522191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}