{"id":524262,"date":"2026-10-04T18:33:54","date_gmt":"2026-10-04T11:33:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=524262"},"modified":"2026-10-04T18:36:38","modified_gmt":"2026-10-04T11:36:38","slug":"boy-thohir-bawa-pulang-rp126-triliun-dari-australia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/04\/boy-thohir-bawa-pulang-rp126-triliun-dari-australia\/","title":{"rendered":"Boy Thohir Bawa Pulang Rp12,6 Triliun dari Australia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA \u2014 <\/strong>Di tengah ramainya wacana pemindahan modal ke luar negeri, Grup Adaro justru mengambil arah sebaliknya. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Garibaldi \u201c<a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/harianaceh.co.id\/boythohir\/\">Boy\u201d Thohir<\/a>, menuntaskan divestasi kepemilikan di Kestrel Coal Group Pty Ltd, Australia, dan membawa pulang dana sekitar US$700 juta atau <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/harianaceh.co.id\/rp12,6triliun\/\">Rp12,6 triliun<\/a> setelah pajak untuk menopang <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/harianaceh.co.id\/bisnis\/\">bisnis<\/a> di Indonesia.<\/p>\n<p>Transaksi tersebut rampung pada 1 Oktober 2026 waktu Melbourne. Melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited (ACL), AADI mengalihkan seluruh saham dan waran yang dimilikinya di Kestrel kepada Yancoal Australia Limited. Kepemilikan yang dilepas mencapai 720,39 juta saham atau sekitar 47,99 persen saham Kestrel. Setelah transaksi selesai, Yancoal menguasai 100 persen Kestrel.<\/p>\n<p>Nilai transaksi sebelum pajak mencapai sekitar US$814,12 juta. Setelah dikurangi pajak, dana yang diterima ACL tercatat sekitar US$734,83 juta, dengan nilai akhir tetap tunduk pada penyesuaian sesuai ketentuan dalam Sale and Purchase Agreement (SPA). Sejumlah sumber media Indonesia mengonversinya ke kisaran Rp13,2 triliun berdasarkan kurs yang digunakan saat pelaporan.<\/p>\n<p>Manajemen AADI menyatakan hasil divestasi tersebut akan diarahkan untuk mengembangkan bisnis Grup Adaro di Indonesia, membayar dividen, sekaligus memperkuat struktur permodalan melalui pelunasan sebagian pinjaman grup. Direktur Utama AADI Julius Aslan menyebut langkah itu sejalan dengan strategi perseroan yang kini lebih menitikberatkan pengembangan usaha di dalam negeri. Pernyataan tersebut disampaikan Kamis, 1 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Keputusan menarik modal dari Australia tersebut juga memiliki latar belakang pandangan bisnis Boy Thohir. Dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin media di kantor barunya di kawasan Kuningan CBD, Jakarta, Rabu, 30 September 2026, Boy mengungkapkan bahwa Grup Adaro sebelumnya telah membuktikan kemampuannya mengembangkan investasi di luar negeri. Namun, setelah mempertimbangkan arah usaha ke depan, fokus perusahaan diputuskan kembali ke Indonesia. Ia menyebut identitas bisnis grup memang berakar di Tanah Air.<\/p>\n<p>Bagi Boy, pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 turut membentuk cara pandangnya mengenai tanggung jawab dalam menjalankan bisnis. Ia terinfeksi COVID-19 pada November 2020 dan harus menjalani perawatan di ICU selama 11 hari. Dalam kesaksian yang disampaikan pada 19 April 2021, Boy mengatakan masa tersebut menjadi salah satu ujian terberat dalam hidupnya.<\/p>\n<p>Dalam kondisi kritis itu, Boy juga mengaku memikirkan nasib karyawan dan keberlangsungan perusahaan. Pengalaman tersebut kemudian berkelindan dengan amanat ayahnya, almarhum Mochammad Teddy Thohir, agar dirinya menjaga keluarga besar. Dalam pertemuan pada 30 September 2026, Boy kembali mengisahkan amanat tersebut sebagai salah satu pegangan penting dalam kehidupannya.<\/p>\n<p>Sikap itu sebelumnya terlihat ketika pandemi menghantam bisnis pada 2020\u20132021. Alih-alih menjadikan PHK sebagai pilihan utama, Adaro mempertahankan pekerjanya. Pada 19 April 2021, Boy menyatakan perusahaan tidak melakukan PHK terhadap karyawan meski tekanan ekonomi akibat pandemi sangat berat. Sebelumnya, pada 20 Oktober 2020, ia juga menyatakan Adaro tetap mempertahankan sekitar 20 ribu pekerjanya tanpa pengurangan gaji maupun bonus pada saat itu.<\/p>\n<p>Kini, keputusan melepas Kestrel menandai perubahan arah investasi yang cukup jelas. Aset tambang batu bara metalurgi di Queensland tersebut sebelumnya menjadi bagian dari portofolio Grup Adaro di Australia. Kestrel sendiri merupakan usaha patungan yang dibentuk pada 2018 dan memiliki kepentingan 80 persen pada Kestrel Coal Mine, salah satu tambang batu bara kokas di Queensland.<\/p>\n<p>Transaksi dengan Yancoal diumumkan pada 14 April 2026, dengan nilai pembelian 100 persen saham Kestrel Coal Group sebesar US$1,85 miliar di muka dan potensi contingent consideration hingga US$550 juta. Penyelesaian transaksi pada Oktober kemudian mengakhiri kepemilikan Adaro di aset tersebut.<\/p>\n<p>Dengan demikian, dana hasil divestasi tidak sekadar menjadi angka besar dalam laporan korporasi. Manajemen AADI telah menetapkan tiga arah pemanfaatannya: ekspansi bisnis domestik, pembayaran dividen, dan penguatan neraca melalui pembayaran sebagian utang. Langkah tersebut sekaligus mempertegas reposisi Grup Adaro untuk mengalokasikan modal lebih besar ke peluang usaha di Indonesia.<\/p>\n<p>Bagi Boy Thohir, keputusan itu bukan semata-mata persoalan menjual aset di luar negeri dan mengubahnya menjadi rupiah. Dalam pernyataannya pada 30 September 2026, ia menegaskan bahwa investasi Australia telah memberikan hasil, tetapi peluang pengembangan usaha di Indonesia masih terbuka luas. Karena itu, arah modal pun dikembalikan kepada pasar yang dianggap paling sesuai dengan identitas Grup Adaro. (*)<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524262?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Boy Thohir melalui Adaro menuntaskan divestasi Kestrel di Australia. Sekitar US$700 juta setelah pajak diarahkan untuk bisnis Indonesia, dividen, dan pelunasan pinjaman.<\/p>\n","protected":false},"author":4152,"featured_media":524270,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"Boy Thohir melalui Adaro menuntaskan divestasi Kestrel di Australia. Sekitar US$700 juta setelah pajak diarahkan untuk bisnis Indonesia, dividen, dan pelunasan pinjaman.","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[427],"tags":[372704,5354,99332],"series":[],"class_list":["post-524262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","tag-rp12-6-triliun","tag-bisnis","tag-boy-thohir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/4152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=524262"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":524269,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524262\/revisions\/524269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/524270"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=524262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=524262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=524262"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=524262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}