{"id":523524,"date":"2026-09-29T18:47:00","date_gmt":"2026-09-29T11:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/29\/hubungan-yaqut-nusron-wahid-disorot-di-sidang-kasus-kuota-haji-disebut-seperti-tom-and-jerry\/"},"modified":"2026-09-29T19:21:39","modified_gmt":"2026-09-29T12:21:39","slug":"hubungan-yaqut-nusron-wahid-disorot-di-sidang-kasus-kuota-haji-disebut-seperti-tom-and-jerry","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/09\/29\/hubungan-yaqut-nusron-wahid-disorot-di-sidang-kasus-kuota-haji-disebut-seperti-tom-and-jerry\/","title":{"rendered":"Hubungan Yaqut-Nusron Wahid Disorot di Sidang Kasus Kuota Haji, Disebut Seperti Tom and Jerry"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Hubungan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/hak-angket\/\">Hak Angket<\/a> Haji DPR Nusron Wahid menjadi sorotan dalam sidang kasus dugaan korupsi kuota haji, Selasa (29\/9\/2026). Hubungan keduanya disebut seperti karakter animasi Tom and Jerry.\u00a0<\/p>\n<p>Hal itu sebagaimana disampaikan Komisaris Independen PT Sucofindo, Zainal Abidin saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi kuota haji.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi pada waktu itu, pada waktu itu ketika Pak Nusron dipilih jadi ketua pansus ya, ini kan hubungan beliau berdua ini kan memang kayak Tom and Jerry, Pak,&#8221; kata Zainal.\u00a0<\/p>\n<p>Mendengar hal tersebut, jaksa kemudian menanyakan apa yang dimaksud dengan hubungan layaknya Tom and Jerry. Zainal menjelaskan, dia sudah mengetahui sejak lama hubungan Yaqut dengan Nusron &#8216;pasang surut&#8217;.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dari dulu saya tahu sejarahnya. Memang kayak Tom and Jerry. Kadang berantem, kadang kangen-kangenan, peluk-pelukan, ya begitu. Nah, waktu itu sedang tidak akur. Makanya canda-candalah teman-teman itu, &#8216;oh ini Mas Zainal ini yang bisa iniin&#8217; kan gitu. Ya sudah, terus Gus Yaqut, ya ini suasana canda, Pak, ya. &#8216;Tolonglah, Nal, itu, Nal, kang masmu, Nal&#8217; gitu. Saya ya senyum-senyum aja. Gitu aja, Pak,&#8221; ujar Zainal.\u00a0<\/p>\n<p>Jaksa kemudian memastikan pihak yang dimaksud &#8216;Kang Mas&#8217; itu Nusron yang saat itu menjabat Ketua Pansus Hak Angket Haji DPR 2024. Zainal mengamini hal tersebut dan menyatakan komunikasi dengan Yaqut yang dimaksud itu terjadi saat nama Nusron disebut-sebut akan menjadi ketua pansus.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Nah, yang Bapak bisa tangkap, walaupun situasinya bercanda, apakah permintaan itu ingin disampaikan kepada Pak Nusron agar nantinya pada saat pansus berproses dihindari pertanyaan-pertanyaan yang membebankan kepada Kementerian Agama yang saat itu dipimpin oleh Gus Yaqut?&#8221; tanya Jaksa.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Oh, itu konteksnya untuk mendamaikan, Pak,&#8221; jawab Zainal.\u00a0<\/p>\n<p>Jaksa menyatakan pernyataan itu berbeda dengan kesaksian Zainal yang termuat dalam berita acara pemeriksaan. Jaksa lantas membacakan BAP nomor 6 huruf B.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kami izin perlihatkan, Pak, ya, &#8216;maksud dari kalimat tersebut adalah meminta kepada saya berbicara dengan Pak Nusron Wahid agar Pansus Haji tidak memberikan rekomendasi yang memberatkan Kementerian Agama dan Pak Yaqut selaku Menteri Agama atas pelaksanaan haji tahun 2024. Kondisi saat itu Pak Nusron dan Pak Yaqut tidak saling bicara. Atas permintaan itu, saya jawab, nanti saya akan membantu&#8217;,&#8221; kata Jaksa membacakan BAP.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Iya, Pak. Maksudnya itu kan itu, Pak. Jadi pada waktu itu kan memang tidak akur, ya kan. Gimana didamaikan supaya ini, ya saling enaklah, saling bantu, gitu, Pak,&#8221; jawab Zainal.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Berarti informasi ini betul, ya?&#8221; tanya Jaksa lagi. &#8220;Iya, betul,&#8221; jawab Zainal.\u00a0<\/p>\n<p>Sebelumnya, Yaqut didakwa merugikan keuangan negara mencapai Rp622.090.207.166,41. Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a> saat membacakan surat dakwaan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu sejumlah Rp622.090.207.166,41,&#8221; kata JPU membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (11\/8\/2026).\u00a0<\/p>\n<p>JPU menyebut, jumlah tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penghitungan kerugian negara atas kuota haji Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 di Kementerian Agama.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut JPU, Yaqut menjalankan aksinya bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex; Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham; dan Ketua Umum Asosiasi Kesthuri yang juga Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523524?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Hubungan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji DPR Nusron Wahid menjadi sorotan dalam sidang kasus dugaan korupsi kuota haji, Selasa (29\/9\/2026). Hubungan keduanya disebut seperti karakter animasi Tom and Jerry.\u00a0 Hal itu sebagaimana disampaikan Komisaris Independen PT Sucofindo, Zainal Abidin saat menjadi saksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":523525,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,243,6769,308923,41950,64881,1420,15416],"series":[],"class_list":["post-523524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-hukum","tag-korupsi","tag-korupsi-kuota-haji","tag-kuota-haji","tag-nusron-wahid","tag-peristiwa","tag-yaqut-cholil-qoumas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=523524"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":523526,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523524\/revisions\/523526"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/523525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=523524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=523524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=523524"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=523524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}