{"id":523920,"date":"2026-10-02T08:37:00","date_gmt":"2026-10-02T01:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/02\/polisi-gadungan-di-duren-sawit-diamuk-warga-sempat-todongkan-pistol-mainan\/"},"modified":"2026-10-02T08:38:16","modified_gmt":"2026-10-02T01:38:16","slug":"polisi-gadungan-di-duren-sawit-diamuk-warga-sempat-todongkan-pistol-mainan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/02\/polisi-gadungan-di-duren-sawit-diamuk-warga-sempat-todongkan-pistol-mainan\/","title":{"rendered":"Polisi Gadungan di Duren Sawit Diamuk Warga, Sempat Todongkan Pistol Mainan"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Mengaku anggota polisi sambil menodongkan senjata api ke pegawai apotek, pria berinisial JM (34) babak belur dikeroyok warga Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (1\/10\/2026) siang.<\/p>\n<p>Dalam video yang beredar, sejumlah warga begitu beringas memukuli pelaku dengan tangan kosong maupun benda tumpul.<\/p>\n<p>Pria bertato di lengan kirinya itu awalnya datang ke lokasi seorang diri mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warba biru.<\/p>\n<p>Pelaku tersebut kemudian meminta uang kepada pegawai Apotek Kaisar sembari marah-marah.<\/p>\n<p>Tak lama kemudian, pria berkaos hitam itu keluarkan senjata api dari dalam tasnya.<\/p>\n<p>Sony salah satu pegawai Apotek menceritakan, pegawai apotek berusaha merebut senjata api dari tangan pelaku untuk menghindari penembakan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Terus semakin lama warga ramai berdatangan membantu mengamankan pelaku ini,&#8221; ujarnya, Jumat (2\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, pelaku sempat melawan dan menyatakan dirinya anggota dari Polda Metro Jaya proses akan ditangkap warga.<\/p>\n<p>Merasa sudah kesal, warga kemudian mengahkimi pelaku dengan tangan kosong dan memukulnya pakai helm.<\/p>\n<p>Wajah pelaku beradarah, tapi masih tetap berusaha ingin kabur dari lokasi kejadian. Tapi, warga berhasil mengamankan pelaku agar tidak melarikan diri usai aksi penodongan.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah dicek itu, dia bukan anggota polisi. Dia cuma ngaku-ngaku saja dan didalam boks sepeda motornya kami cek ada tramadol sama plastik klip diduga sabu,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sony mengaku tidak tahu motif pelaku datang ke tokonya karena ketika tiba di lokasi sudah marah-marah di area parkiran sepeda motor.<\/p>\n<p>Ia sempat meminta pelaku untuk masuk dan berbicara secara baik-baik, tapi ditolak JM.<\/p>\n<p>&#8220;Terus pas dia sudah kami tangkap, kami hubungi polisi,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Polisi amankan pelaku dari amukan warga<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno melanjutkan, pihaknya mendapatkan informasi dari warga adanya polisi gadungan saat menjalankan patroli.<\/p>\n<p>Ia meminta anggotanya segera mendatangi lokasi kejadian guna menghindari main hakim sendiri yang dapat menyebabkan pelaku terluka parah.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tiba di sana ternyata ada pelaku yang ngaku anggota polisi sudah babak belur dihakimi massa,&#8221; ucap Sutikno.<\/p>\n<p>Pihak kepolisian akhirnya mengamankan pelaku dan memastikan pria tersebut bukan anggota Polri.<\/p>\n<p>Sutikno memastikan pihaknya bakal memproses hukum pelaku karena sudah membuat resahkan warga Kecamatan Duren Sawit.<\/p>\n<p>&#8220;Dia juga bukan warga Duren Sawit, mereka berasal dari Bekasi sesuai identitas pelaku ini,&#8221; kata polisi berpangkat melati satu.<\/p>\n<p>Mantan Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati ini menyatakan, pihaknya menerapkan Pasal 482 Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang pemerasan dilakukan dengan todongan senjata tajam atau senjata api.<\/p>\n<p>Ditemukan Tramadol di Tas Pelaku<\/p>\n<p>Sutikno sendiri masih mendalami motif pelaku mendatangi apotek tersebut dan marah-marah pegawai hingga menodongkan senjata api.<\/p>\n<p>Ia menduga, ketika beraksi pelaku dalam pengaruh obat telarang karena didalam tasnya ditemukan obat jenis tramadol.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi pistol yang sempat ditodongkan itu mainan. Jadi bukan senjata api beneran, tetapi pistol mainan yang dibawa-bawa oleh si pelaku yang berinisial JM,&#8221; tandasnya<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523920?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Mengaku anggota polisi sambil menodongkan senjata api ke pegawai apotek, pria berinisial JM (34) babak belur dikeroyok warga Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (1\/10\/2026) siang. Dalam video yang beredar, sejumlah warga begitu beringas memukuli pelaku dengan tangan kosong maupun benda tumpul. Pria bertato di lengan kirinya itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":523921,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-523920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=523920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":523922,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/523920\/revisions\/523922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/523921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=523920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=523920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=523920"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=523920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}